وَلُوطًا إِذْ قَالَ لِقَوْمِهِ أَتَأْتُونَ الْفَاحِشَةَ مَا سَبَقَكُمْ بِهَا مِنْ أَحَدٍ مِنَ الْعَالَمِينَ

Dan ingatlah Lut, ketika ia berkata kepada kaumnya, “Apakah kalian mengerjakan perbuatan keji yang belum pernah dikerjakan oleh seorang pun sebelum kalian di antara seisi alam?”

Terjemahan bertahap (1 jeda)
  1. وَلُوطًا إِذْ قَالَ لِقَوْمِهِ أَتَأْتُونَ الْفَاحِشَةَ مَا سَبَقَكُمْ بِهَا مِنْ أَحَدٍ مِنَ الْعَالَمِينَwa-luutan idz qaala li-qawmihi a-ta'tuuna l-faahishata maa sabaqakum bihaa min ahadin mina l-aalamiinadan ingatlah Lut, ketika ia berkata kepada kaumnya, apakah kalian mengerjakan perbuatan keji yang belum pernah dikerjakan oleh seorang pun sebelum kalian di antara seisi alam
Catatan pilihan kata (ringkas)

maa sabaqakum bihaa min ahadin MINA L-'AaLAMIiN, terjemahan lain 'di dunia ini' (belahan ke-6) diterjemahkan 'di antara seisi alam'; 2MP diterjemahkan kalian. Konvensi lm-C2: aalamiin diterjemahkan 'seisi alam' (73 ayat, SATU rendering; KBBI seisi = 'seluruh penghuni'; 'alam' = loanword aalam). Probe 26:165/15:70/29:10 (aalamiin=orang); definisi internal 26:23-24; tambalan '(pada masa itu)' 6 ayat faddala dibuang. ⚠ naas diterjemahkan 'manusia', khalq diterjemahkan 'makhluk', ummah diterjemahkan 'umat', wilayah lain, tak dilebur. Lih. C2.

Aplikasi

Lut membingkai pelanggaran kaumnya sebagai sesuatu yang 'belum pernah dikerjakan oleh seorang pun sebelum kalian di antara seisi alam', penekanan pada keunikan/keparahan pelanggaran yang benar-benar baru, bukan sekadar pengulangan pola lama. Konkretnya: menyadari bahwa suatu perilaku benar-benar baru dan belum pernah dilakukan siapa pun sebelumnya (bukan sekadar 'semua orang melakukannya') seharusnya memicu kewaspadaan ekstra, bukan dianggap wajar hanya karena sudah menjadi kebiasaan kelompok saat ini.