قَالَ قَدْ وَقَعَ عَلَيْكُمْ مِنْ رَبِّكُمْ رِجْسٌ وَغَضَبٌ ۖ أَتُجَادِلُونَنِي فِي أَسْمَاءٍ سَمَّيْتُمُوهَا أَنْتُمْ وَآبَاؤُكُمْ مَا نَزَّلَ اللَّهُ بِهَا مِنْ سُلْطَانٍ ۚ فَانْتَظِرُوا إِنِّي مَعَكُمْ مِنَ الْمُنْتَظِرِينَ

Ia berkata, “Sungguh telah jatuh atas kalian dari Tuhan kalian kekejian dan kemurkaan. Apakah kalian membantahku tentang nama-nama yang kalian dan bapak-bapak kalian namakan, yang Allah tidak menurunkan untuknya suatu keterangan pun? Maka tunggulah; sesungguhnya aku bersama kalian termasuk orang-orang yang menunggu.”

Terjemahan bertahap (3 jeda)
  1. قَالَ قَدْ وَقَعَ عَلَيْكُمْ مِنْ رَبِّكُمْ رِجْسٌ وَغَضَبٌqaala qad waqa'a alaykum min rabbikum rijsun wa-ghadabunia berkata, sungguh telah jatuh atas kalian dari Tuhan kalian kekejian dan kemurkaan
  2. أَتُجَادِلُونَنِي فِي أَسْمَاءٍ سَمَّيْتُمُوهَا أَنْتُمْ وَآبَاؤُكُمْ مَا نَزَّلَ اللَّهُ بِهَا مِنْ سُلْطَانٍa-tujaadiluunanii fii asmaa'in sammaytumuuhaa antum wa-aabaa'ukum maa nazzala llaahu bihaa min sultaaninapakah kalian membantahku tentang nama-nama yang kalian dan bapak-bapak kalian namakan, yang Allah tidak menurunkan untuknya suatu keterangan pun
  3. فَانْتَظِرُوا إِنِّي مَعَكُمْ مِنَ الْمُنْتَظِرِينَfa-ntazhiruu innii ma'akum mina l-muntazhiriinamaka tunggulah, sesungguhnya aku bersama kalian termasuk orang-orang yang menunggu
Catatan pilihan kata (ringkas)

(akar q-w-l, w-q-', r-b-b, r-j-s, gh-d-b, j-d-l, s-m-w, a-b-w, n-z-l, a-l-h, s-l-t, n-zh-r): ⚠ sultaan (akar s-l-t) BELUM diputus (anti-tabrakan: 'hujah' dikunci utk akar h-j-j), dipakai 'keterangan' sementara. rijs/ghadab diterjemahkan 'kekejian/kemurkaan'; tujaadiluunanii diterjemahkan 'membantahku' (akar j-d-l). gloss '(berhala)/(azab dan kemarahan itu)' dibuang.

Aplikasi

Kritik tajam Hud: 'apakah kalian membantahku tentang nama-nama yang kalian dan bapak-bapak kalian namakan, yang Allah tidak menurunkan untuknya suatu keterangan pun?', menyingkap bahwa yang diperdebatkan mati-matian ternyata tidak punya dasar sahih sama sekali, hanya penamaan yang diwariskan tanpa verifikasi. Konkretnya: sebelum mempertahankan sesuatu dengan gigih, periksa apakah hal itu benar-benar punya dasar yang bisa diverifikasi atau hanya label yang diwariskan tanpa pernah dipertanyakan, banyak perdebatan sengit sebenarnya mempertahankan sesuatu yang tidak pernah benar-benar diperiksa dasarnya.