إِنَّكُمْ لَتَأْتُونَ الرِّجَالَ شَهْوَةً مِنْ دُونِ النِّسَاءِ ۚ بَلْ أَنْتُمْ قَوْمٌ مُسْرِفُونَ
“Sesungguhnya kalian benar-benar mendatangi laki-laki dengan syahwat, bukan perempuan. Bahkan kalian adalah kaum yang melampaui batas.”
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- إِنَّكُمْ لَتَأْتُونَ الرِّجَالَ شَهْوَةً مِنْ دُونِ النِّسَاءِinnakum la-ta'tuuna r-rijaala shahwatan min duuni n-nisaa'isesungguhnya kalian benar-benar mendatangi laki-laki dengan syahwat, bukan perempuan
- بَلْ أَنْتُمْ قَوْمٌ مُسْرِفُونَbal antum qawmun musrifuunabahkan kalian adalah kaum yang melampaui batas
Catatan pilihan kata (ringkas)
(akar a-t-y, r-j-l, sh-h-w, d-w-n, n-s-w, q-w-m, s-r-f): ta'tuuna r-rijaal shahwatan diterjemahkan 'mendatangi laki-laki dengan syahwat'; musrifuun diterjemahkan 'melampaui batas' (akar s-r-f, israaf). Selaras.
Aplikasi
Kaum Lut secara eksplisit disebut 'kaum yang melampaui batas (musrifuun)', istilah yang sama dipakai untuk berbagai pelanggaran lain dalam surah ini (pemborosan, sombong berlebihan), menandakan 'melampaui batas' sebagai kategori pelanggaran yang berlaku luas, bukan spesifik satu jenis dosa saja. Konkretnya: 'melampaui batas' sebagai kerangka evaluasi berlaku luas ke berbagai aspek hidup (keuangan, relasi, kebiasaan), melatih kepekaan terhadap kapan sesuatu sudah 'melampaui batas wajar' adalah keterampilan yang berguna lintas konteks, bukan aturan khusus untuk satu situasi.