قَالَ قَدْ وَقَعَ عَلَيْكُمْ مِنْ رَبِّكُمْ رِجْسٌ وَغَضَبٌ ۖ أَتُجَادِلُونَنِي فِي أَسْمَاءٍ سَمَّيْتُمُوهَا أَنْتُمْ وَآبَاؤُكُمْ مَا نَزَّلَ اللَّهُ بِهَا مِنْ سُلْطَانٍ ۚ فَانْتَظِرُوا إِنِّي مَعَكُمْ مِنَ الْمُنْتَظِرِينَ
Ia berkata, “Sungguh telah jatuh atas kalian dari Tuhan kalian kekejian dan kemurkaan. Apakah kalian membantahku tentang nama-nama yang kalian dan bapak-bapak kalian namakan, yang Allah tidak menurunkan untuknya suatu keterangan pun? Maka tunggulah; sesungguhnya aku bersama kalian termasuk orang-orang yang menunggu.”
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- قَالَ قَدْ وَقَعَ عَلَيْكُمْ مِنْ رَبِّكُمْ رِجْسٌ وَغَضَبٌqaala qad waqa'a 'alaykum min rabbikum rijsun wa-ghadhabunia berkata, sungguh telah jatuh atas kalian dari Tuhan kalian kekejian dan kemurkaan
- أَتُجَادِلُونَنِي فِي أَسْمَاءٍ سَمَّيْتُمُوهَا أَنْتُمْ وَآبَاؤُكُمْ مَا نَزَّلَ اللَّهُ بِهَا مِنْ سُلْطَانٍa-tujaadiluunanii fii asmaa'in sammaytumuuhaa antum wa-aabaa'ukum maa nazzala llaahu bihaa min sulthaaninapakah kalian membantahku tentang nama-nama yang kalian dan bapak-bapak kalian namakan, yang Allah tidak menurunkan untuknya suatu keterangan pun
- فَانْتَظِرُوا إِنِّي مَعَكُمْ مِنَ الْمُنْتَظِرِينَfa-ntazhiruu innii ma'akum mina l-muntazhiriinamaka tunggulah, sesungguhnya aku bersama kalian termasuk orang-orang yang menunggu
Terjemahan per kata (25 kata)
- قَالَqaalaberkata
- قَدْqadsungguh
- وَقَعَwaqa'ajatuh
- عَلَيْكُمْ'alaykumatas kalian
- مِنْmindari
- رَبِّكُمْrabbikumTuhan kalian
- رِجْسٌrijsunkekotoran
- وَغَضَبٌwa-ghadhabundan kemurkaan
- أَتُجَادِلُونَنِيa-tujaadiluunaniiapakah kalian membantahku
- فِيfiitentang
- أَسْمَاءٍasmaa'innama-nama
- سَمَّيْتُمُوهَاsammaytumuuhaakalian menamainya
- أَنْتُمْantumkalian
- وَآبَاؤُكُمْwa-aabaa'ukumdan bapak-bapak kalian
- مَاmaatidaklah
- نَزَّلَnazzalamenurunkan
- اللَّهُllaahuAllah
- بِهَاbihaatentangnya
- مِنْmindari
- سُلْطَانٍsulthaaninketerangan
- فَانْتَظِرُواfa-ntazhiruumaka tunggulah kalian
- إِنِّيinniisesungguhnya aku
- مَعَكُمْma'akumbersama kalian
- مِنَminadari
- الْمُنْتَظِرِينَl-muntazhiriinaorang-orang yang menunggu
Inti bacaan
Kritik tajam Hud: 'apakah kalian membantahku tentang nama-nama yang kalian dan bapak-bapak kalian namakan, yang Allah tidak menurunkan untuknya suatu keterangan pun?', menyingkap bahwa yang diperdebatkan mati-matian ternyata tidak punya dasar sahih sama sekali, hanya penamaan yang diwariskan tanpa verifikasi. Konkretnya: sebelum mempertahankan sesuatu dengan gigih, periksa apakah hal itu benar-benar punya dasar yang bisa diverifikasi atau hanya label yang diwariskan tanpa pernah dipertanyakan, banyak perdebatan sengit sebenarnya mempertahankan sesuatu yang tidak pernah benar-benar diperiksa dasarnya.
Penjelasan pilihan kata
'rijsun'→'kekejian' (root rjs, konsisten dengan 5:90/6:125 utk konteks azab). 'mereka yang menunggu'→'orang-orang yang menunggu' (konsistensi konvensi MP). Kutip mandiri Hud (dibuka+ditutup dlm ayat ini), menjawab tantangan 7:70. 'suatu keterangan pun' dipertahankan: min sultaanin susunan negasi partitif genuin (beda dr penambahan 'sedikit pun' tak berdasar yg dihapus di 7:61/7:67).
Tafsiran
Hud menjawab tantangan kaumnya dengan peringatan tegas: azab telah ditetapkan, dan penyembahan nama-nama berhala mereka tak berdasar wahyu sama sekali.
Renungan dan Hikmah
- Hud menyebut sesembahan mereka, di hadapan Allah yang mengutusnya, sebagai 'nama-nama yang kalian dan bapak-bapak kalian namakan'. Tidak ada yang disebut selain penamaannya. Yang dipertahankan mati-matian ternyata seluruhnya terbuat dari kata, dan kata yang diwariskan cukup lama memang mulai terasa seperti benda.
- Ukuran yang dipakai bukan apakah sesembahan itu masuk akal, melainkan bahwa 'Allah tidak menurunkan untuknya suatu keterangan pun'. Yang ditanyakan izinnya, bukan kewajarannya. Banyak hal terdengar sangat masuk akal dan tetap tak punya dasar, dan kedua penilaian itu memang tidak saling menggantikan.
- Kalimat terakhirnya: 'sesungguhnya aku bersama kalian termasuk orang-orang yang menunggu'. Ia tidak mengambil kedudukan sebagai orang yang tahu jadwalnya. Yang menyampaikan peringatan berdiri di ruang tunggu yang sama, dan itu membedakan memperingatkan dari mengancam.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar q-w-l, w-q-', r-b-b, r-j-s, gh-d-b, j-d-l, s-m-w, a-b-w, n-z-l, a-l-h, s-l-t, n-zh-r): sultaan (akar s-l-t) BELUM diputus (anti-tabrakan: 'hujah' dikunci utk akar h-j-j), dipakai 'keterangan' sementara. rijs/ghadab diterjemahkan 'kekejian/kemurkaan'; tujaadiluunanii diterjemahkan 'membantahku' (akar j-d-l). gloss '(berhala)/(azab dan kemarahan itu)' dibuang.