وَنَادَىٰ أَصْحَابُ الْأَعْرَافِ رِجَالًا يَعْرِفُونَهُمْ بِسِيمَاهُمْ قَالُوا مَا أَغْنَىٰ عَنْكُمْ جَمْعُكُمْ وَمَا كُنْتُمْ تَسْتَكْبِرُونَ
Dan orang-orang di atas tempat-tempat yang tinggi menyeru orang-orang yang mereka kenali dengan tanda-tanda mereka, sambil berkata, “Tidak berguna bagi kalian apa yang kalian kumpulkan dan apa yang selalu kalian sombongkan.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- وَنَادَىٰ أَصْحَابُ الْأَعْرَافِ رِجَالًا يَعْرِفُونَهُمْ بِسِيمَاهُمْ قَالُوا مَا أَغْنَىٰ عَنْكُمْ جَمْعُكُمْ وَمَا كُنْتُمْ تَسْتَكْبِرُونَwa-naadaa ashaabu l-a'raafi rijaalan ya'rifuunahum bi-siimaahum qaaluu maa aghnaa ankum jam'ukum wa-maa kuntum tastakbiruunadan orang-orang di atas tempat-tempat yang tinggi menyeru orang-orang yang mereka kenali dengan tanda-tanda mereka, sambil berkata, tidak berguna bagi kalian apa yang kalian kumpulkan dan apa yang selalu kalian sombongkan
Catatan pilihan kata (ringkas)
Ayat verba/nomina gny non-sebutan: passthrough terjemahan lain (laa yughnii 'tidak berguna/bermanfaat' dkk., konsisten; sub-putusan verba terdokumentasi di PENDING); kamu/-mu jamak diterjemahkan kalian per tag 2MP corpus; pasangan belum-dibedah dipertahankan sementara. Konvensi gny: ghaniyy diterjemahkan 'berkecukupan' (SATU rendering Allah+manusia; takrif diterjemahkan 'Sang Berkecukupan'); ghaniyy an diterjemahkan 'tidak memerlukan' (cabang preposisional); verba/istaghnaa/mughnuun passthrough (terjemahan lain konsisten; sub-putusan di PENDING). Antonim internal: faqiir (35:15, 47:38, 3:181), fqr belum dibedah, 'fakir/miskin' interim. ⚠ 'cukup' polos = wilayah k-f-y ('Cukuplah Allah' 27 ayat), beda bentuk dgn 'berkecukupan', didokumentasi. Lih.. aghnaa an = idiom 'mencukupi/menghindarkan dari' (laa yughnii = 'tidak berguna/menolong').
Aplikasi
Kritik tajam terhadap yang dulu berkuasa: 'tidak mencukupkan kalian apa yang kalian kumpulkan dan apa yang kalian sombongkan', akumulasi kekayaan dan kebanggaan status, sekali menjadi penanda keberhasilan, terbukti tidak memberi manfaat apa pun di titik pertanggungjawaban. Konkretnya: kekayaan dan status yang dikumpulkan semasa hidup perlu dievaluasi bukan hanya dari seberapa banyak terkumpul, tetapi dari apa yang sebenarnya dihasilkannya bagi karakter dan tindakan, akumulasi tanpa substansi moral terbukti tidak memberi perlindungan apa pun saat benar-benar dibutuhkan.