وَهُوَ الَّذِي يُرْسِلُ الرِّيَاحَ بُشْرًا بَيْنَ يَدَيْ رَحْمَتِهِ ۖ حَتَّىٰ إِذَا أَقَلَّتْ سَحَابًا ثِقَالًا سُقْنَاهُ لِبَلَدٍ مَيِّتٍ فَأَنْزَلْنَا بِهِ الْمَاءَ فَأَخْرَجْنَا بِهِ مِنْ كُلِّ الثَّمَرَاتِ ۚ كَذَٰلِكَ نُخْرِجُ الْمَوْتَىٰ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ

Dan Dialah yang mengirimkan angin sebagai kabar gembira sebelum kedatangan rahmat-Nya, sehingga apabila angin itu telah membawa awan yang berat, Kami halau ia ke suatu negeri yang mati, lalu Kami turunkan dengannya air, lalu Kami keluarkan dengannya berbagai macam buah-buahan. Demikianlah Kami membangkitkan orang-orang mati, agar kalian selalu ingat.

Terjemahan bertahap (3 jeda)
  1. وَهُوَ الَّذِي يُرْسِلُ الرِّيَاحَ بُشْرًا بَيْنَ يَدَيْ رَحْمَتِهِwa-huwa lladzii yursilu r-riyaaha bushran bayna yaday rahmatihidan Dialah yang mengirimkan angin sebagai kabar gembira sebelum kedatangan rahmat-Nya
  2. حَتَّىٰ إِذَا أَقَلَّتْ سَحَابًا ثِقَالًا سُقْنَاهُ لِبَلَدٍ مَيِّتٍ فَأَنْزَلْنَا بِهِ الْمَاءَ فَأَخْرَجْنَا بِهِ مِنْ كُلِّ الثَّمَرَاتِhattaa idzaa aqallat sahaaban tsiqaalan suqnaahu li-baladin mayyitin fa-anzalnaa bihi l-maa'a fa-akhrajnaa bihi min kulli ts-tsamaraatisehingga apabila angin itu telah membawa awan yang berat, Kami halau ia ke suatu negeri yang mati, lalu Kami turunkan dengannya air, lalu Kami keluarkan dengannya berbagai macam buah-buahan
  3. كَذَٰلِكَ نُخْرِجُ الْمَوْتَىٰ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَka-dzaalika nukhriju l-mawtaa la'allakum tadzakkaruunademikianlah Kami membangkitkan orang-orang mati, agar kalian selalu ingat
Catatan pilihan kata (ringkas)

Perubahan terjemahan ini atas terjemahan lain di ayat ini: “kamu” diterjemahkan “kalian”. sebagian penerjemah: 'And He it is that sends the winds as glad tidings before1 His mercy. When2 they have gathered up3 heavy clouds,4 We drive them to a dead land and send down the water therein,5 and bring forth therewith every6 fruit, thus will We bring forth the dead, that you might take heed.' Corpus ayat ini: «raHomati, tanpa-al».

Aplikasi

Siklus alam (angin membawa awan, hujan menghidupkan tanah mati, tanah menumbuhkan buah) dijadikan analogi eksplisit dan berulang untuk kebangkitan, bukti yang bisa diamati langsung setiap musim, bukan klaim abstrak sekali sebut. Konkretnya: fenomena kebangkitan/pemulihan yang berulang dan bisa diamati langsung dalam alam (musim yang berganti, tanah yang kembali subur) berfungsi sebagai pengingat rutin tentang pola pemulihan yang lebih besar, memperhatikan siklus alam di sekitar dengan kesadaran ini mengubah pengamatan biasa menjadi renungan yang bermakna.