لَقَدْ أَرْسَلْنَا نُوحًا إِلَىٰ قَوْمِهِ فَقَالَ يَا قَوْمِ اعْبُدُوا اللَّهَ مَا لَكُمْ مِنْ إِلَٰهٍ غَيْرُهُ إِنِّي أَخَافُ عَلَيْكُمْ عَذَابَ يَوْمٍ عَظِيمٍ

Sungguh, Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, lalu ia berkata, “Wahai kaumku, sembahlah Allah. Tidak ada tuhan bagi kalian selain Dia. Sesungguhnya aku takut kalian akan ditimpa azab hari yang besar.”

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. لَقَدْ أَرْسَلْنَا نُوحًا إِلَىٰ قَوْمِهِ فَقَالَ يَا قَوْمِ اعْبُدُوا اللَّهَ مَا لَكُمْ مِنْ إِلَٰهٍ غَيْرُهُ إِنِّي أَخَافُ عَلَيْكُمْ عَذَابَ يَوْمٍ عَظِيمٍla-qad arsalnaa nuuhan ilaa qawmihi fa-qaala yaa qawmi 'buduu llaaha maa lakum min ilaahin ghayruhu innii akhaafu 'alaykum 'adzaaba yawmin 'azhiiminsungguh, Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, lalu ia berkata, wahai kaumku, sembahlah Allah, tidak ada tuhan bagi kalian selain Dia, sesungguhnya aku takut kalian akan ditimpa azab hari yang besar

Terjemahan per kata (21 kata)

  1. لَقَدْla-qadsungguh
  2. أَرْسَلْنَاarsalnaaKami mengutus
  3. نُوحًاnuuhanNuh
  4. إِلَىٰilaakepada
  5. قَوْمِهِqawmihikaumnya
  6. فَقَالَfa-qaalalalu ia berkata
  7. يَاyaawahai
  8. قَوْمِqawmikaumku
  9. اعْبُدُوا'buduumengabdilah kalian
  10. اللَّهَllaahaAllah
  11. مَاmaatidak ada
  12. لَكُمْlakumbagi kalian
  13. مِنْmindari
  14. إِلَٰهٍilaahintuhan
  15. غَيْرُهُghayruhuselain Dia
  16. إِنِّيinniisesungguhnya aku
  17. أَخَافُakhaafuaku takut
  18. عَلَيْكُمْ'alaykumatas kalian
  19. عَذَابَ'adzaabaazab
  20. يَوْمٍyawminhari
  21. عَظِيمٍ'azhiiminyang besar

Inti bacaan

Pesan inti Nuh sederhana ('sembahlah Allah, tidak ada tuhan selain Dia') disertai motif eksplisit: 'aku takut kalian akan ditimpa azab', ketakutan yang diungkapkan Nuh adalah kekhawatiran bagi mereka, bukan ancaman terhadap mereka. Konkretnya: menyampaikan peringatan atau kritik yang didasari kepedulian tulus terhadap kesejahteraan penerima (bukan keinginan menghakimi atau menang) memiliki nada dan efek yang sangat berbeda, memeriksa motif diri sendiri saat memperingatkan orang lain (peduli vs menghakimi) penting sebelum menyampaikannya.

Tafsiran

Ayat ini membuka kisah Nuh: seruan tauhid murni kepada kaumnya, disertai peringatan tulus akan azab besar yang mengancam bila mereka tidak menyembah Allah semata.

Renungan dan Hikmah

  • Allah merekam Nuh membuka dengan sembahlah Allah, tidak ada tuhan bagi kalian selain Dia. Kalimat yang kemudian diulang para rasul sesudahnya. Yang pertama sudah menyampaikan seluruh pokoknya.
  • Allah merekam ia menyebut dirinya takut kalian ditimpa azab hari yang besar. Rasa takut itu miliknya, untuk mereka. Yang menyeru mengkhawatirkan pendengarnya, bukan dirinya.
  • Sapaan yang Allah rekam wahai kaumku. Dengan penyandaran. Yang menegur menyebut mereka sebagai miliknya sendiri sebelum mengatakan apa pun.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

azhiim diterjemahkan 'agung' (indefinit, tanpa Maha; swap sadar-kolokasi per nomina corpus); per kelas morfologi; pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi zhm: azhiim diterjemahkan 'agung' seragam (takrif 'Sang Agung'); a'zham diterjemahkan 'lebih agung'; verba azhzhama pemakaian diteruskan. Pembeda: kabiir='besar' (k-b-r, kelak, al-Kabiir sebutan sendiri), majiid='luhur', kariim='mulia', aziiz='digdaya'. Objek negatif (azab/dosa) memakai kata sama, skala, konteks yang bekerja. ' akar '-zh-m: azhuma = 'menjadi besar (skala/bobot)'; azhiim = besar-agung (magnitude); jangkar konkret keluarga: azhm/'izhaam = TULANG (kerangka, yang besar-menopang). KBBI agung indra-1: 'besar; mulia; luhur'.