قَالَ يَا قَوْمِ لَيْسَ بِي سَفَاهَةٌ وَلَٰكِنِّي رَسُولٌ مِنْ رَبِّ الْعَالَمِينَ

Ia berkata, “Wahai kaumku, tidak ada padaku kebodohan, tetapi aku adalah rasul dari Tuhan seisi alam.

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. قَالَ يَا قَوْمِ لَيْسَ بِي سَفَاهَةٌ وَلَٰكِنِّي رَسُولٌ مِنْ رَبِّ الْعَالَمِينَqaala yaa qawmi laysa bii safaahatun wa-laakinnii rasuulun min rabbi l-'aalamiinaia berkata, wahai kaumku, tidak ada padaku kebodohan, tetapi aku adalah rasul dari Tuhan seisi alam

Terjemahan per kata (11 kata)

  1. قَالَqaalaberkata
  2. يَاyaawahai
  3. قَوْمِqawmikaumku
  4. لَيْسَlaysabukanlah
  5. بِيbiikepadaku
  6. سَفَاهَةٌsafaahatunkebodohan
  7. وَلَٰكِنِّيwa-laakinniitetapi aku
  8. رَسُولٌrasuulunseorang rasul
  9. مِنْmindari
  10. رَبِّrabbiTuhan
  11. الْعَالَمِينَl-'aalamiinaseisi alam

Inti bacaan

Respons Hud meniru pola tenang Nuh sebelumnya, menyangkal tuduhan secara singkat lalu menegaskan kembali posisinya sebagai rasul, tanpa terjebak dalam perdebatan emosional berkepanjangan. Konkretnya: pola respons yang sama (menyangkal singkat, menegaskan kembali fakta, tidak terpancing eskalasi) muncul berulang di berbagai kisah rasul, pengulangan ini menunjukkan bahwa ini bukan kebetulan, melainkan pendekatan yang secara konsisten terbukti lebih bermartabat dan efektif dibanding membalas tuduhan dengan emosi yang sama.

Tafsiran

Hud membantah tuduhan kebodohan dengan jawaban yang identik kata demi kata dengan jawaban Nuh di 7:61: menegaskan bahwa pesan tauhid para rasul adalah satu pesan yang sama.

Renungan dan Hikmah

  • Allah merekam Hud menyangkal tuduhan kebodohan dalam satu kalimat pendek. Tanpa pembelaan. Yang dibantah cukup disangkal, lalu pembicaraan dikembalikan ke pokoknya.
  • Ia menyusulkan siapa dirinya: rasul dari Tuhan seisi alam. Bukan pembelaan atas akalnya. Yang dijawab bukan tuduhannya, melainkan pertanyaan yang lebih penting di baliknya.
  • Sebutan yang dipakai Tuhan seisi alam. Bukan Tuhan kaumnya. Di hadapan orang yang punya sesembahan sendiri-sendiri, yang disebut Yang menaungi semuanya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

sebutan pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi lm-C2: aalamiin diterjemahkan 'seisi alam' (73 ayat, SATU terjemahan; KBBI seisi = 'seluruh penghuni'; 'alam' = kata serapan aalam). Bandingkan 26:165/15:70/29:10 (aalamiin=orang); definisi internal 26:23-24; tambalan '(pada masa itu)' 6 ayat faddala dibuang. naas diterjemahkan 'manusia', khalq diterjemahkan 'makhluk', ummah diterjemahkan 'umat', wilayah lain, tak dilebur. jamak aalamuun = 'jenis-jenis makhluk yang diciptakan… bentuk jamak ini dipakai justru karena mencakup manusia'.