وَالَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَا نُكَلِّفُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا أُولَٰئِكَ أَصْحَابُ الْجَنَّةِ ۖ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ
Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh , Kami tidak membebani suatu jiwa kecuali menurut kesanggupannya , mereka itulah penghuni taman; mereka kekal di dalamnya.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَالَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَا نُكَلِّفُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا أُولَٰئِكَ أَصْحَابُ الْجَنَّةِwa-lladziina aamanuu wa-amiluu s-saalihaati laa nukallifu nafsan illaa wus'ahaa ulaa'ika ashaabu l-jannatidan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh — Kami tidak membebani suatu jiwa kecuali menurut kesanggupannya — mereka itulah penghuni taman
- هُمْ فِيهَا خَالِدُونَhum fiihaa khaaliduunamereka kekal di dalamnya
Catatan pilihan kata (ringkas)
(akar a-m-n, '-m-l, s-l-h, k-l-f, n-f-s, w-s-', s-h-b, j-n-n, kh-l-d): wus' diterjemahkan 'kesanggupan' (akar w-s-'); ashaab al-jannah diterjemahkan 'penghuni surga'. gloss '(Adapun)' dibuang.
Aplikasi
Prinsip 'Kami tidak membebani suatu jiwa kecuali menurut kesanggupannya' ditegaskan tepat di tengah penyebutan syarat masuk surga, standar yang dituntut selalu proporsional dengan kapasitas nyata, bukan patokan mustahil. Konkretnya: standar yang ditetapkan untuk diri sendiri atau orang lain (di tempat kerja, dalam mendidik anak, dalam menilai diri) semestinya realistis dan proporsional dengan kapasitas nyata yang dimiliki, menuntut lebih dari kesanggupan sebenarnya adalah standar yang tidak adil, dan prinsip ini eksplisit ditegaskan berlaku bahkan untuk hal setinggi syarat masuk surga.