وَلُوطًا إِذْ قَالَ لِقَوْمِهِ أَتَأْتُونَ الْفَاحِشَةَ مَا سَبَقَكُمْ بِهَا مِنْ أَحَدٍ مِنَ الْعَالَمِينَ
Dan ingatlah Lut, ketika ia berkata kepada kaumnya, “Apakah kalian mengerjakan perbuatan keji yang belum pernah dikerjakan oleh seorang pun sebelum kalian di antara seisi alam?”
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- وَلُوطًا إِذْ قَالَ لِقَوْمِهِ أَتَأْتُونَ الْفَاحِشَةَ مَا سَبَقَكُمْ بِهَا مِنْ أَحَدٍ مِنَ الْعَالَمِينَwa-luuthan idz qaala li-qawmihi a-ta'tuuna l-faahisyata maa sabaqakum bihaa min ahadin mina l-'aalamiinadan ingatlah Lut, ketika ia berkata kepada kaumnya, apakah kalian mengerjakan perbuatan keji yang belum pernah dikerjakan oleh seorang pun sebelum kalian di antara seisi alam
Terjemahan per kata (13 kata)
- وَلُوطًاwa-luuthandan Lut
- إِذْidzketika
- قَالَqaalaberkata
- لِقَوْمِهِli-qawmihikepada kaumnya
- أَتَأْتُونَa-ta'tuunaapakah kalian mendatangi
- الْفَاحِشَةَl-faahisyatakekejian
- مَاmaatidaklah
- سَبَقَكُمْsabaqakummendahului kalian
- بِهَاbihaapadanya
- مِنْmindari
- أَحَدٍahadinseorang pun
- مِنَminadari
- الْعَالَمِينَl-'aalamiinaseisi alam
Inti bacaan
Lut membingkai pelanggaran kaumnya sebagai sesuatu yang 'belum pernah dikerjakan oleh seorang pun sebelum kalian di antara seisi alam', penekanan pada keunikan/keparahan pelanggaran yang benar-benar baru, bukan sekadar pengulangan pola lama. Konkretnya: menyadari bahwa suatu perilaku benar-benar baru dan belum pernah dilakukan siapa pun sebelumnya (bukan sekadar 'semua orang melakukannya') seharusnya memicu kewaspadaan ekstra, bukan dianggap wajar hanya karena sudah menjadi kebiasaan kelompok saat ini.
Tafsiran
Kisah keempat pericope ini: Lut diutus kepada kaumnya dengan konfrontasi langsung terhadap suatu perbuatan keji yang belum pernah dilakukan bangsa mana pun sebelumnya.
Renungan dan Hikmah
- Allah merekam Lut bertanya apakah mereka mengerjakan yang belum pernah dikerjakan siapa pun sebelumnya. Yang ditunjuk kebaruannya. Perbuatan itu tak punya pembanding, bahkan di antara kaum yang binasa.
- Cakupan pembandingnya seisi alam. Bukan negeri sekitar. Perbandingan seluas itu menutup kemungkinan berkelit dengan menyebut orang lain.
- Allah merekam teguran itu berbentuk pertanyaan. Bukan vonis. Yang ditegur diminta melihat sendiri apa yang sedang ia kerjakan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
maa sabaqakum bihaa min ahadin MINA L-'AaLAMIiN, terjemahan lain 'di dunia ini' (belahan ke-6) diterjemahkan 'di antara seisi alam'; 2MP diterjemahkan kalian. Konvensi lm-C2: aalamiin diterjemahkan 'seisi alam' (73 ayat, SATU terjemahan; KBBI seisi = 'seluruh penghuni'; 'alam' = kata serapan aalam). Bandingkan 26:165/15:70/29:10 (aalamiin=orang); definisi internal 26:23-24; tambalan '(pada masa itu)' 6 ayat faddala dibuang. naas diterjemahkan 'manusia', khalq diterjemahkan 'makhluk', ummah diterjemahkan 'umat', wilayah lain, tak dilebur. jamak aalamuun = 'jenis-jenis makhluk yang diciptakan… bentuk jamak ini dipakai justru karena mencakup manusia'.