إِنَّكُمْ لَتَأْتُونَ الرِّجَالَ شَهْوَةً مِنْ دُونِ النِّسَاءِ ۚ بَلْ أَنْتُمْ قَوْمٌ مُسْرِفُونَ

“Sesungguhnya kalian benar-benar mendatangi laki-laki dengan syahwat, bukan perempuan. Bahkan kalian adalah kaum yang melampaui batas.”

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. إِنَّكُمْ لَتَأْتُونَ الرِّجَالَ شَهْوَةً مِنْ دُونِ النِّسَاءِinnakum la-ta'tuuna r-rijaala syahwatan min duuni n-nisaa'isesungguhnya kalian benar-benar mendatangi laki-laki dengan syahwat, bukan perempuan
  2. بَلْ أَنْتُمْ قَوْمٌ مُسْرِفُونَbal antum qawmun musrifuunabahkan kalian adalah kaum yang melampaui batas

Terjemahan per kata (11 kata)

  1. إِنَّكُمْinnakumsesungguhnya kalian
  2. لَتَأْتُونَla-ta'tuunasungguh kalian mendatangi
  3. الرِّجَالَr-rijaalapara lelaki
  4. شَهْوَةًsyahwatannafsu
  5. مِنْmindari
  6. دُونِduuniselain
  7. النِّسَاءِn-nisaa'ipara perempuan
  8. بَلْbalbahkan
  9. أَنْتُمْantumkalian
  10. قَوْمٌqawmunkaum
  11. مُسْرِفُونَmusrifuunaorang-orang yang melampaui batas

Inti bacaan

Kaum Lut secara eksplisit disebut 'kaum yang melampaui batas (musrifuun)', istilah yang sama dipakai untuk berbagai pelanggaran lain dalam surah ini (pemborosan, sombong berlebihan), menandakan 'melampaui batas' sebagai kategori pelanggaran yang berlaku luas, bukan spesifik satu jenis dosa saja. Konkretnya: 'melampaui batas' sebagai kerangka evaluasi berlaku luas ke berbagai aspek hidup (keuangan, relasi, kebiasaan), melatih kepekaan terhadap kapan sesuatu sudah 'melampaui batas wajar' adalah keterampilan yang berguna lintas konteks, bukan aturan khusus untuk satu situasi.

Penjelasan pilihan kata

Lanjutan langsung tuduhan Lut dr 7:80 secara makna, tapi kutip dibuka baru di ayat ini (bukan carry-over lintas-rangkaian) demi kejelasan batas rangkaian.

Tafsiran

Lut menegaskan sifat perbuatan keji kaumnya: mendatangi sesama laki-laki dengan syahwat, meninggalkan pasangan yang wajar, tindakan yang melampaui batas kewajaran.

Renungan dan Hikmah

  • Lut menutup teguran itu dengan menyebut mereka kaum yang melampaui batas, kata yang di surah yang sama dipakai Allah untuk pemborosan dan kesombongan. Satu kategori untuk beberapa perbuatan yang tampaknya berbeda. Yang menyatukan semuanya bukan jenis perbuatannya, melainkan tidak adanya garis yang diakui.
  • Kalimatnya memakai kata 'bahkan', yang menaikkan dari satu perbuatan ke keadaan yang lebih luas. Yang disebut bukan cuma apa yang mereka lakukan, melainkan siapa mereka sudah menjadi. Perbuatan yang diulang cukup lama memang berhenti menjadi perbuatan dan mulai menjadi sebutan.
  • Teguran itu menyebut dua sisi: apa yang mereka datangi, dan apa yang mereka tinggalkan. Meninggalkan sesuatu yang Allah tetapkan ikut dihitung, bukan cuma mengambil yang lain. Sebuah pilihan selalu punya dua bagian, dan yang tidak dipilih jarang ikut ditimbang orang.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar a-t-y, r-j-l, sh-h-w, d-w-n, n-s-w, q-w-m, s-r-f): ta'tuuna r-rijaal shahwatan diterjemahkan 'mendatangi laki-laki dengan syahwat'; musrifuun diterjemahkan 'melampaui batas' (akar s-r-f, israaf). Selaras.