وَمَا كَانَ جَوَابَ قَوْمِهِ إِلَّا أَنْ قَالُوا أَخْرِجُوهُمْ مِنْ قَرْيَتِكُمْ ۖ إِنَّهُمْ أُنَاسٌ يَتَطَهَّرُونَ

Dan tidaklah jawaban kaumnya kecuali mereka berkata, “Usirlah mereka dari negeri kalian; sesungguhnya mereka orang-orang yang menyucikan diri.”

Terjemahan bertahap (2 jeda)
  1. وَمَا كَانَ جَوَابَ قَوْمِهِ إِلَّا أَنْ قَالُوا أَخْرِجُوهُمْ مِنْ قَرْيَتِكُمْwa-maa kaana jawaaba qawmihi illaa an qaaluu akhrijuuhum min qaryatikumdan tidaklah jawaban kaumnya kecuali mereka berkata, usirlah mereka dari negeri kalian
  2. إِنَّهُمْ أُنَاسٌ يَتَطَهَّرُونَinnahum unaasun yatatahharuunasesungguhnya mereka orang-orang yang menyucikan diri
Catatan pilihan kata (ringkas)

(akar k-w-n, j-w-b, q-w-m, q-w-l, kh-r-j, q-r-y, a-n-s, t-h-r): akhrijuuhum diterjemahkan 'usirlah mereka' (akar kh-r-j); yatatahharuun diterjemahkan 'menyucikan diri' (akar t-h-r putaran THR; diucapkan sinis oleh pelaku kerusakan). gloss '(Lut dan pengikutnya)' dibuang.

Aplikasi

Respons kaumnya bukan pembelaan, melainkan usulan pengusiran, dengan sindiran sinis: 'mereka orang-orang yang (hendak) menyucikan diri', standar moral yang berbeda justru dianggap sebagai ancaman yang harus disingkirkan, bukan diperiksa. Konkretnya: berpegang pada standar yang lebih ketat/berbeda dari mayoritas kadang direspons dengan sinisme atau usaha menyingkirkan, bukan dialog jujur, bersiap menghadapi respons semacam ini penting bagi siapa pun yang memilih menjaga standar berbeda dari kebiasaan sekitarnya, tanpa membiarkan sinisme itu menggoyahkan pendirian yang benar.