Ayat 7:80
وَلُوطًا إِذْ قَالَ لِقَوْمِهِ أَتَأْتُونَ الْفَاحِشَةَ مَا سَبَقَكُمْ بِهَا مِنْ أَحَدٍ مِنَ الْعَالَمِينَ
Dan ingatlah Lut, ketika ia berkata kepada kaumnya, “Apakah kalian mengerjakan perbuatan keji yang belum pernah dikerjakan oleh seorang pun sebelum kalian di antara seisi alam?”
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- وَلُوطًا إِذْ قَالَ لِقَوْمِهِ أَتَأْتُونَ الْفَاحِشَةَ مَا سَبَقَكُمْ بِهَا مِنْ أَحَدٍ مِنَ الْعَالَمِينَwa-luuthan idz qaala li-qawmihi a-ta'tuuna l-faahisyata maa sabaqakum bihaa min ahadin mina l-'aalamiinadan ingatlah Lut, ketika ia berkata kepada kaumnya, apakah kalian mengerjakan perbuatan keji yang belum pernah dikerjakan oleh seorang pun sebelum kalian di antara seisi alam
Terjemahan per kata (13 kata)
- وَلُوطًاwa-luuthandan Lut
- إِذْidzketika
- قَالَqaalaberkata
- لِقَوْمِهِli-qawmihikepada kaumnya
- أَتَأْتُونَa-ta'tuunaapakah kalian mendatangi
- الْفَاحِشَةَl-faahisyatakekejian
- مَاmaatidaklah
- سَبَقَكُمْsabaqakummendahului kalian
- بِهَاbihaapadanya
- مِنْmindari
- أَحَدٍahadinseorang pun
- مِنَminadari
- الْعَالَمِينَl-'aalamiinaseisi alam
Inti bacaan
Lut membingkai pelanggaran kaumnya sebagai sesuatu yang 'belum pernah dikerjakan oleh seorang pun sebelum kalian di antara seisi alam', penekanan pada keunikan/keparahan pelanggaran yang benar-benar baru, bukan sekadar pengulangan pola lama. Konkretnya: menyadari bahwa suatu perilaku benar-benar baru dan belum pernah dilakukan siapa pun sebelumnya (bukan sekadar 'semua orang melakukannya') seharusnya memicu kewaspadaan ekstra, bukan dianggap wajar hanya karena sudah menjadi kebiasaan kelompok saat ini.
Tafsiran
Kisah keempat pericope ini: Lut diutus kepada kaumnya dengan konfrontasi langsung terhadap suatu perbuatan keji yang belum pernah dilakukan bangsa mana pun sebelumnya.
Renungan dan Hikmah
- Allah merekam Lut bertanya apakah mereka mengerjakan yang belum pernah dikerjakan siapa pun sebelumnya. Yang ditunjuk kebaruannya. Perbuatan itu tak punya pembanding, bahkan di antara kaum yang binasa.
- Cakupan pembandingnya seisi alam. Bukan negeri sekitar. Perbandingan seluas itu menutup kemungkinan berkelit dengan menyebut orang lain.
- Allah merekam teguran itu berbentuk pertanyaan. Bukan vonis. Yang ditegur diminta melihat sendiri apa yang sedang ia kerjakan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
maa sabaqakum bihaa min ahadin MINA L-'AaLAMIiN, terjemahan lain 'di dunia ini' (belahan ke-6) diterjemahkan 'di antara seisi alam'; 2MP diterjemahkan kalian. Konvensi lm-C2: aalamiin diterjemahkan 'seisi alam' (73 ayat, SATU terjemahan; KBBI seisi = 'seluruh penghuni'; 'alam' = kata serapan aalam). Bandingkan 26:165/15:70/29:10 (aalamiin=orang); definisi internal 26:23-24; tambalan '(pada masa itu)' 6 ayat faddala dibuang. naas diterjemahkan 'manusia', khalq diterjemahkan 'makhluk', ummah diterjemahkan 'umat', wilayah lain, tak dilebur. jamak aalamuun = 'jenis-jenis makhluk yang diciptakan… bentuk jamak ini dipakai justru karena mencakup manusia'.
