الَّذِينَ يَصُدُّونَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ وَيَبْغُونَهَا عِوَجًا وَهُمْ بِالْآخِرَةِ كَافِرُونَ
yaitu orang-orang yang menghalangi dari jalan Allah dan menginginkan jalan itu menjadi bengkok, dan mereka kufur terhadap akhirat.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- الَّذِينَ يَصُدُّونَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ وَيَبْغُونَهَا عِوَجًا وَهُمْ بِالْآخِرَةِ كَافِرُونَalladziina yashudduuna 'an sabiili llaahi wa-yabghuunahaa 'iwajan wa-hum bi-l-aakhirati kaafiruunayaitu orang-orang yang menghalangi dari jalan Allah dan menginginkan jalan itu menjadi bengkok, dan mereka kufur terhadap akhirat
Terjemahan per kata (10 kata)
- الَّذِينَalladziinaorang-orang yang
- يَصُدُّونَyashudduunamereka menghalangi
- عَنْ'andari
- سَبِيلِsabiilijalan
- اللَّهِllaahiAllah
- وَيَبْغُونَهَاwa-yabghuunahaadan mereka menginginkannya
- عِوَجًا'iwajankebengkokan
- وَهُمْwa-humdan mereka
- بِالْآخِرَةِbi-l-aakhiratidengan akhirat
- كَافِرُونَkaafiruunaorang-orang kafir
Inti bacaan
Kategori yang dikecam bukan sekadar menyimpang secara personal, tetapi 'menghalangi dari jalan Allah dan menginginkan jalan itu menjadi bengkok', usaha aktif merusak citra jalan yang baik bagi orang lain, bukan sekadar kesalahan sendiri. Konkretnya: secara aktif berusaha membuat sesuatu yang baik terlihat buruk atau tidak menarik bagi orang lain (demi kepentingan pribadi atau kedengkian) adalah pelanggaran yang lebih serius daripada sekadar tidak mengikuti kebaikan itu sendiri, merusak jalan bagi orang lain menambah lapisan tanggung jawab yang lebih berat.
Penjelasan pilihan kata
'kafir'->'kufur' konsisten dengan acuan sebelumnya. Kelanjutan langsung dr 7:44 (keterangan yang menjelaskan 'azh-zhaalimiina').
Tafsiran
Ayat ini mendefinisikan siapa 'orang-orang zalim' yang dilaknat: mereka yang aktif menghalangi jalan Allah, ingin membengkokkannya, dan mengingkari akhirat.
Renungan dan Hikmah
- Tiga hal disebut Allah berurutan: menghalangi, menginginkan jalan itu bengkok, dan kufur terhadap akhirat. Dari perbuatan ke keinginan lalu ke keyakinan. Urutannya bergerak makin ke dalam, dan yang terdalam disebut paling akhir.
- Yang kedua bukan perbuatan, melainkan keinginan: mereka menginginkan jalan itu menjadi bengkok. Keinginan pun dicatat. Orang bisa tidak berhasil membengkokkan apa pun dan tetap tercatat sebagai yang menginginkannya.
- Meski mereka menghalanginya dan ingin membengkokkannya, jalan itu tetap disebut jalan Allah. Kepemilikannya tidak berubah oleh perlakuan orang terhadapnya. Yang bisa mereka kerjakan cuma menghalangi orang lewat, bukan memindahkan jalannya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar s-d-d, s-b-l, a-l-h, b-gh-y, '-w-j, a-kh-r, k-f-r): yasudduun diterjemahkan 'menghalangi' (akar s-d-d); yabghuunahaa iwajan diterjemahkan 'menginginkannya bengkok' (akar b-gh-y + akar '-w-j). gloss '(orang lain)/(kehidupan)' dibuang.