إِنَّ الَّذِينَ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا وَاسْتَكْبَرُوا عَنْهَا لَا تُفَتَّحُ لَهُمْ أَبْوَابُ السَّمَاءِ وَلَا يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ حَتَّىٰ يَلِجَ الْجَمَلُ فِي سَمِّ الْخِيَاطِ ۚ وَكَذَٰلِكَ نَجْزِي الْمُجْرِمِينَ
Sesungguhnya orang-orang yang mendustakan tanda-tanda Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit dan mereka tidak akan masuk taman sampai unta masuk ke dalam lubang jarum. Demikianlah Kami membalas orang-orang yang berbuat durhaka.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- إِنَّ الَّذِينَ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا وَاسْتَكْبَرُوا عَنْهَا لَا تُفَتَّحُ لَهُمْ أَبْوَابُ السَّمَاءِ وَلَا يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ حَتَّىٰ يَلِجَ الْجَمَلُ فِي سَمِّ الْخِيَاطِinna lladziina kadzdzabuu bi-aayaatinaa wa-stakbaruu anhaa laa tufattahu lahum abwaabu s-samaa'i wa-laa yadkhuluuna l-jannata hattaa yalija l-jamalu fii sammi l-khiyaatisesungguhnya orang-orang yang mendustakan tanda-tanda Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit dan mereka tidak akan masuk taman sampai unta masuk ke dalam lubang jarum
- وَكَذَٰلِكَ نَجْزِي الْمُجْرِمِينَwa-ka-dzaalika najzii l-mujrimiinademikianlah Kami membalas orang-orang yang berbuat durhaka
Catatan pilihan kata (ringkas)
Akar akar a-y (aayah), 353 ayat / 382 kemunculan, SATU lema, tak ada dasar morfologis utk memecahnya. alaamah); 'verse of the Kur-án' cuma sense turunan KE-8, di-hedge Lane sendiri: ''. Bukti internal: satu kata menampung manusia (Isa 19:21), hewan (unta 7:73), benda (tongkat 7:106), bahasa & warna kulit (30:22), kisah (26:8), monumen (26:128), DAN satuan teks, hanya 'tanda' yang menampung semuanya. Keputusan Pak FD 16 Jul: 'tanda' TANPA pengecualian (diuji: 'tanda' tak mustahil bahkan di 2:252/10:1/24:1/41:3). tambahan terjemahan lain '(kebesaran)/(kekuasaan)' dibuang, TIDAK ADA di teks Arab. Lih. sebagian penerjemah: 'Those who deny Our proofs and wax proud at them: for them the gates of heaven will not be opened, nor will they enter the Garden any more than a twisted rope can pass through the eye of a needle; and thus We requite the lawbreakers.'
Aplikasi
Metafora hiperbolik 'unta masuk ke dalam lubang jarum' menandai kemustahilan mutlak, bukan kesulitan besar yang masih mungkin, melainkan sesuatu yang secara struktural tidak mungkin terjadi bagi kombinasi mendustakan+menyombongkan diri. Konkretnya: ada kombinasi sikap (penolakan kebenaran disertai kesombongan menolak mempertimbangkan ulang) yang menutup kemungkinan perubahan secara struktural, bukan sekadar sulit, mengenali kapan kombinasi ini sudah terbentuk pada diri sendiri penting dilakukan sebelum menjadi semustahil metafora ini.