هَلْ يَنْظُرُونَ إِلَّا تَأْوِيلَهُ ۚ يَوْمَ يَأْتِي تَأْوِيلُهُ يَقُولُ الَّذِينَ نَسُوهُ مِنْ قَبْلُ قَدْ جَاءَتْ رُسُلُ رَبِّنَا بِالْحَقِّ فَهَلْ لَنَا مِنْ شُفَعَاءَ فَيَشْفَعُوا لَنَا أَوْ نُرَدُّ فَنَعْمَلَ غَيْرَ الَّذِي كُنَّا نَعْمَلُ ۚ قَدْ خَسِرُوا أَنْفُسَهُمْ وَضَلَّ عَنْهُمْ مَا كَانُوا يَفْتَرُونَ

Tidakkah mereka menunggu selain takwilnya? Pada hari takwilnya datang, orang-orang yang dahulu melupakannya berkata, “Sungguh rasul-rasul Tuhan kami telah datang dengan kebenaran; maka adakah bagi kami pemberi syafaat yang akan memberi syafaat bagi kami, atau kami dikembalikan lalu kami beramal berbeda dari apa yang dahulu kami kerjakan?” Sungguh mereka telah merugikan diri mereka sendiri, dan lenyaplah dari mereka apa yang dahulu mereka ada-adakan.

Terjemahan bertahap (3 jeda)
  1. هَلْ يَنْظُرُونَ إِلَّا تَأْوِيلَهُhal yanzhuruuna illaa ta'wiilahutidakkah mereka menunggu selain takwilnya
  2. يَوْمَ يَأْتِي تَأْوِيلُهُ يَقُولُ الَّذِينَ نَسُوهُ مِنْ قَبْلُ قَدْ جَاءَتْ رُسُلُ رَبِّنَا بِالْحَقِّ فَهَلْ لَنَا مِنْ شُفَعَاءَ فَيَشْفَعُوا لَنَا أَوْ نُرَدُّ فَنَعْمَلَ غَيْرَ الَّذِي كُنَّا نَعْمَلُyawma ya'tii ta'wiiluhu yaquulu lladziina nasuuhu min qablu qad jaa'at rusulu rabbinaa bi-l-haqqi fa-hal lanaa min shufa'aa'a fa-yashfa'uu lanaa aw nuraddu fa-na'mala ghayra lladzii kunnaa na'malupada hari takwilnya datang, orang-orang yang dahulu melupakannya berkata, sungguh rasul-rasul Tuhan kami telah datang dengan kebenaran, maka adakah bagi kami pemberi syafaat yang akan memberi syafaat bagi kami, atau kami dikembalikan lalu kami beramal berbeda dari apa yang dahulu kami kerjakan
  3. قَدْ خَسِرُوا أَنْفُسَهُمْ وَضَلَّ عَنْهُمْ مَا كَانُوا يَفْتَرُونَqad khasiruu anfusahum wa-dalla anhum maa kaanuu yaftaruunasungguh mereka telah merugikan diri mereka sendiri, dan lenyaplah dari mereka apa yang dahulu mereka ada-adakan
Catatan pilihan kata (ringkas)

(akar n-zh-r, a-w-l, y-w-m, a-t-y, q-w-l, n-s-y, q-b-l, j-y-a, r-s-l, r-b-b, h-q-q, sh-f-', r-d-d, '-m-l, gh-y-r, k-w-n, kh-s-r, n-f-s, d-l-l, f-r-y): ta'wiil diterjemahkan 'takwil (perwujudan/kesudahan akhir)' (akar '-w-l); nasuuhu diterjemahkan 'melupakannya' (akar n-s-y NSY); shufa'aa' diterjemahkan 'pemberi syafaat' (akar sh-f-'); dalla anhum diterjemahkan 'lenyap dari mereka' (akar d-l-l putaran 78, 'sirna', sama pola 6:24/6:94). gloss '(terwujudnya kebenaran Al-Qur'an)/(bukti kebenaran itu)/(ke dunia)' dibuang.

Aplikasi

Menunggu sampai 'takwilnya' (kesudahan/pewujudan nyata) baru muncul penyesalan dan permintaan kesempatan kedua, 'kami dikembalikan lalu kami beramal berbeda', permintaan yang datang tepat ketika sudah tidak lagi bisa dipenuhi. Konkretnya: menunda evaluasi serius terhadap suatu keyakinan/keputusan sampai konsekuensinya benar-benar terwujud penuh (bukan mengevaluasi lebih awal saat masih ada ruang berubah) adalah pola yang berisiko menyisakan penyesalan tanpa kesempatan memperbaiki, evaluasi yang berguna dilakukan sebelum, bukan sesudah, kesudahan tiba.