قُلْ أَمَرَ رَبِّي بِالْقِسْطِ ۖ وَأَقِيمُوا وُجُوهَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَادْعُوهُ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ ۚ كَمَا بَدَأَكُمْ تَعُودُونَ

Katakanlah, “Tuhanku memerintahkan berlaku adil. Dan hadapkanlah wajah kalian di setiap masjid, dan berdoalah kepada-Nya dengan mengikhlaskan pertanggungjawaban kepada-Nya. Sebagaimana Dia memulai kalian, kalian akan kembali.”

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. قُلْ أَمَرَ رَبِّي بِالْقِسْطِqul amara rabbii bi-l-qisthikatakanlah, Tuhanku memerintahkan berlaku adil
  2. وَأَقِيمُوا وُجُوهَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَادْعُوهُ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَwa-aqiimuu wujuuhakum 'inda kulli masjidin wa-d'uuhu mukhlishiina lahu d-diinadan hadapkanlah wajah kalian di setiap masjid, dan berdoalah kepada-Nya dengan mengikhlaskan pertanggungjawaban kepada-Nya
  3. كَمَا بَدَأَكُمْ تَعُودُونَka-maa bada'akum ta'uuduunasebagaimana Dia memulai kalian, kalian akan kembali

Terjemahan per kata (16 kata)

  1. قُلْqulkatakanlah
  2. أَمَرَamaramemerintahkan
  3. رَبِّيrabbiiTuhanku
  4. بِالْقِسْطِbi-l-qisthidengan keadilan
  5. وَأَقِيمُواwa-aqiimuudan tegakkanlah kalian
  6. وُجُوهَكُمْwujuuhakumwajah kalian
  7. عِنْدَ'indadi sisi
  8. كُلِّkullisegala
  9. مَسْجِدٍmasjidinmasjid
  10. وَادْعُوهُwa-d'uuhudan serulah Dia
  11. مُخْلِصِينَmukhlishiinadengan memurnikan
  12. لَهُlahubaginya
  13. الدِّينَd-diinapertanggungjawaban
  14. كَمَاka-maasebagaimana
  15. بَدَأَكُمْbada'akummemulai kalian
  16. تَعُودُونَta'uuduunakalian kembali

Inti bacaan

Keadilan (qist) disebutkan sebagai perintah pertama, dan hidup dibingkai secara siklis: 'kalian akan kembali kepada-Nya sebagaimana Dia telah menciptakan kalian pada permulaan', kerangka awal-akhir ini memberi konteks bagi cara menjalani fase di antaranya. Konkretnya: menempatkan keadilan sebagai prioritas utama dalam bertindak, sambil menyadari bahwa hidup punya titik awal dan titik kembali yang jelas, membantu menjalani fase di antaranya dengan lebih terarah, bukan hidup tanpa kerangka, melainkan perjalanan dengan titik keberangkatan dan tujuan yang sudah jelas.

Tafsiran

Ayat ini merangkum tuntutan inti: keadilan, kesungguhan beribadah di setiap tempat, keikhlasan pertanggungjawaban, serta kesadaran akan kembalinya semua kepada Allah.

Renungan dan Hikmah

  • Allah memerintahkan berlaku adil sebelum menyebut masjid dan doa. Urusan sesama didahulukan atas urusan ibadah. Susunan itu menutup pembacaan bahwa yang satu bisa menebus yang lain.
  • Allah menyuruh menghadapkan wajah di setiap masjid, bukan di satu tempat tertentu. Tempatnya dibuka. Yang menentukan sahnya menghadap bukan alamatnya, melainkan ke mana ia dihadapkan.
  • Allah menutup dengan menyebut sebagaimana Dia memulai kalian, kalian akan kembali. Awal dipakai untuk menerangkan akhir. Yang sudah pernah terjadi sekali dijadikan bukti bahwa ia bisa terjadi lagi.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

terjemahan lain menerjemahkan diin di sini sbg 'ketaatan/pengabdian'. terjemahan ini menyeragamkan ke 'pertanggungjawaban' lintas 87 ayat akar diin. Rollout kelompok (b) akar diin. Penyeragaman 'pertanggungjawaban' menegakkan Prinsip #1 (konsistensi leksikal) & menyanggah reduksi 'agama=institusi'. PASS: berbasis terjemahan lain edisi terkini dgn kata diin ditukar. ' akar d-y-n (dyn), sense 'ketaatan/pengabdian kepada Allah'. Diverifikasi corpus Leeds (root dyn). Konvensi terjemahan ini: diin diterjemahkan 'pertanggungjawaban' (kata payung; definisi-jangkar & entri kanonik 1:4).