فَرِيقًا هَدَىٰ وَفَرِيقًا حَقَّ عَلَيْهِمُ الضَّلَالَةُ ۗ إِنَّهُمُ اتَّخَذُوا الشَّيَاطِينَ أَوْلِيَاءَ مِنْ دُونِ اللَّهِ وَيَحْسَبُونَ أَنَّهُمْ مُهْتَدُونَ
Segolongan Dia beri petunjuk, dan segolongan lagi, kesesatan telah pasti atas mereka; sesungguhnya mereka menjadikan setan-setan sebagai wali selain Allah, dan mereka mengira bahwa mereka mendapat petunjuk.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- فَرِيقًا هَدَىٰ وَفَرِيقًا حَقَّ عَلَيْهِمُ الضَّلَالَةُfariiqan hadaa wa-fariiqan haqqa 'alayhimu dh-dhalaalatusegolongan Dia beri petunjuk, dan segolongan lagi, kesesatan telah pasti atas mereka
- إِنَّهُمُ اتَّخَذُوا الشَّيَاطِينَ أَوْلِيَاءَ مِنْ دُونِ اللَّهِ وَيَحْسَبُونَ أَنَّهُمْ مُهْتَدُونَinnahumu ttakhadzuu sy-syayaathiina awliyaa'a min duuni llaahi wa-yahsabuuna annahum muhtaduunasesungguhnya mereka menjadikan setan-setan sebagai wali selain Allah, dan mereka mengira bahwa mereka mendapat petunjuk
Terjemahan per kata (16 kata)
- فَرِيقًاfariiqansegolongan
- هَدَىٰhadaamemberi petunjuk
- وَفَرِيقًاwa-fariiqandan segolongan
- حَقَّhaqqabenar
- عَلَيْهِمُ'alayhimuatas mereka
- الضَّلَالَةُdh-dhalaalatukesesatan
- إِنَّهُمُinnahumusesungguhnya mereka
- اتَّخَذُواttakhadzuumereka mengambil
- الشَّيَاطِينَsy-syayaathiinasetan-setan
- أَوْلِيَاءَawliyaa'apara pelindung
- مِنْmindari
- دُونِduuniselain
- اللَّهِllaahiAllah
- وَيَحْسَبُونَwa-yahsabuunadan mereka mengira
- أَنَّهُمْannahumbahwa mereka
- مُهْتَدُونَmuhtaduunaorang-orang yang mendapat petunjuk
Inti bacaan
Detail yang mengkhawatirkan: mereka yang tersesat 'mengira bahwa mereka mendapat petunjuk', kesesatan di sini bukan disertai kesadaran, melainkan keyakinan diri yang salah bahwa mereka sudah di jalan yang benar. Konkretnya: keyakinan diri yang kuat bukan jaminan bahwa arah yang diambil sudah benar, seseorang bisa sepenuhnya yakin sedang berada di jalur yang tepat padahal sebenarnya keliru; kerendahan hati untuk terus memeriksa ulang arah lewat sumber verifikasi eksternal (bukan hanya keyakinan internal) adalah pengaman penting terhadap kesalahan jenis ini.
Penjelasan pilihan kata
Struktur kalimat disesuaikan lbh dekat ke urutan Arab drpd draf ('kesesatan telah pasti atas mereka' menerjemahkan 'haqqa alayhimu d-dalaalatu' langsung).
Tafsiran
Ayat ini menutup bagian ini dengan pembagian nasib: sebagian mendapat petunjuk, sebagian tersesat karena memilih setan sebagai pelindung sambil mengira diri mereka benar.
Renungan dan Hikmah
- Untuk golongan pertama Allah menyebut diri-Nya sebagai yang memberi petunjuk. Untuk golongan kedua yang disebut justru perbuatan mereka sendiri. Kalimatnya sengaja tidak seimbang: petunjuk dinisbatkan ke atas, sedangkan kesesatan ke pilihan yang membawanya.
- Kata yang dipakai untuk setan-setan itu wali, yaitu pelindung yang dipilih, bukan penguasa yang memaksa. Tak ada paksaan yang disebutkan. Orang tidak jatuh ke dalam perlindungan; ia mendatanginya karena mengira di sana ada yang menjaganya.
- Allah meletakkan keterangan tentang sangkaan mereka di ujung kalimat, sesudah semuanya. Ayat ini ditutup bukan dengan hukuman, melainkan dengan keadaan batin. Yang tertinggal di ingatan pembaca bukan nasib mereka, melainkan cara mereka memandang diri sendiri.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar f-r-q, h-d-y, h-q-q, d-l-l, a-kh-dz, sh-t-n, w-l-y, d-w-n, a-l-h, h-s-b): fariiq diterjemahkan 'golongan' (akar f-r-q); haqqa alayhim diterjemahkan 'pasti atas mereka' (akar h-q-q); ad-dalaalah diterjemahkan 'kesesatan' (akar d-l-l putaran 78); awliyaa' diterjemahkan 'wali' (WLY); muhtaduun diterjemahkan 'mendapat petunjuk' (akar h-d-y HDY). footnote-marker dibuang.