فَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنِ افْتَرَىٰ عَلَى اللَّهِ كَذِبًا أَوْ كَذَّبَ بِآيَاتِهِ ۚ أُولَٰئِكَ يَنَالُهُمْ نَصِيبُهُمْ مِنَ الْكِتَابِ ۖ حَتَّىٰ إِذَا جَاءَتْهُمْ رُسُلُنَا يَتَوَفَّوْنَهُمْ قَالُوا أَيْنَ مَا كُنْتُمْ تَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ ۖ قَالُوا ضَلُّوا عَنَّا وَشَهِدُوا عَلَىٰ أَنْفُسِهِمْ أَنَّهُمْ كَانُوا كَافِرِينَ

Maka siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah, atau mendustakan tanda-tanda-Nya? Mereka itu akan memperoleh bagian mereka dari ketetapan, sehingga apabila utusan-utusan Kami datang kepada mereka untuk mewafatkan mereka, mereka berkata, “Manakah yang dahulu kalian sembah selain Allah?” Mereka menjawab, “Semuanya telah lenyap dari kami,” dan mereka menjadi saksi atas diri mereka sendiri bahwa mereka dahulu orang-orang yang kufur.

Terjemahan bertahap (4 jeda)

  1. فَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنِ افْتَرَىٰ عَلَى اللَّهِ كَذِبًا أَوْ كَذَّبَ بِآيَاتِهِfa-man azhlamu mimmani ftaraa 'alaa llaahi kadziban aw kadzdzaba bi-aayaatihimaka siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah, atau mendustakan tanda-tanda-Nya
  2. أُولَٰئِكَ يَنَالُهُمْ نَصِيبُهُمْ مِنَ الْكِتَابِulaa'ika yanaaluhum nashiibuhum mina l-kitaabimereka itu akan memperoleh bagian mereka dari ketetapan
  3. حَتَّىٰ إِذَا جَاءَتْهُمْ رُسُلُنَا يَتَوَفَّوْنَهُمْ قَالُوا أَيْنَ مَا كُنْتُمْ تَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِhattaa idzaa jaa'atsum rusulunaa yatawaffawnahum qaaluu ayna maa kuntum tad'uuna min duuni llaahisehingga apabila utusan-utusan Kami datang kepada mereka untuk mewafatkan mereka, mereka berkata, manakah yang dahulu kalian sembah selain Allah
  4. قَالُوا ضَلُّوا عَنَّا وَشَهِدُوا عَلَىٰ أَنْفُسِهِمْ أَنَّهُمْ كَانُوا كَافِرِينَqaaluu dhalluu 'annaa wa-syahiduu 'alaa anfusihim annahum kaanuu kaafiriinamereka menjawab, semuanya telah lenyap dari kami, dan mereka menjadi saksi atas diri mereka sendiri bahwa mereka dahulu orang-orang yang kufur

Terjemahan per kata (37 kata)

  1. فَمَنْfa-manmaka orang yang
  2. أَظْلَمُazhlamulebih zalim
  3. مِمَّنِmimmanidaripada siapa
  4. افْتَرَىٰftaraamengada-ada
  5. عَلَى'alaaatas
  6. اللَّهِllaahiAllah
  7. كَذِبًاkadzibankebohongan
  8. أَوْawatau
  9. كَذَّبَkadzdzabamendustakan
  10. بِآيَاتِهِbi-aayaatihipada tanda-tanda-Nya
  11. أُولَٰئِكَulaa'ikamereka itu
  12. يَنَالُهُمْyanaaluhummenimpa mereka
  13. نَصِيبُهُمْnashiibuhumbagian mereka
  14. مِنَminadari
  15. الْكِتَابِl-kitaabiKitab
  16. حَتَّىٰhattaasampai
  17. إِذَاidzaaapabila
  18. جَاءَتْهُمْjaa'atsumdatang kepada mereka
  19. رُسُلُنَاrusulunaarasul-rasul Kami
  20. يَتَوَفَّوْنَهُمْyatawaffawnahummewafatkan mereka
  21. قَالُواqaaluumereka berkata
  22. أَيْنَaynadi mana
  23. مَاmaaapa yang
  24. كُنْتُمْkuntumkalian selalu
  25. تَدْعُونَtad'uunakalian seru
  26. مِنْmindari
  27. دُونِduuniselain
  28. اللَّهِllaahiAllah
  29. قَالُواqaaluumereka berkata
  30. ضَلُّواdhalluumereka sesat
  31. عَنَّا'annaadari kami
  32. وَشَهِدُواwa-syahiduudan mereka menyaksikan
  33. عَلَىٰ'alaaatas
  34. أَنْفُسِهِمْanfusihimdiri mereka sendiri
  35. أَنَّهُمْannahumbahwa mereka
  36. كَانُواkaanuumereka adalah
  37. كَافِرِينَkaafiriinaorang-orang kafir

Inti bacaan

Momen pencabutan nyawa digambarkan sebagai saat penyingkapan mendadak: 'Manakah sembahan yang biasa kalian sembah? Semuanya telah lenyap dari kami', segala yang diandalkan selama hidup terbukti tidak hadir tepat di titik yang paling dibutuhkan. Konkretnya: sesuatu yang diandalkan sepanjang hidup (status, koneksi, kekayaan) baru benar-benar teruji keandalannya di momen-momen krisis paling mendasar, memeriksa lebih awal apakah sandaran hidup yang dipilih benar-benar akan hadir di momen genting, atau hanya ilusi yang nyaman selama semuanya baik-baik saja.

Tafsiran

Ayat ini menggambarkan detik-detik kematian pendusta Allah: seruan mereka kepada sesembahan lain terbukti sia-sia, dan mereka sendiri bersaksi atas kekufuran mereka.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyandingkan mengada-adakan kebohongan atas-Nya dengan mendustakan tanda-tanda-Nya. Menambah dan mengurangi. Keduanya disebut dalam satu pertanyaan, jadi satu jenis kezaliman.
  • Allah menyebut mereka tetap memperoleh bagian mereka dari ketetapan. Jatahnya tak dipotong. Penolakan tidak membuat pemberian di dunia dihentikan, dan itu yang menipu.
  • Allah menyebut batasnya: sampai utusan-utusan-Nya datang mewafatkan mereka. Bagian tadi berhenti di situ. Yang tak berubah selama hidup diselesaikan pada satu titik yang tak bisa ditawar.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

akar a-y (aayah), 353 ayat / 382 kemunculan, SATU lema, tak ada dasar morfologis utk memecahnya. tambahan terjemahan lain '(kebesaran)/(kekuasaan)' dibuang, TIDAK ADA di teks Arab.