وَإِلَىٰ عَادٍ أَخَاهُمْ هُودًا ۗ قَالَ يَا قَوْمِ اعْبُدُوا اللَّهَ مَا لَكُمْ مِنْ إِلَٰهٍ غَيْرُهُ ۚ أَفَلَا تَتَّقُونَ

Dan kepada Ad, Kami utus saudara mereka, Hud. Ia berkata, “Wahai kaumku, sembahlah Allah; tidak ada tuhan bagi kalian selain Dia; tidakkah kalian bertakwa?”

Terjemahan bertahap (3 jeda)
  1. وَإِلَىٰ عَادٍ أَخَاهُمْ هُودًاwa-ilaa aadin akhaahum huudandan kepada Ad, Kami utus saudara mereka, Hud
  2. قَالَ يَا قَوْمِ اعْبُدُوا اللَّهَ مَا لَكُمْ مِنْ إِلَٰهٍ غَيْرُهُqaala yaa qawmi buduu llaaha maa lakum min ilaahin ghayruhuia berkata, wahai kaumku, sembahlah Allah, tidak ada tuhan bagi kalian selain Dia
  3. أَفَلَا تَتَّقُونَafalaa tattaquunatidakkah kalian bertakwa
Catatan pilihan kata (ringkas)

(akar '-w-d, a-kh-w, h-w-d, q-w-l, q-w-m, '-b-d, a-l-h, gh-y-r, w-q-y): u'buduu diterjemahkan 'sembahlah' (akar '-b-d); ilaah diterjemahkan 'tuhan' (dijaga harfiah). gloss '(Kami telah mengutus)/(kaum)' dibuang.

Aplikasi

Pola yang sama diulang untuk kaum 'Ad seperti kaum Nuh, rasul yang diutus adalah 'saudara mereka', bukan orang luar, sekali lagi menegaskan bahwa pesan penting disampaikan lewat orang yang benar-benar bagian dari komunitas yang dituju. Konkretnya: pengulangan pola ini di berbagai kisah menegaskan sebuah prinsip yang bisa diterapkan luas, perubahan yang bermakna dalam sebuah komunitas biasanya lebih efektif digerakkan dari dalam (oleh orang yang dikenal dan dipercaya) daripada dipaksakan oleh pihak luar yang tidak punya ikatan.