وَلِكُلِّ أُمَّةٍ أَجَلٌ ۖ فَإِذَا جَاءَ أَجَلُهُمْ لَا يَسْتَأْخِرُونَ سَاعَةً ۖ وَلَا يَسْتَقْدِمُونَ

Dan bagi setiap umat ada ajal; maka apabila ajal mereka datang, mereka tidak dapat menundanya sesaat pun dan tidak dapat pula mempercepatnya.

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. وَلِكُلِّ أُمَّةٍ أَجَلٌwa-li-kulli ummatin ajalundan bagi setiap umat ada ajal
  2. فَإِذَا جَاءَ أَجَلُهُمْ لَا يَسْتَأْخِرُونَ سَاعَةًfa-idzaa jaa'a ajaluhum laa yasta'khiruuna saa'atanmaka apabila ajal mereka datang, mereka tidak dapat menundanya sesaat pun
  3. وَلَا يَسْتَقْدِمُونَwa-laa yastaqdimuunadan tidak dapat pula mempercepatnya

Terjemahan per kata (11 kata)

  1. وَلِكُلِّwa-li-kullidan bagi setiap
  2. أُمَّةٍummatinumat
  3. أَجَلٌajalunajal
  4. فَإِذَاfa-idzaamaka apabila
  5. جَاءَjaa'adatang
  6. أَجَلُهُمْajaluhumajal mereka
  7. لَاlaatidak
  8. يَسْتَأْخِرُونَyasta'khiruunamereka mengundurkan
  9. سَاعَةًsaa'atansesaat
  10. وَلَاwa-laadan tidak pula
  11. يَسْتَقْدِمُونَyastaqdimuunamereka memajukan

Inti bacaan

'Bagi setiap umat ada ajal; mereka tidak dapat menundanya sesaat pun dan tidak dapat pula mempercepatnya', waktu yang telah ditetapkan tidak bisa dipercepat oleh ketergesaan maupun ditunda oleh penghindaran. Konkretnya: baik ketergesaan berlebihan (mencoba memaksakan sesuatu terjadi lebih cepat dari waktunya) maupun penundaan berlebihan (menghindar dari sesuatu yang pasti akan tiba) sama-sama sia-sia terhadap hal-hal yang sudah punya waktunya sendiri, menerima ritme alami suatu proses, tanpa memaksakan percepatan atau penundaan, adalah sikap yang lebih realistis.

Tafsiran

Ayat ini menegaskan bahwa setiap umat memiliki batas waktu tetap yang tidak bisa digeser sedikit pun, baik dimajukan maupun ditunda.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut bagi setiap umat ada ajal. Bukan hanya perseorangan. Kelompok pun punya masa, dan masanya dihitung tersendiri.
  • Allah menyebut mereka tidak dapat menundanya sesaat pun. Ukuran terkecil. Yang selama ini terasa bisa diatur ternyata tak bergeser sedikit pun.
  • Allah menambahkan mereka juga tak dapat mempercepatnya. Dua arah tertutup. Yang tak bisa ditunda juga tak bisa didahului, dan itu menutup permintaan menyegerakan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar k-l-l, a-m-m, a-j-l, j-y-a, a-kh-r, s-w-', q-d-m): ajal diterjemahkan 'ajal (batas waktu)'; laa yasta'khiruuna…wa laa yastaqdimuun diterjemahkan 'tidak menunda…tidak mempercepat' (akar '-kh-r, akar q-d-m). gloss '(batas waktu)' dibuang.