قَالَ يَا قَوْمِ لَيْسَ بِي ضَلَالَةٌ وَلَٰكِنِّي رَسُولٌ مِنْ رَبِّ الْعَالَمِينَ
Ia berkata, “Wahai kaumku, tidak ada padaku kesesatan, tetapi aku adalah rasul dari Tuhan seisi alam.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- قَالَ يَا قَوْمِ لَيْسَ بِي ضَلَالَةٌ وَلَٰكِنِّي رَسُولٌ مِنْ رَبِّ الْعَالَمِينَqaala yaa qawmi laysa bii dhalaalatun wa-laakinnii rasuulun min rabbi l-'aalamiinaia berkata, wahai kaumku, tidak ada padaku kesesatan, tetapi aku adalah rasul dari Tuhan seisi alam
Terjemahan per kata (11 kata)
- قَالَqaalaberkata
- يَاyaawahai
- قَوْمِqawmikaumku
- لَيْسَlaysabukanlah
- بِيbiikepadaku
- ضَلَالَةٌdhalaalatunkesesatan
- وَلَٰكِنِّيwa-laakinniitetapi aku
- رَسُولٌrasuulunseorang rasul
- مِنْmindari
- رَبِّrabbiTuhan
- الْعَالَمِينَl-'aalamiinaseisi alam
Inti bacaan
Respons Nuh tenang dan langsung: 'tidak ada padaku kesesatan sedikit pun, tetapi aku adalah rasul', ia tidak berdebat panjang atau membalas tuduhan dengan emosi, hanya menegaskan kembali posisinya secara jernih. Konkretnya: menghadapi tuduhan tidak berdasar tidak selalu memerlukan pembelaan panjang dan emosional, kadang menyatakan kembali fakta/posisi diri secara singkat dan tenang (tanpa terpancing eskalasi) adalah respons yang lebih efektif dan bermartabat.
Penjelasan pilihan kata
'menjawab'→'berkata' (qaala polos, tanpa tambahan nama '(Nuh)': anteseden sudah jelas dari 7:59/7:60, konsisten dengan anti-tambahan-nama). 'Tuhan seisi alam' konsisten dengan 1:2 utk rabbi l-aalamiina. Ayat ini membuka kutip kontinu Nuh yg berlanjut ke 7:62-63.
Tafsiran
Nuh membantah tuduhan sesat dari para pemuka kaumnya: posisinya bukan kesesatan, melainkan kerasulan dari Tuhan seluruh alam.
Renungan dan Hikmah
- Tuduhan sesat dijawab dengan satu kalimat pendek, lalu langsung disusul keterangan bahwa ia rasul dari Allah. Tidak ada pembelaan panjang. Yang tidak perlu diperpanjang biasanya yang paling tidak diragukan oleh pengucapnya sendiri.
- Ia tetap memanggil mereka kaumku sesudah dituduh sesat. Sebutan kepemilikan itu tidak dicabut. Orang yang baru saja disakiti dan masih menyebut lawannya sebagai miliknya sedang mengatakan sesuatu yang lebih besar daripada isi bantahannya.
- Yang disebutnya bukan Tuhanku, melainkan Tuhan seisi alam. Ia tidak mengaku membawa tuhan sendiri. Utusan yang menyebut Allah sebagai pemilik semua orang, termasuk orang yang menuduhnya, sedang menempatkan dirinya dan lawannya di bawah atap yang sama.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
sebutan pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi lm-C2: aalamiin diterjemahkan 'seisi alam' (73 ayat, SATU terjemahan; KBBI seisi = 'seluruh penghuni'; 'alam' = kata serapan aalam). Bandingkan 26:165/15:70/29:10 (aalamiin=orang); definisi internal 26:23-24; tambalan '(pada masa itu)' 6 ayat faddala dibuang. naas diterjemahkan 'manusia', khalq diterjemahkan 'makhluk', ummah diterjemahkan 'umat', wilayah lain, tak dilebur. jamak aalamuun = 'jenis-jenis makhluk yang diciptakan… bentuk jamak ini dipakai justru karena mencakup manusia'.