أَهَٰؤُلَاءِ الَّذِينَ أَقْسَمْتُمْ لَا يَنَالُهُمُ اللَّهُ بِرَحْمَةٍ ۚ ادْخُلُوا الْجَنَّةَ لَا خَوْفٌ عَلَيْكُمْ وَلَا أَنْتُمْ تَحْزَنُونَ

Apakah mereka ini orang-orang yang kalian bersumpah bahwa Allah tidak akan memberi mereka rahmat?” “Masuklah kalian ke taman! Tidak ada rasa takut atas kalian, dan kalian tidak akan bersedih.”

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. أَهَٰؤُلَاءِ الَّذِينَ أَقْسَمْتُمْ لَا يَنَالُهُمُ اللَّهُ بِرَحْمَةٍa-haa'ulaa'i lladziina aqsamtum laa yanaaluhumu llaahu bi-rahmatinapakah mereka ini orang-orang yang kalian bersumpah bahwa Allah tidak akan memberi mereka rahmat
  2. ادْخُلُوا الْجَنَّةَ لَا خَوْفٌ عَلَيْكُمْ وَلَا أَنْتُمْ تَحْزَنُونَudkhuluu l-jannata laa khawfun 'alaykum wa-laa antum tahzanuunamasuklah kalian ke taman, tidak ada rasa takut atas kalian, dan kalian tidak akan bersedih

Terjemahan per kata (15 kata)

  1. أَهَٰؤُلَاءِa-haa'ulaa'iapakah mereka ini
  2. الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
  3. أَقْسَمْتُمْaqsamtumkalian bersumpah
  4. لَاlaatidak
  5. يَنَالُهُمُyanaaluhumumenimpa mereka
  6. اللَّهُllaahuAllah
  7. بِرَحْمَةٍbi-rahmatindengan rahmat
  8. ادْخُلُواudkhuluumasuklah kalian
  9. الْجَنَّةَl-jannatataman
  10. لَاlaatidak
  11. خَوْفٌkhawfunrasa takut
  12. عَلَيْكُمْ'alaykumatas kalian
  13. وَلَاwa-laadan tidak pula
  14. أَنْتُمْantumkalian
  15. تَحْزَنُونَtahzanuunakalian bersedih

Inti bacaan

Pembalikan tajam: orang-orang yang dulu dituding 'tidak akan diberi rahmat oleh Allah' (oleh pihak yang merasa lebih superior) justru dipersilakan masuk surga, penilaian manusia yang percaya diri tentang siapa layak/tidak layak mendapat rahmat terbukti keliru. Konkretnya: penilaian percaya diri tentang siapa yang 'layak' atau 'tidak layak' mendapat kebaikan/rahmat (berdasarkan status sosial, penampilan, atau prasangka) berisiko keliru secara fundamental, kerendahan hati dalam menilai orang lain penting karena penilaian semacam itu sering kali terbukti salah.

Tafsiran

Ayat ini menutup dialog al-A'raf dengan ironi tajam: pertanyaan retoris kepada mereka yang dahulu meragukan rahmat Allah, disusul seruan langsung mempersilakan penghuni taman masuk tanpa rasa takut.

Renungan dan Hikmah

  • Allah merekam pertanyaan tentang orang-orang yang dahulu mereka sumpahi tidak akan diberi rahmat. Sumpah itu diungkit kembali. Penilaian yang diucapkan dengan penuh keyakinan ternyata disimpan dan ditanyakan lagi di hari yang lain.
  • Pertanyaan itu tidak dijawab; yang menyusul justru seruan kepada pihak lain untuk masuk. Perdebatan ditinggalkan. Yang paling menjawab sebuah penilaian keliru memang kenyataan yang berjalan tanpa menoleh.
  • Allah menutup dengan menyebut tidak ada rasa takut dan tidak ada kesedihan atas mereka. Dua rasa. Yang dijanjikan bukan tambahan kesenangan, melainkan hilangnya dua hal yang paling melelahkan sepanjang hidup.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

Perubahan terjemahan ini atas terjemahan lain di ayat ini: “kamu” diterjemahkan “kalian”; “kamu” diterjemahkan “kalian”; “kamu” diterjemahkan “kalian”; “kamu” diterjemahkan “kalian”.