لَهُمْ مِنْ جَهَنَّمَ مِهَادٌ وَمِنْ فَوْقِهِمْ غَوَاشٍ ۚ وَكَذَٰلِكَ نَجْزِي الظَّالِمِينَ
Bagi mereka dari Jahanam ada alas, dan dari atas mereka ada selubung; dan demikianlah Kami membalas orang-orang yang zalim.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- لَهُمْ مِنْ جَهَنَّمَ مِهَادٌ وَمِنْ فَوْقِهِمْ غَوَاشٍlahum min jahannama mihaadun wa-min fawqihim ghawaashinbagi mereka dari Jahanam ada alas, dan dari atas mereka ada selubung
- وَكَذَٰلِكَ نَجْزِي الظَّالِمِينَwa-ka-dzaalika najzii zh-zhaalimiinadan demikianlah Kami membalas orang-orang yang zalim
Catatan pilihan kata (ringkas)
(akar m-h-d, f-w-q, gh-sh-w, j-z-y, zh-l-m): mihaad diterjemahkan 'alas tidur (hamparan)'; ghawaash diterjemahkan 'selimut (penutup)'. gloss '(disediakan)/(api neraka)' dibuang.
Aplikasi
Ironi getir: benda-benda yang seharusnya memberi kenyamanan (alas tidur, selimut) justru menjadi unsur siksaan, hal yang secara normal menenangkan berbalik menjadi bagian dari konsekuensi yang menyiksa. Konkretnya: kenyamanan yang diperoleh lewat cara yang zalim/salah tidak benar-benar memberi ketenangan sejati, bahkan berpotensi berbalik menjadi sumber ketidaknyamanan itu sendiri, kualitas cara memperoleh sesuatu memengaruhi apakah hasil akhirnya benar-benar menenangkan atau justru sebaliknya.