وَمَا كَانَ جَوَابَ قَوْمِهِ إِلَّا أَنْ قَالُوا أَخْرِجُوهُمْ مِنْ قَرْيَتِكُمْ ۖ إِنَّهُمْ أُنَاسٌ يَتَطَهَّرُونَ
Dan tidaklah jawaban kaumnya kecuali mereka berkata, “Usirlah mereka dari negeri kalian; sesungguhnya mereka orang-orang yang menyucikan diri.”
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَمَا كَانَ جَوَابَ قَوْمِهِ إِلَّا أَنْ قَالُوا أَخْرِجُوهُمْ مِنْ قَرْيَتِكُمْwa-maa kaana jawaaba qawmihi illaa an qaaluu akhrijuuhum min qaryatikumdan tidaklah jawaban kaumnya kecuali mereka berkata, usirlah mereka dari negeri kalian
- إِنَّهُمْ أُنَاسٌ يَتَطَهَّرُونَinnahum unaasun yatathahharuunasesungguhnya mereka orang-orang yang menyucikan diri
Terjemahan per kata (13 kata)
- وَمَاwa-maadan tidaklah
- كَانَkaanaadalah
- جَوَابَjawaabajawaban
- قَوْمِهِqawmihikaumnya
- إِلَّاillaakecuali
- أَنْanbahwa
- قَالُواqaaluumereka berkata
- أَخْرِجُوهُمْakhrijuuhumusirlah mereka
- مِنْmindari
- قَرْيَتِكُمْqaryatikumnegeri kalian
- إِنَّهُمْinnahumsesungguhnya mereka
- أُنَاسٌunaasunorang-orang
- يَتَطَهَّرُونَyatathahharuunamereka menyucikan diri
Inti bacaan
Respons kaumnya bukan pembelaan, melainkan usulan pengusiran, dengan sindiran sinis: 'mereka orang-orang yang (hendak) menyucikan diri', standar moral yang berbeda justru dianggap sebagai ancaman yang harus disingkirkan, bukan diperiksa. Konkretnya: berpegang pada standar yang lebih ketat/berbeda dari mayoritas kadang direspons dengan sinisme atau usaha menyingkirkan, bukan dialog jujur, bersiap menghadapi respons semacam ini penting bagi siapa pun yang memilih menjaga standar berbeda dari kebiasaan sekitarnya, tanpa membiarkan sinisme itu menggoyahkan pendirian yang benar.
Tafsiran
Respons kaum Lut adalah pengusiran, bukan pertobatan: kata 'menyucikan diri' di sini kemungkinan diucapkan secara mengejek oleh kaumnya sebagai sindiran, bukan pujian tulus terhadap kesucian pengikut Lut.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebut jawaban kaumnya bukan berupa alasan, melainkan usulan mengusir. Tidak ada satu pun keberatan atas isi seruannya. Ketika sebuah teguran dijawab dengan menyingkirkan orangnya, isinya sudah diakui benar tanpa perlu diucapkan.
- Alasan yang direkam Allah bahwa orang-orang itu menyucikan diri. Kebaikan dijadikan sebab pengusiran. Yang mengganggu bukan perbuatan buruk mereka, melainkan bahwa mereka tidak ikut serta.
- Kata yang dipakai negeri kalian, seolah kepemilikannya sudah selesai diputuskan. Kepemilikan itu ditegaskan di dalam kalimat pengusiran. Menyebut sesuatu sebagai milik sendiri memang cara tercepat untuk merasa berhak mengeluarkan orang lain darinya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar k-w-n, j-w-b, q-w-m, q-w-l, kh-r-j, q-r-y, a-n-s, t-h-r): akhrijuuhum diterjemahkan 'usirlah mereka' (akar kh-r-j); yatatahharuun diterjemahkan 'menyucikan diri' (akar t-h-r putaran THR; diucapkan sinis oleh pelaku kerusakan). gloss '(Lut dan pengikutnya)' dibuang.