وَإِذَا فَعَلُوا فَاحِشَةً قَالُوا وَجَدْنَا عَلَيْهَا آبَاءَنَا وَاللَّهُ أَمَرَنَا بِهَا ۗ قُلْ إِنَّ اللَّهَ لَا يَأْمُرُ بِالْفَحْشَاءِ ۖ أَتَقُولُونَ عَلَى اللَّهِ مَا لَا تَعْلَمُونَ
Apabila mereka melakukan perbuatan keji, mereka berkata, “Kami mendapati nenek moyang kami melakukan yang demikian, dan Allah menyuruh kami mengerjakannya.” Katakanlah, “Sesungguhnya Allah tidak memerintahkan kekejian. Pantaskah kalian mengatakan tentang Allah apa yang tidak kalian ketahui?”
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- وَإِذَا فَعَلُوا فَاحِشَةً قَالُوا وَجَدْنَا عَلَيْهَا آبَاءَنَا وَاللَّهُ أَمَرَنَا بِهَاwa-idzaa fa'aluu faahisyatan qaaluu wajadnaa 'alayhaa aabaa'anaa wa-llaahu amaranaa bihaaapabila mereka melakukan perbuatan keji, mereka berkata, kami mendapati nenek moyang kami melakukan yang demikian, dan Allah menyuruh kami mengerjakannya
- قُلْ إِنَّ اللَّهَ لَا يَأْمُرُ بِالْفَحْشَاءِqul inna llaaha laa ya'muru bi-l-fahsyaa'ikatakanlah, sesungguhnya Allah tidak memerintahkan kekejian
- أَتَقُولُونَ عَلَى اللَّهِ مَا لَا تَعْلَمُونَa-taquuluuna 'alaa llaahi maa laa ta'lamuunapantaskah kalian mengatakan tentang Allah apa yang tidak kalian ketahui
Terjemahan per kata (22 kata)
- وَإِذَاwa-idzaadan apabila
- فَعَلُواfa'aluumereka melakukan
- فَاحِشَةًfaahisyatankekejian
- قَالُواqaaluumereka berkata
- وَجَدْنَاwajadnaakami mendapati
- عَلَيْهَا'alayhaaatasnya
- آبَاءَنَاaabaa'anaaleluhur kami
- وَاللَّهُwa-llaahudan Allah
- أَمَرَنَاamaranaamenyuruh kami
- بِهَاbihaapadanya
- قُلْqulkatakanlah
- إِنَّinnasesungguhnya
- اللَّهَllaahaAllah
- لَاlaatidak
- يَأْمُرُya'murumenyuruh
- بِالْفَحْشَاءِbi-l-fahsyaa'ikepada kekejian
- أَتَقُولُونَa-taquuluunaapakah kalian mengatakan
- عَلَى'alaaatas
- اللَّهِllaahiAllah
- مَاmaaapa yang
- لَاlaatidak
- تَعْلَمُونَta'lamuunakalian mengetahui
Inti bacaan
Dua alasan pembenaran perbuatan keji ditolak sekaligus: 'kami mendapati nenek moyang kami melakukan demikian' (tradisi) dan 'Allah menyuruh kami' (klaim otoritas palsu), keduanya dibalas 'Pantaskah kalian mengatakan tentang Allah apa yang tidak kalian ketahui?'. Konkretnya: baik alasan 'ini sudah tradisi turun-temurun' maupun klaim 'ini diperintahkan otoritas tinggi' bukan pembenaran otomatis untuk suatu tindakan, keduanya tetap perlu diuji dasarnya secara terpisah, bukan diterima begitu saja karena terdengar meyakinkan atau familiar.
Tafsiran
Ayat ini membantah dalih tradisi turun-temurun sebagai pembenaran kekejian: Allah tidak pernah memerintahkan hal semacam itu.
Renungan dan Hikmah
- Allah merekam mereka menyebut dua alasan: nenek moyang melakukannya, dan Dia menyuruh kami. Warisan dan izin ilahi. Yang kedua ditambahkan supaya yang pertama terdengar sah.
- Allah menyuruh menyangkal yang kedua: Dia tidak memerintahkan perbuatan keji. Yang pertama tak dibantah. Yang perlu diluruskan bukan riwayatnya, melainkan penyandarannya.
- Penutupnya berupa pertanyaan: apakah kalian mengatakan atas-Nya yang tak kalian ketahui. Yang dipersoalkan bukan perbuatannya lagi. Menyandarkan sesuatu kepada-Nya tanpa keterangan disebut sebagai perkara tersendiri.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
kata-kata akar -l-m di ayat ini (mengetahui/ilmu/mengajarkan/lebih-mengetahui) mengikuti profil terjemahan lain yang sudah selaras;: kamu/-mu jamak diterjemahkan kalian (kelas morfologi corpus: 2MS hanya 'qul' tanpa kata ganti). Konvensi lm: C1 aliim diterjemahkan 'berilmu', C2 aalamiin diterjemahkan 'seisi alam', C3 verba/nomina = pemakaian diteruskan terjemahan lain (selaras). ilm=pengetahuan (kata serapan 'ilmu'); a'lam=elatif; allama=kausatif 'mengajar'.