قَالَ اهْبِطُوا بَعْضُكُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ ۖ وَلَكُمْ فِي الْأَرْضِ مُسْتَقَرٌّ وَمَتَاعٌ إِلَىٰ حِينٍ
Dia berkata, “Turunlah kalian, sebagian kalian musuh bagi sebagian yang lain; dan bagi kalian di bumi ada tempat menetap dan kesenangan sampai suatu waktu.”
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- قَالَ اهْبِطُوا بَعْضُكُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّqaala hbituu ba'dukum li-ba'din aduwwunDia berkata, turunlah kalian, sebagian kalian musuh bagi sebagian yang lain
- وَلَكُمْ فِي الْأَرْضِ مُسْتَقَرٌّ وَمَتَاعٌ إِلَىٰ حِينٍwa-lakum fii l-ardi mustaqarrun wa-mataa'un ilaa hiinindan bagi kalian di bumi ada tempat menetap dan kesenangan sampai suatu waktu
Catatan pilihan kata (ringkas)
(akar q-w-l, h-b-t, b-'-d, '-d-w, a-r-d, q-r-r, m-t-', h-y-n): ihbituu diterjemahkan 'turunlah' (akar h-b-t); mustaqarr diterjemahkan 'tempat menetap' (akar q-r-r); mataa' diterjemahkan 'kesenangan'. gloss '(Allah)/(telah ditentukan)' dibuang.
Aplikasi
Turun ke bumi disertai kondisi ganda: 'sebagian kalian musuh bagi sebagian yang lain' (kesulitan/konflik) TAPI juga 'tempat menetap dan kesenangan sampai suatu waktu' (provisi), bukan kondisi murni hukuman, melainkan campuran tantangan dan penyediaan. Konkretnya: kehidupan yang dijalani sekarang secara realistis memang berisi campuran tantangan (konflik, persaingan) dan penyediaan (tempat tinggal, kenyamanan), menerima bahwa kedua sisi ini memang built-in dalam kondisi hidup di dunia membantu menghadapi kesulitan tanpa merasa dikhianati saat kesulitan itu datang.