وَإِلَىٰ مَدْيَنَ أَخَاهُمْ شُعَيْبًا ۗ قَالَ يَا قَوْمِ اعْبُدُوا اللَّهَ مَا لَكُمْ مِنْ إِلَٰهٍ غَيْرُهُ ۖ قَدْ جَاءَتْكُمْ بَيِّنَةٌ مِنْ رَبِّكُمْ ۖ فَأَوْفُوا الْكَيْلَ وَالْمِيزَانَ وَلَا تَبْخَسُوا النَّاسَ أَشْيَاءَهُمْ وَلَا تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ بَعْدَ إِصْلَاحِهَا ۚ ذَٰلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ

Dan kepada Madyan, Kami utus saudara mereka, Syuaib. Ia berkata, “Wahai kaumku, sembahlah Allah; tidak ada tuhan bagi kalian selain Dia. Sungguh telah datang kepada kalian bukti yang nyata dari Tuhan kalian. Maka sempurnakanlah takaran dan timbangan, dan janganlah kalian mengurangi hak-hak manusia, dan janganlah kalian berbuat kerusakan di bumi setelah diperbaiki. Itu lebih baik bagi kalian, jika kalian orang-orang yang beriman.”

Terjemahan bertahap (5 jeda)

  1. وَإِلَىٰ مَدْيَنَ أَخَاهُمْ شُعَيْبًاwa-ilaa madyana akhaahum syu'aybandan kepada Madyan, Kami utus saudara mereka, Syuaib
  2. قَالَ يَا قَوْمِ اعْبُدُوا اللَّهَ مَا لَكُمْ مِنْ إِلَٰهٍ غَيْرُهُqaala yaa qawmi 'buduu llaaha maa lakum min ilaahin ghayruhuia berkata, wahai kaumku, sembahlah Allah, tidak ada tuhan bagi kalian selain Dia
  3. قَدْ جَاءَتْكُمْ بَيِّنَةٌ مِنْ رَبِّكُمْqad jaa'atkum bayyinatun min rabbikumsungguh telah datang kepada kalian bukti yang nyata dari Tuhan kalian
  4. فَأَوْفُوا الْكَيْلَ وَالْمِيزَانَ وَلَا تَبْخَسُوا النَّاسَ أَشْيَاءَهُمْ وَلَا تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ بَعْدَ إِصْلَاحِهَاfa-awfuu l-kayla wa-l-miizaana wa-laa tabkhasuu n-naasa asyyaa'ahum wa-laa tufsiduu fi l-ardhi ba'da ishlaahihaamaka sempurnakanlah takaran dan timbangan, dan janganlah kalian mengurangi hak-hak manusia, dan janganlah kalian berbuat kerusakan di bumi setelah diperbaiki
  5. ذَٰلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَdzaalikum khayrun lakum in kuntum mu'miniinaitu lebih baik bagi kalian, jika kalian orang-orang yang beriman

Terjemahan per kata (38 kata)

  1. وَإِلَىٰwa-ilaadan kepada
  2. مَدْيَنَmadyanaMadyan
  3. أَخَاهُمْakhaahumsaudara mereka
  4. شُعَيْبًاsyu'aybanSyuaib
  5. قَالَqaalaberkata
  6. يَاyaawahai
  7. قَوْمِqawmikaumku
  8. اعْبُدُوا'buduumengabdilah kalian
  9. اللَّهَllaahaAllah
  10. مَاmaatidak ada
  11. لَكُمْlakumkepada kalian
  12. مِنْmindari
  13. إِلَٰهٍilaahintuhan
  14. غَيْرُهُghayruhuselain Dia
  15. قَدْqadsungguh
  16. جَاءَتْكُمْjaa'atkumdatang kepada kalian
  17. بَيِّنَةٌbayyinatunbukti nyata
  18. مِنْmindari
  19. رَبِّكُمْrabbikumTuhan kalian
  20. فَأَوْفُواfa-awfuumaka sempurnakanlah kalian
  21. الْكَيْلَl-kaylatakaran
  22. وَالْمِيزَانَwa-l-miizaanadan timbangan
  23. وَلَاwa-laadan janganlah
  24. تَبْخَسُواtabkhasuukalian mengurangi
  25. النَّاسَn-naasamanusia
  26. أَشْيَاءَهُمْasyyaa'ahumbarang-barang mereka
  27. وَلَاwa-laadan janganlah
  28. تُفْسِدُواtufsiduukalian berbuat kerusakan
  29. فِيfidi
  30. الْأَرْضِl-ardhibumi
  31. بَعْدَba'dasesudah
  32. إِصْلَاحِهَاishlaahihaaperbaikannya
  33. ذَٰلِكُمْdzaalikumdemikian itu
  34. خَيْرٌkhayrunlebih baik
  35. لَكُمْlakumkepada kalian
  36. إِنْinjika
  37. كُنْتُمْkuntumkalian adalah
  38. مُؤْمِنِينَmu'miniinaorang-orang beriman

Inti bacaan

Pesan Syuʻaib kepada Madyan punya penekanan spesifik berbeda dari nabi-nabi sebelumnya: kejujuran ekonomi, 'sempurnakanlah takaran dan timbangan, janganlah mengurangi hak-hak manusia'. Konkretnya: setiap komunitas punya kecenderungan pelanggaran khasnya sendiri (di sini: kecurangan dalam transaksi ekonomi), mengenali pola pelanggaran spesifik yang paling relevan dengan konteks sendiri (bukan hanya prinsip umum) membantu fokus perbaikan pada area yang benar-benar dibutuhkan, bukan generalisasi kosong.

Tafsiran

Kisah Syuaib membuka tema baru: bukan penyembahan berhala semata, melainkan kecurangan ekonomi (takaran dan timbangan) sebagai bentuk kerusakan di bumi yang harus dihindari.

Renungan dan Hikmah

  • Allah merekam Syuaib membuka dengan kalimat yang sama: sembahlah Allah, tidak ada tuhan bagi kalian selain Dia. Persis. Yang berganti kaumnya, bukan pokoknya.
  • Allah merekam ia menyuruh menyempurnakan takaran dan timbangan sesudahnya. Urusan pasar. Ibadah dan timbangan dagang diucapkan dalam satu tarikan napas.
  • Larangan berikutnya jangan merugikan manusia pada hak-hak mereka. Bukan hanya menakar. Yang dijaga bukan alat ukurnya, melainkan apa yang menjadi milik orang.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar a-kh-w, q-w-l, q-w-m, '-b-d, a-l-h, gh-y-r, j-y-a, b-y-n, r-b-b, w-f-y, k-y-l, w-z-n, b-kh-s, n-w-s, sh-y-a, f-s-d, a-r-d, b-'-d, s-l-h, kh-y-r, k-w-n, a-m-n): u'buduu diterjemahkan 'sembahlah' (akar '-b-d); ilaah diterjemahkan 'tuhan' (dijaga harfiah); bayyinah diterjemahkan 'bukti nyata' (akar b-y-n); awfuu l-kayl wa l-miizaan diterjemahkan 'sempurnakan takaran dan timbangan' (akar w-f-y + akar w-z-n putaran 125); tabkhasuu diterjemahkan 'mengurangi (hak)' (akar b-kh-s). gloss '(yang disembah)/(pula)' dibuang.