وَاذْكُرُوا إِذْ جَعَلَكُمْ خُلَفَاءَ مِنْ بَعْدِ عَادٍ وَبَوَّأَكُمْ فِي الْأَرْضِ تَتَّخِذُونَ مِنْ سُهُولِهَا قُصُورًا وَتَنْحِتُونَ الْجِبَالَ بُيُوتًا ۖ فَاذْكُرُوا آلَاءَ اللَّهِ وَلَا تَعْثَوْا فِي الْأَرْضِ مُفْسِدِينَ

Dan ingatlah ketika Dia menjadikan kalian pengganti-pengganti setelah Ad, dan menempatkan kalian di bumi; kalian membuat istana-istana dari dataran-dataran rendahnya, dan kalian memahat gunung-gunung menjadi rumah-rumah. Maka ingatlah nikmat-nikmat Allah, dan janganlah kalian berbuat kerusakan di bumi sebagai para perusak.”

Terjemahan bertahap (2 jeda)
  1. وَاذْكُرُوا إِذْ جَعَلَكُمْ خُلَفَاءَ مِنْ بَعْدِ عَادٍ وَبَوَّأَكُمْ فِي الْأَرْضِ تَتَّخِذُونَ مِنْ سُهُولِهَا قُصُورًا وَتَنْحِتُونَ الْجِبَالَ بُيُوتًاwa-dzkuruu idz ja'alakum khulafaa'a min ba'di aadin wa-bawwa'akum fi l-ardi tattakhidzuuna min suhuulihaa qusuuran wa-tanhituuna l-jibaala buyuutandan ingatlah ketika Dia menjadikan kalian pengganti-pengganti setelah Ad, dan menempatkan kalian di bumi, kalian membuat istana-istana dari dataran-dataran rendahnya, dan kalian memahat gunung-gunung menjadi rumah-rumah
  2. فَاذْكُرُوا آلَاءَ اللَّهِ وَلَا تَعْثَوْا فِي الْأَرْضِ مُفْسِدِينَfa-dzkuruu aalaa'a llaahi wa-laa ta'tsaw fi l-ardi mufsidiinamaka ingatlah nikmat-nikmat Allah, dan janganlah kalian berbuat kerusakan di bumi sebagai para perusak
Catatan pilihan kata (ringkas)

(akar dz-k-r, j-'-l, kh-l-f, b-'-d, '-w-d, b-w-a, a-r-d, a-kh-dz, s-h-l, q-s-r, n-h-t, j-b-l, b-y-t, a-l-w, a-l-h, '-ts-w, f-s-d): bawwa'a diterjemahkan 'menempatkan' (akar b-w-'); qusuur diterjemahkan 'istana-istana'; tanhituun diterjemahkan 'memahat' (akar n-h-t); ta'thaw…mufsidiin diterjemahkan 'berbuat kerusakan' (akar '-ts-w + akar f-s-d). gloss '(yang berkuasa)' dibuang.

Aplikasi

Pencapaian arsitektur kaum Thamud (istana di dataran rendah, rumah dipahat dari gunung) secara eksplisit disebut sebagai 'nikmat-nikmat Allah' yang perlu diingat dengan syukur, bukan sekadar prestasi teknis milik mereka sendiri. Konkretnya: pencapaian teknis/material yang mengesankan (karier, karya, infrastruktur) layak dilihat juga sebagai anugerah yang perlu direspons dengan syukur dan tanggung jawab, bukan semata kebanggaan atas kehebatan diri sendiri, kerangka ini menjaga pencapaian besar tidak berubah menjadi kesombongan.