قَالَ الْمَلَأُ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ قَوْمِهِ إِنَّا لَنَرَاكَ فِي سَفَاهَةٍ وَإِنَّا لَنَظُنُّكَ مِنَ الْكَاذِبِينَ
Para pemuka yang kufur dari kaumnya berkata, “Sesungguhnya kami benar-benar melihatmu dalam kebodohan, dan sesungguhnya kami menduga engkau termasuk para pendusta.”
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- قَالَ الْمَلَأُ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ قَوْمِهِ إِنَّا لَنَرَاكَ فِي سَفَاهَةٍ وَإِنَّا لَنَظُنُّكَ مِنَ الْكَاذِبِينَqaala l-mala'u lladziina kafaruu min qawmihi innaa la-naraaka fii safaahatin wa-innaa la-nazhunnuka mina l-kaadzibiinapara pemuka yang kufur dari kaumnya berkata, sesungguhnya kami benar-benar melihatmu dalam kebodohan, dan sesungguhnya kami menduga engkau termasuk para pendusta
Aplikasi
Tuduhan pertama para pemuka terhadap Hud sama seperti pola sebelumnya, 'kebodohan' dan dugaan 'pendusta', kritik menyerang kredibilitas pembawa pesan, bukan mengevaluasi substansi pesannya. Konkretnya: saat menghadapi gagasan yang menantang kenyamanan status quo, serangan pertama sering diarahkan pada kredibilitas pembawa pesan (dituduh bodoh, naif, tidak kompeten) daripada benar-benar mengevaluasi isi gagasannya, mengenali pola pengalihan ini membantu memisahkan kritik substantif dari sekadar taktik menjatuhkan kredibilitas.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar q-w-l, m-l-a, k-f-r, q-w-m, r-a-y, s-f-h, zh-n-n, k-dz-b): safaahah diterjemahkan 'kebodohan (kurang akal)' (akar s-f-h); nazhunnu diterjemahkan 'menduga' (akar zh-n-n); kaadhibiin diterjemahkan 'para pendusta' (akar k-dz-b). Selaras.