وَأَمْطَرْنَا عَلَيْهِمْ مَطَرًا ۖ فَانْظُرْ كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُجْرِمِينَ
Dan Kami menghujani mereka dengan hujan. Maka perhatikanlah bagaimana akibat orang-orang yang berdosa.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَأَمْطَرْنَا عَلَيْهِمْ مَطَرًاwa-amtharnaa 'alayhim matharandan Kami menghujani mereka dengan hujan
- فَانْظُرْ كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُجْرِمِينَfa-nzhur kayfa kaana 'aaqibatu l-mujrimiinamaka perhatikanlah bagaimana akibat orang-orang yang berdosa
Terjemahan per kata (8 kata)
- وَأَمْطَرْنَاwa-amtharnaadan Kami menghujani
- عَلَيْهِمْ'alayhimatas mereka
- مَطَرًاmatharanhujan
- فَانْظُرْfa-nzhurmaka perhatikanlah
- كَيْفَkayfabagaimana
- كَانَkaanaadalah
- عَاقِبَةُ'aaqibatukesudahan
- الْمُجْرِمِينَl-mujrimiinapara pendosa
Inti bacaan
Ajakan berulang 'perhatikanlah bagaimana akhir para pendurhaka', pola yang sama muncul di berbagai kisah kehancuran, menegaskan lagi anjuran mengamati hasil nyata sebagai metode verifikasi, bukan sekadar menerima klaim. Konkretnya: mengamati hasil akhir dari berbagai pilihan hidup orang lain (bukan hanya mendengar klaim atau janji) adalah metode pembelajaran yang eksplisit dianjurkan berulang-ulang di sini, belajar dari pola hasil nyata orang lain adalah cara yang lebih andal daripada berasumsi tanpa bukti.
Penjelasan pilihan kata
'para pendurhaka'→'orang-orang yang berdosa' (mujrimiina, konsisten dengan mayoritas proyek). Penutup kisah Lut.
Tafsiran
Hujan azab (dipahami tradisional sebagai hujan batu) menjadi penutup kisah Lut: pola kelima dari lima kisah rasul dalam pericope ini yang berakhir dengan kebinasaan kaum pendusta.
Renungan dan Hikmah
- Seluruh akhir kisah itu diringkas Allah dalam satu kalimat pendek. Tidak ada rincian, tidak ada gambaran yang diperpanjang. Yang panjang justru bagian percakapan sebelumnya, dan penutupnya sengaja dibuat sesingkat mungkin.
- Kalimat penutupnya sebuah perintah kepada pembaca: perhatikanlah bagaimana akibatnya. Cerita itu berhenti dan pembacanya diajak bicara. Yang diminta bukan kesedihan atas mereka, melainkan pengamatan atas polanya.
- Ini penutup kelima dari rangkaian kisah dengan bentuk yang sama. Allah mengulang susunan itu tanpa mengubahnya. Yang hendak ditanamkan bukan satu kejadian, melainkan sesuatu yang cuma bisa terlihat setelah dibaca berkali-kali.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar m-t-r, n-zh-r, k-y-f, k-w-n, '-q-b, j-r-m): amtarnaa mataran diterjemahkan 'menghujani dengan hujan' (akar m-t-r; terjemahan lain menambah '(batu)', dibuang, teks tak menyebut jenisnya di ayat ini); aaqibat al-mujrimiin diterjemahkan 'akhir para pendurhaka' (akar '-q-b + akar j-r-m).