قُلْ مَنْ حَرَّمَ زِينَةَ اللَّهِ الَّتِي أَخْرَجَ لِعِبَادِهِ وَالطَّيِّبَاتِ مِنَ الرِّزْقِ ۚ قُلْ هِيَ لِلَّذِينَ آمَنُوا فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا خَالِصَةً يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۗ كَذَٰلِكَ نُفَصِّلُ الْآيَاتِ لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَ
Katakanlah, “Siapakah yang mengharamkan perhiasan Allah yang Dia keluarkan bagi hamba-hamba-Nya, dan rezeki yang baik-baik?” Katakanlah, “Semua itu bagi orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia, khusus pada Hari Kiamat.” Demikianlah Kami menjelaskan tanda-tanda secara terperinci bagi kaum yang mengetahui.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- قُلْ مَنْ حَرَّمَ زِينَةَ اللَّهِ الَّتِي أَخْرَجَ لِعِبَادِهِ وَالطَّيِّبَاتِ مِنَ الرِّزْقِqul man harrama ziinata llaahi llatii akhraja li-'ibaadihi wa-th-thayyibaati mina r-rizqikatakanlah, siapakah yang mengharamkan perhiasan Allah yang Dia keluarkan bagi hamba-hamba-Nya, dan rezeki yang baik-baik
- قُلْ هِيَ لِلَّذِينَ آمَنُوا فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا خَالِصَةً يَوْمَ الْقِيَامَةِqul hiya li-lladziina aamanuu fii l-hayaati d-dunyaa khaalishatan yawma l-qiyaamatikatakanlah, semua itu bagi orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia, khusus pada Hari Kiamat
- كَذَٰلِكَ نُفَصِّلُ الْآيَاتِ لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَka-dzaalika nufashshilu l-aayaati li-qawmin ya'lamuunademikianlah Kami menjelaskan tanda-tanda secara terperinci bagi kaum yang mengetahui
Terjemahan per kata (26 kata)
- قُلْqulkatakanlah
- مَنْmanorang yang
- حَرَّمَharramamengharamkan
- زِينَةَziinataperhiasan
- اللَّهِllaahiAllah
- الَّتِيllatiiyang
- أَخْرَجَakhrajamengeluarkan
- لِعِبَادِهِli-'ibaadihibagi hamba-hamba-Nya
- وَالطَّيِّبَاتِwa-th-thayyibaatidan yang baik-baik
- مِنَminadari
- الرِّزْقِr-rizqirezeki
- قُلْqulkatakanlah
- هِيَhiyaia
- لِلَّذِينَli-lladziinabagi orang-orang yang
- آمَنُواaamanuuberiman
- فِيfiidalam
- الْحَيَاةِl-hayaatikehidupan
- الدُّنْيَاd-dunyaadunia
- خَالِصَةًkhaalishatankhusus
- يَوْمَyawmahari
- الْقِيَامَةِl-qiyaamatiKiamat
- كَذَٰلِكَka-dzaalikademikianlah
- نُفَصِّلُnufashshiluKami merinci
- الْآيَاتِl-aayaatitanda-tanda
- لِقَوْمٍli-qawminbagi kaum
- يَعْلَمُونَya'lamuunamengetahui
Inti bacaan
Pertanyaan retoris 'siapakah yang mengharamkan perhiasan Allah?' menolak asketisme berlebihan yang tidak berdasar, hal-hal baik dalam hidup dunia dinikmati bersama (beriman maupun tidak) sebelum menjadi eksklusif bagi yang beriman kelak. Konkretnya: menolak sesuatu yang baik dan halal atas nama kesalehan (padahal tidak ada dasar pelarangannya) adalah kesalahan yang sama seriusnya dengan berlebihan menikmatinya, kesalehan sejati bukan soal menyiksa diri dari hal-hal baik, melainkan soal bagaimana menikmatinya dengan kesadaran dan rasa syukur.
Tafsiran
Ayat ini menegaskan bahwa perhiasan dan rezeki baik adalah karunia Allah, bukan sesuatu untuk diharamkan sendiri: kata 'khusus' (khaalisatan) pada Hari Kiamat mengisyaratkan bahwa di dunia kenikmatan ini dapat dinikmati siapa saja, namun kelak menjadi eksklusif bagi orang-orang beriman.
Renungan dan Hikmah
- Larangan yang tidak berdasar dijawab dengan pertanyaan: siapakah yang mengharamkannya? Allah menuntut nama penetapnya. Sebuah aturan yang tak bisa disebutkan siapa penetapnya biasanya memang tak pernah ditetapkan siapa pun.
- Yang hendak diharamkan orang disebut perhiasan Allah, dengan kata kepemilikan. Bukan perhiasan dunia. Menolak sesuatu jadi jauh lebih berat ketika yang ditolak sudah dinamai sebagai milik siapa.
- Di dunia kenikmatan itu disebut untuk orang beriman, dan baru khusus bagi mereka pada Hari Kiamat. Sekarang dibagi, kelak tidak. Yang membedakan bukan boleh atau tidaknya menikmati, melainkan siapa yang masih menikmatinya nanti.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
akar a-y (aayah), 353 ayat / 382 kemunculan, SATU lema, tak ada dasar morfologis utk memecahnya. tambahan terjemahan lain '(kebesaran)/(kekuasaan)' dibuang, TIDAK ADA di teks Arab.