لَهُمْ مِنْ جَهَنَّمَ مِهَادٌ وَمِنْ فَوْقِهِمْ غَوَاشٍ ۚ وَكَذَٰلِكَ نَجْزِي الظَّالِمِينَ

Bagi mereka dari Jahanam ada alas, dan dari atas mereka ada selubung; dan demikianlah Kami membalas orang-orang yang zalim.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. لَهُمْ مِنْ جَهَنَّمَ مِهَادٌ وَمِنْ فَوْقِهِمْ غَوَاشٍlahum min jahannama mihaadun wa-min fawqihim ghawaasyinbagi mereka dari Jahanam ada alas, dan dari atas mereka ada selubung
  2. وَكَذَٰلِكَ نَجْزِي الظَّالِمِينَwa-ka-dzaalika najzii zh-zhaalimiinadan demikianlah Kami membalas orang-orang yang zalim

Terjemahan per kata (10 kata)

  1. لَهُمْlahumbagi mereka
  2. مِنْmindari
  3. جَهَنَّمَjahannamaJahanam
  4. مِهَادٌmihaadunhamparan
  5. وَمِنْwa-mindan dari
  6. فَوْقِهِمْfawqihimatas mereka
  7. غَوَاشٍghawaasyinselimut
  8. وَكَذَٰلِكَwa-ka-dzaalikadan demikianlah
  9. نَجْزِيnajziiKami membalas
  10. الظَّالِمِينَzh-zhaalimiinayang zalim

Inti bacaan

Ironi getir: benda-benda yang seharusnya memberi kenyamanan (alas tidur, selimut) justru menjadi unsur siksaan, hal yang secara normal menenangkan berbalik menjadi bagian dari konsekuensi yang menyiksa. Konkretnya: kenyamanan yang diperoleh lewat cara yang zalim/salah tidak benar-benar memberi ketenangan sejati, bahkan berpotensi berbalik menjadi sumber ketidaknyamanan itu sendiri, kualitas cara memperoleh sesuatu memengaruhi apakah hasil akhirnya benar-benar menenangkan atau justru sebaliknya.

Penjelasan pilihan kata

'selimut'→'selubung': 'ghawaashin' (akar g$w, penutup yg menyelubungi/menutupi) konotasi lbh dekat 'selubung/penutup' drpd 'selimut' yg tersirat kenyamanan, tak sesuai konteks azab. 'Jahanam' dipertahankan transliterasi (nama diri eksplisit).

Tafsiran

Ayat ini menggambarkan kondisi terjepit orang-orang zalim: dari bawah Jahanam sebagai alas, dari atas selubung yang menutupi, tanpa jalan keluar.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut dua arah saja, dari bawah dan dari atas. Bukan dari depan atau dari belakang. Dua arah itu justru yang tak pernah dijaga siapa pun, sebab selama hidup keduanya yang menopang dan yang menaungi.
  • Kata yang dipakai Allah di penutup membalas, bukan menyiksa. Sebuah balasan mengandaikan ada yang lebih dahulu dikerjakan. Yang digambarkan bukan sesuatu yang menimpa dari luar, melainkan sesuatu yang bersambung dengan apa yang sudah ada.
  • Kalimat ini dimulai dengan mereka dan berakhir dengan sebutan orang-orang yang zalim. Yang tadinya cerita tentang sekelompok orang berubah menjadi keterangan tentang sebuah sifat. Pembacanya tidak lagi diminta mengenali siapa, melainkan memeriksa apa.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar m-h-d, f-w-q, gh-sh-w, j-z-y, zh-l-m): mihaad diterjemahkan 'alas tidur (hamparan)'; ghawaash diterjemahkan 'selimut (penutup)'. gloss '(disediakan)/(api neraka)' dibuang.