وَنَزَعْنَا مَا فِي صُدُورِهِمْ مِنْ غِلٍّ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهِمُ الْأَنْهَارُ ۖ وَقَالُوا الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي هَدَانَا لِهَٰذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَا أَنْ هَدَانَا اللَّهُ ۖ لَقَدْ جَاءَتْ رُسُلُ رَبِّنَا بِالْحَقِّ ۖ وَنُودُوا أَنْ تِلْكُمُ الْجَنَّةُ أُورِثْتُمُوهَا بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

Dan Kami mencabut dari dada mereka rasa dendam yang ada; mengalir di bawah mereka sungai-sungai. Dan mereka berkata, “Segala puji bagi Allah yang telah menunjuki kami kepada ini; dan kami tidak akan mendapat petunjuk sekiranya Allah tidak menunjuki kami. Sungguh, rasul-rasul Tuhan kami telah datang membawa kebenaran.” Dan diserukan kepada mereka, “Itulah taman yang telah diwariskan kepada kalian karena apa yang selalu kalian kerjakan.”

Terjemahan bertahap (4 jeda)

  1. وَنَزَعْنَا مَا فِي صُدُورِهِمْ مِنْ غِلٍّ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهِمُ الْأَنْهَارُwa-naza'naa maa fii shuduurihim min ghillin tajrii min tahtihimu l-anhaarudan Kami mencabut dari dada mereka rasa dendam yang ada; mengalir di bawah mereka sungai-sungai
  2. وَقَالُوا الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي هَدَانَا لِهَٰذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَا أَنْ هَدَانَا اللَّهُwa-qaaluu l-hamdu li-llaahi lladzii hadaanaa li-haadzaa wa-maa kunnaa li-nahtadiya lawlaa an hadaanaa llaahudan mereka berkata, segala puji bagi Allah yang telah menunjuki kami kepada ini, dan kami tidak akan mendapat petunjuk sekiranya Allah tidak menunjuki kami
  3. لَقَدْ جَاءَتْ رُسُلُ رَبِّنَا بِالْحَقِّla-qad jaa'at rusulu rabbinaa bi-l-haqqisungguh, rasul-rasul Tuhan kami telah datang membawa kebenaran
  4. وَنُودُوا أَنْ تِلْكُمُ الْجَنَّةُ أُورِثْتُمُوهَا بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَwa-nuuduu an tilkumu l-jannatu uuritstumuuhaa bi-maa kuntum ta'maluunadan diserukan kepada mereka, itulah taman yang telah diwariskan kepada kalian karena apa yang selalu kalian kerjakan

Terjemahan per kata (36 kata)

  1. وَنَزَعْنَاwa-naza'naadan Kami mencabut
  2. مَاmaaapa yang
  3. فِيfiidalam
  4. صُدُورِهِمْshuduurihimdada mereka
  5. مِنْmindari
  6. غِلٍّghillindendam
  7. تَجْرِيtajriimengalir
  8. مِنْmindari
  9. تَحْتِهِمُtahtihimubawah mereka
  10. الْأَنْهَارُl-anhaarusungai-sungai
  11. وَقَالُواwa-qaaluudan mereka berkata
  12. الْحَمْدُl-hamdusegala puji
  13. لِلَّهِli-llaahibagi Allah
  14. الَّذِيlladziiyang
  15. هَدَانَاhadaanaamemberi petunjuk kepada kami
  16. لِهَٰذَاli-haadzaakepada ini
  17. وَمَاwa-maadan tidaklah
  18. كُنَّاkunnaakami adalah
  19. لِنَهْتَدِيَli-nahtadiyaagar kami mendapat petunjuk
  20. لَوْلَاlawlaamengapa tidak
  21. أَنْanbahwa
  22. هَدَانَاhadaanaamemberi petunjuk kepada kami
  23. اللَّهُllaahuAllah
  24. لَقَدْla-qadsungguh
  25. جَاءَتْjaa'atdatang
  26. رُسُلُrusulupara rasul
  27. رَبِّنَاrabbinaaTuhan kami
  28. بِالْحَقِّbi-l-haqqidengan kebenaran
  29. وَنُودُواwa-nuuduudan mereka diseru
  30. أَنْanyaitu
  31. تِلْكُمُtilkumuitulah
  32. الْجَنَّةُl-jannatutaman
  33. أُورِثْتُمُوهَاuuritstumuuhaakalian mewarisinya
  34. بِمَاbi-maakarena apa yang
  35. كُنْتُمْkuntumkalian selalu
  36. تَعْمَلُونَta'maluunakalian kerjakan

Inti bacaan

Detail penting: 'Kami mencabut rasa dendam dari dalam dada mereka' disebutkan eksplisit sebagai bagian dari kondisi surga, kedamaian sejati mencakup pembersihan dari kebencian antar-sesama, bukan hanya kenyamanan fisik. Konkretnya: ketenangan batin yang utuh membutuhkan pembersihan dari dendam dan kebencian terhadap orang lain, bukan sekadar kenyamanan eksternal, menyimpan dendam, sekecil apa pun, adalah beban yang menghalangi kedamaian penuh, sebuah pekerjaan batin yang layak diusahakan secara sadar, bukan diabaikan.

Tafsiran

Ayat ini menggambarkan kelegaan penuh para penghuni taman: dendam dicabut, sungai mengalir, dan mereka bersyukur atas petunjuk yang membawa mereka ke warisan ini.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut Dia mencabut rasa dendam dari dada mereka. Sesudah masuk. Yang perlu dibereskan bukan hanya catatan amal, melainkan juga yang tertinggal di dalam dada.
  • Ucapan mereka menyebut Allah yang telah menunjuki. Bukan usaha sendiri. Yang sudah sampai tetap mengembalikan sampainya kepada Yang menuntun.
  • Mereka menambahkan bahwa mereka takkan mendapat petunjuk kalau Dia tidak menunjuki. Pengandaiannya diucapkan sendiri. Yang paling menyadari kecilnya diri justru yang sudah sampai di tujuan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

al-hamdu lillaah (ucapan penghuni surga) pemakaian diteruskan; uurithtumuuhaa 2MP diterjemahkan 'diwariskan kepada kalian'. Konvensi hmd: hamiid diterjemahkan 'terpuji' (7 indefinit kecil) / 'Sang Terpuji' (10 takrif); hamd diterjemahkan 'puji' (al-hamdu 'segala puji' = istighraaq, pemakaian diteruskan); mahmuud 17:79 'tempat yang terpuji'; yuhmaduu 3:188 'dipuji'. Pembeda: shukr diterjemahkan 'mengganjar/bersyukur' (31:12 ayat dua-akar); wilayah 'terpuji' 100% milik akar ini di terjemahan lain (nol kolisi); 'mulia' DICADANGKAN kariim/majiid (11:73 hamiidun majiid).