يَا بَنِي آدَمَ قَدْ أَنْزَلْنَا عَلَيْكُمْ لِبَاسًا يُوَارِي سَوْآتِكُمْ وَرِيشًا ۖ وَلِبَاسُ التَّقْوَىٰ ذَٰلِكَ خَيْرٌ ۚ ذَٰلِكَ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ لَعَلَّهُمْ يَذَّكَّرُونَ

Wahai anak cucu Adam, sungguh Kami telah menurunkan kepada kalian pakaian yang menutupi aurat kalian dan bulu; dan pakaian takwa, itulah yang lebih baik. Yang demikian itu termasuk tanda-tanda Allah agar mereka ingat.

Terjemahan bertahap (3 jeda)
  1. يَا بَنِي آدَمَ قَدْ أَنْزَلْنَا عَلَيْكُمْ لِبَاسًا يُوَارِي سَوْآتِكُمْ وَرِيشًاyaa banii aadama qad anzalnaa alaykum libaasan yuwaarii saw'aatikum wa-riishanwahai anak cucu Adam, sungguh Kami telah menurunkan kepada kalian pakaian yang menutupi aurat kalian dan bulu
  2. وَلِبَاسُ التَّقْوَىٰ ذَٰلِكَ خَيْرٌwa-libaasu t-taqwaa dzaalika khayrundan pakaian takwa, itulah yang lebih baik
  3. ذَٰلِكَ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ لَعَلَّهُمْ يَذَّكَّرُونَdzaalika min aayaati llaahi la'allahum yadzdzakkaruunayang demikian itu termasuk tanda-tanda Allah agar mereka ingat
Catatan pilihan kata (ringkas)

Akar akar a-y (aayah), 353 ayat / 382 kemunculan, SATU lema, tak ada dasar morfologis utk memecahnya. alaamah); 'verse of the Kur-án' cuma sense turunan KE-8, di-hedge Lane sendiri: ''. Bukti internal: satu kata menampung manusia (Isa 19:21), hewan (unta 7:73), benda (tongkat 7:106), bahasa & warna kulit (30:22), kisah (26:8), monumen (26:128), DAN satuan teks, hanya 'tanda' yang menampung semuanya. Keputusan Pak FD 16 Jul: 'tanda' TANPA pengecualian (diuji: 'tanda' tak mustahil bahkan di 2:252/10:1/24:1/41:3). tambahan terjemahan lain '(kebesaran)/(kekuasaan)' dibuang, TIDAK ADA di teks Arab. Lih. sebagian penerjemah: 'O children of Adam: We have sent down upon you raiment to hide your shame, and as adornment; but the raiment of prudent fear, that is best. That is among the proofs of God, that they might take heed.'

Aplikasi

Pakaian fisik (fungsi menutup + fungsi menghias) disandingkan dan dilampaui oleh 'pakaian takwa' sebagai yang 'paling baik', penampilan lahiriah dijadikan penanda menuju kesadaran batin, bukan tujuan itu sendiri. Konkretnya: merawat penampilan lahiriah (kerapian, kesopanan berpakaian) itu sah dan baik, tapi nilainya sebagai sekadar penanda menuju sesuatu yang lebih penting (integritas batin, kesadaran diri), jangan sampai perhatian pada penampilan luar menggantikan perhatian pada karakter yang menopanginya.