قُلْ مَنْ حَرَّمَ زِينَةَ اللَّهِ الَّتِي أَخْرَجَ لِعِبَادِهِ وَالطَّيِّبَاتِ مِنَ الرِّزْقِ ۚ قُلْ هِيَ لِلَّذِينَ آمَنُوا فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا خَالِصَةً يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۗ كَذَٰلِكَ نُفَصِّلُ الْآيَاتِ لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَ

Katakanlah, “Siapakah yang mengharamkan perhiasan Allah yang Dia keluarkan bagi hamba-hamba-Nya, dan rezeki yang baik-baik?” Katakanlah, “Semua itu bagi orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia, khusus pada Hari Kiamat.” Demikianlah Kami menjelaskan tanda-tanda secara terperinci bagi kaum yang mengetahui.

Terjemahan bertahap (3 jeda)
  1. قُلْ مَنْ حَرَّمَ زِينَةَ اللَّهِ الَّتِي أَخْرَجَ لِعِبَادِهِ وَالطَّيِّبَاتِ مِنَ الرِّزْقِqul man harrama ziinata llaahi llatii akhraja li-ibaadihi wa-t-tayyibaati mina r-rizqikatakanlah, siapakah yang mengharamkan perhiasan Allah yang Dia keluarkan bagi hamba-hamba-Nya, dan rezeki yang baik-baik
  2. قُلْ هِيَ لِلَّذِينَ آمَنُوا فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا خَالِصَةً يَوْمَ الْقِيَامَةِqul hiya li-lladziina aamanuu fii l-hayaati d-dunyaa khaalisatan yawma l-qiyaamatikatakanlah, semua itu bagi orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia, khusus pada Hari Kiamat
  3. كَذَٰلِكَ نُفَصِّلُ الْآيَاتِ لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَka-dzaalika nufassilu l-aayaati li-qawmin ya'lamuunademikianlah Kami menjelaskan tanda-tanda secara terperinci bagi kaum yang mengetahui
Catatan pilihan kata (ringkas)

Akar akar a-y (aayah), 353 ayat / 382 kemunculan, SATU lema, tak ada dasar morfologis utk memecahnya. alaamah); 'verse of the Kur-án' cuma sense turunan KE-8, di-hedge Lane sendiri: ''. Bukti internal: satu kata menampung manusia (Isa 19:21), hewan (unta 7:73), benda (tongkat 7:106), bahasa & warna kulit (30:22), kisah (26:8), monumen (26:128), DAN satuan teks, hanya 'tanda' yang menampung semuanya. Keputusan Pak FD 16 Jul: 'tanda' TANPA pengecualian (diuji: 'tanda' tak mustahil bahkan di 2:252/10:1/24:1/41:3). tambahan terjemahan lain '(kebesaran)/(kekuasaan)' dibuang, TIDAK ADA di teks Arab. Lih. sebagian penerjemah: 'Say thou: “Who has made unlawful the adornment of God which He brought forth for His servants, and the good things of provision?” Say thou: “These are for those who heed warning in the life of this world exclusively on the Day of Resurrection.” Thus do We set out and detail the proofs for people who know.'

Aplikasi

Pertanyaan retoris 'siapakah yang mengharamkan perhiasan Allah?' menolak asketisme berlebihan yang tidak berdasar, hal-hal baik dalam hidup dunia dinikmati bersama (beriman maupun tidak) sebelum menjadi eksklusif bagi yang beriman kelak. Konkretnya: menolak sesuatu yang baik dan halal atas nama kesalehan (padahal tidak ada dasar pelarangannya) adalah kesalahan yang sama seriusnya dengan berlebihan menikmatinya, kesalehan sejati bukan soal menyiksa diri dari hal-hal baik, melainkan soal bagaimana menikmatinya dengan kesadaran dan rasa syukur.