Ayat 7:81
إِنَّكُمْ لَتَأْتُونَ الرِّجَالَ شَهْوَةً مِنْ دُونِ النِّسَاءِ ۚ بَلْ أَنْتُمْ قَوْمٌ مُسْرِفُونَ
“Sesungguhnya kalian benar-benar mendatangi laki-laki dengan syahwat, bukan perempuan. Bahkan kalian adalah kaum yang melampaui batas.”
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- إِنَّكُمْ لَتَأْتُونَ الرِّجَالَ شَهْوَةً مِنْ دُونِ النِّسَاءِinnakum la-ta'tuuna r-rijaala syahwatan min duuni n-nisaa'isesungguhnya kalian benar-benar mendatangi laki-laki dengan syahwat, bukan perempuan
- بَلْ أَنْتُمْ قَوْمٌ مُسْرِفُونَbal antum qawmun musrifuunabahkan kalian adalah kaum yang melampaui batas
Terjemahan per kata (11 kata)
- إِنَّكُمْinnakumsesungguhnya kalian
- لَتَأْتُونَla-ta'tuunasungguh kalian mendatangi
- الرِّجَالَr-rijaalapara lelaki
- شَهْوَةًsyahwatannafsu
- مِنْmindari
- دُونِduuniselain
- النِّسَاءِn-nisaa'ipara perempuan
- بَلْbalbahkan
- أَنْتُمْantumkalian
- قَوْمٌqawmunkaum
- مُسْرِفُونَmusrifuunaorang-orang yang melampaui batas
Inti bacaan
Kaum Lut secara eksplisit disebut 'kaum yang melampaui batas (musrifuun)', istilah yang sama dipakai untuk berbagai pelanggaran lain dalam surah ini (pemborosan, sombong berlebihan), menandakan 'melampaui batas' sebagai kategori pelanggaran yang berlaku luas, bukan spesifik satu jenis dosa saja. Konkretnya: 'melampaui batas' sebagai kerangka evaluasi berlaku luas ke berbagai aspek hidup (keuangan, relasi, kebiasaan), melatih kepekaan terhadap kapan sesuatu sudah 'melampaui batas wajar' adalah keterampilan yang berguna lintas konteks, bukan aturan khusus untuk satu situasi.
Penjelasan pilihan kata
Lanjutan langsung tuduhan Lut dr 7:80 secara makna, tapi kutip dibuka baru di ayat ini (bukan carry-over lintas-rangkaian) demi kejelasan batas rangkaian.
Tafsiran
Lut menegaskan sifat perbuatan keji kaumnya: mendatangi sesama laki-laki dengan syahwat, meninggalkan pasangan yang wajar, tindakan yang melampaui batas kewajaran.
Renungan dan Hikmah
- Lut menutup teguran itu dengan menyebut mereka kaum yang melampaui batas, kata yang di surah yang sama dipakai Allah untuk pemborosan dan kesombongan. Satu kategori untuk beberapa perbuatan yang tampaknya berbeda. Yang menyatukan semuanya bukan jenis perbuatannya, melainkan tidak adanya garis yang diakui.
- Kalimatnya memakai kata 'bahkan', yang menaikkan dari satu perbuatan ke keadaan yang lebih luas. Yang disebut bukan cuma apa yang mereka lakukan, melainkan siapa mereka sudah menjadi. Perbuatan yang diulang cukup lama memang berhenti menjadi perbuatan dan mulai menjadi sebutan.
- Teguran itu menyebut dua sisi: apa yang mereka datangi, dan apa yang mereka tinggalkan. Meninggalkan sesuatu yang Allah tetapkan ikut dihitung, bukan cuma mengambil yang lain. Sebuah pilihan selalu punya dua bagian, dan yang tidak dipilih jarang ikut ditimbang orang.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar a-t-y, r-j-l, sh-h-w, d-w-n, n-s-w, q-w-m, s-r-f): ta'tuuna r-rijaal syahwatan diterjemahkan 'mendatangi laki-laki dengan syahwat'; musrifuun diterjemahkan 'melampaui batas' (akar s-r-f, israaf). Selaras.