فَكَذَّبُوهُ فَأَنْجَيْنَاهُ وَالَّذِينَ مَعَهُ فِي الْفُلْكِ وَأَغْرَقْنَا الَّذِينَ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا ۚ إِنَّهُمْ كَانُوا قَوْمًا عَمِينَ

Maka mereka mendustakannya, lalu Kami selamatkan dia dan orang-orang yang bersamanya di dalam bahtera, dan Kami tenggelamkan orang-orang yang mendustakan tanda-tanda Kami. Sesungguhnya mereka adalah kaum yang buta.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. فَكَذَّبُوهُ فَأَنْجَيْنَاهُ وَالَّذِينَ مَعَهُ فِي الْفُلْكِ وَأَغْرَقْنَا الَّذِينَ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَاfa-kadzdzabuuhu fa-anjaynaahu wa-lladziina ma'ahu fi l-fulki wa-aghraqnaa lladziina kadzdzabuu bi-aayaatinaamaka mereka mendustakannya, lalu Kami selamatkan dia dan orang-orang yang bersamanya di dalam bahtera, dan Kami tenggelamkan orang-orang yang mendustakan tanda-tanda Kami
  2. إِنَّهُمْ كَانُوا قَوْمًا عَمِينَinnahum kaanuu qawman 'amiinasesungguhnya mereka adalah kaum yang buta

Terjemahan per kata (14 kata)

  1. فَكَذَّبُوهُfa-kadzdzabuuhulalu mereka mendustakannya
  2. فَأَنْجَيْنَاهُfa-anjaynaahumaka Kami menyelamatkannya
  3. وَالَّذِينَwa-lladziinadan orang-orang yang
  4. مَعَهُma'ahubersamanya
  5. فِيfidalam
  6. الْفُلْكِl-fulkikapal
  7. وَأَغْرَقْنَاwa-aghraqnaadan Kami menenggelamkan
  8. الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
  9. كَذَّبُواkadzdzabuumendustakan
  10. بِآيَاتِنَاbi-aayaatinaapada tanda-tanda Kami
  11. إِنَّهُمْinnahumsesungguhnya mereka
  12. كَانُواkaanuumereka adalah
  13. قَوْمًاqawmankaum
  14. عَمِينَ'amiinaorang-orang yang buta

Inti bacaan

Penyebab akhir kehancuran kaum Nuh diberi diagnosis spesifik: 'mereka adalah kaum yang buta (mata hatinya)', bukan sekadar melakukan kesalahan, melainkan kehilangan kapasitas melihat/memahami kebenaran yang jelas di depan mereka. Konkretnya: kegagalan berulang menerima kebenaran yang sudah jelas kadang lebih tepat dipahami sebagai 'kebutaan' (ketidakmampuan melihat, bukan sekadar pilihan), mengenali kapan penolakan berulang sudah menjadi semacam kebutaan yang mengakar membantu memahami mengapa argumen tambahan saja tidak lagi cukup untuk mengubahnya.

Tafsiran

Penutup kisah Nuh: penyelamatan orang-orang beriman di bahtera dan tenggelamnya para pendusta. 'Buta' di sini metaforis: kebutaan hati/pemahaman yang menolak melihat kebenaran yang jelas, bukan kebutaan fisik.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut menyelamatkan dan menenggelamkan dalam satu kalimat yang sama. Dua kejadian bersamaan. Yang satu tak bisa diceritakan tanpa yang lain, sebab keduanya terjadi di air yang sama pada hari yang sama.
  • Yang selamat disebut dia dan orang-orang yang bersamanya di dalam bahtera. Ukurannya kebersamaan. Bukan jumlah atau kedudukan, melainkan siapa yang berada di perahu yang sama.
  • Allah menutup dengan menyebut mereka kaum yang buta. Bukan yang jahat atau yang kuat. Kata yang dipilih tentang ketidakmampuan melihat, dan itu sebutan yang lebih menerangkan daripada mencela.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

akar a-y (aayah), 353 ayat / 382 kemunculan, SATU lema, tak ada dasar morfologis utk memecahnya. tambahan terjemahan lain '(kebesaran)/(kekuasaan)' dibuang, TIDAK ADA di teks Arab.