قَالَ الَّذِينَ اسْتَكْبَرُوا إِنَّا بِالَّذِي آمَنْتُمْ بِهِ كَافِرُونَ

Orang-orang yang menyombongkan diri berkata, “Sesungguhnya kami kufur terhadap apa yang kalian imani.”

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. قَالَ الَّذِينَ اسْتَكْبَرُوا إِنَّا بِالَّذِي آمَنْتُمْ بِهِ كَافِرُونَqaala lladziina stakbaruu innaa bi-lladzii aamantum bihi kaafiruunaorang-orang yang menyombongkan diri berkata, sesungguhnya kami kufur terhadap apa yang kalian imani

Terjemahan per kata (8 kata)

  1. قَالَqaalaberkata
  2. الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
  3. اسْتَكْبَرُواstakbaruumereka menyombongkan diri
  4. إِنَّاinnaasesungguhnya kami
  5. بِالَّذِيbi-lladziidengan yang
  6. آمَنْتُمْaamantumkalian beriman
  7. بِهِbihipadanya
  8. كَافِرُونَkaafiruunaorang-orang kafir

Inti bacaan

Deklarasi terbuka penolakan, 'kami adalah orang-orang yang mengingkari apa yang kalian imani', menandai garis pemisah yang jelas dan disengaja, bukan sekadar keraguan pasif. Konkretnya: ada perbedaan penting antara belum yakin/masih mempertimbangkan dan secara aktif mendeklarasikan penolakan total terhadap sesuatu, mengenali kapan sebuah sikap sudah berpindah dari keraguan terbuka menjadi penolakan yang dideklarasikan tegas membantu memahami seberapa jauh ruang dialog yang masih tersisa.

Penjelasan pilihan kata

'mengingkari'→'kufur' (kaafiruuna, konsisten disiplin kafir→kufur, samakan 7:66).

Tafsiran

Penolakan terang-terangan kaum sombong Tsamud terhadap iman kaum lemah: perpecahan sosial yang memuncak menjadi permusuhan terbuka.

Renungan dan Hikmah

  • Allah merekam mereka menyatakan kufur terhadap apa yang diimani pihak lain. Tanpa sembunyi. Yang menolak tidak selalu menyamarkan penolakannya.
  • Allah menyebut yang mengucapkannya orang-orang yang menyombongkan diri. Sebutan itu mendahului ucapannya. Pembacanya sudah tahu dari mana kalimat itu datang sebelum mendengarnya.
  • Allah menempatkan ucapan itu sebagai balasan atas orang-orang lemah yang menyatakan beriman. Dua kelompok berhadapan. Yang membedakan bukan bukti yang mereka terima, melainkan kedudukan yang mereka pertahankan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

keluarga kbr/Elw: sebutan per takrif corpus ('besar'/'tinggi'; Sang bila takrif); istakbara diterjemahkan 'menyombongkan diri' & ta'aalaa (doksologi) pemakaian diteruskan; per kelas morfologi; pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi kbr/Elw: kabiir diterjemahkan 'besar' (takrif 'Sang Besar'), aliyy diterjemahkan 'tinggi' (takrif 'Sang Tinggi'); formula al-'aliyyu l-kabiir diterjemahkan 'Sang Tinggi lagi Sang Besar' (22:62 dst.), kini beda dari al-'aliyyu l-'azhiim 2:255 'Sang Tinggi lagi Sang Agung'. Registri ukuran: besar=kabiir, agung='azhiim, tinggi='aliyy, luhur=majiid, mulia=kariim, digdaya='aziiz. ta'aalaa/muta'aal & hukm = sub-putusan belum diputuskan. keluarga memuat 'leluhur terbesar, atau tertua' (cabang usia). aliyy (-l-w): tinggi/exalted; a'laa = elatif.