وَإِلَىٰ مَدْيَنَ أَخَاهُمْ شُعَيْبًا ۗ قَالَ يَا قَوْمِ اعْبُدُوا اللَّهَ مَا لَكُمْ مِنْ إِلَٰهٍ غَيْرُهُ ۖ قَدْ جَاءَتْكُمْ بَيِّنَةٌ مِنْ رَبِّكُمْ ۖ فَأَوْفُوا الْكَيْلَ وَالْمِيزَانَ وَلَا تَبْخَسُوا النَّاسَ أَشْيَاءَهُمْ وَلَا تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ بَعْدَ إِصْلَاحِهَا ۚ ذَٰلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ
Dan kepada Madyan, Kami utus saudara mereka, Syuaib. Ia berkata, “Wahai kaumku, sembahlah Allah; tidak ada tuhan bagi kalian selain Dia. Sungguh telah datang kepada kalian bukti yang nyata dari Tuhan kalian. Maka sempurnakanlah takaran dan timbangan, dan janganlah kalian mengurangi hak-hak manusia, dan janganlah kalian berbuat kerusakan di bumi setelah diperbaiki. Itu lebih baik bagi kalian, jika kalian orang-orang yang beriman.”
Terjemahan bertahap (5 jeda)
- وَإِلَىٰ مَدْيَنَ أَخَاهُمْ شُعَيْبًاwa-ilaa madyana akhaahum shu'aybandan kepada Madyan, Kami utus saudara mereka, Syuaib
- قَالَ يَا قَوْمِ اعْبُدُوا اللَّهَ مَا لَكُمْ مِنْ إِلَٰهٍ غَيْرُهُqaala yaa qawmi buduu llaaha maa lakum min ilaahin ghayruhuia berkata, wahai kaumku, sembahlah Allah, tidak ada tuhan bagi kalian selain Dia
- قَدْ جَاءَتْكُمْ بَيِّنَةٌ مِنْ رَبِّكُمْqad jaa'atkum bayyinatun min rabbikumsungguh telah datang kepada kalian bukti yang nyata dari Tuhan kalian
- فَأَوْفُوا الْكَيْلَ وَالْمِيزَانَ وَلَا تَبْخَسُوا النَّاسَ أَشْيَاءَهُمْ وَلَا تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ بَعْدَ إِصْلَاحِهَاfa-awfuu l-kayla wa-l-miizaana wa-laa tabkhasuu n-naasa ashyaa'ahum wa-laa tufsiduu fi l-ardi ba'da islaahihaamaka sempurnakanlah takaran dan timbangan, dan janganlah kalian mengurangi hak-hak manusia, dan janganlah kalian berbuat kerusakan di bumi setelah diperbaiki
- ذَٰلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَdzaalikum khayrun lakum in kuntum mu'miniinaitu lebih baik bagi kalian, jika kalian orang-orang yang beriman
Catatan pilihan kata (ringkas)
(akar a-kh-w, q-w-l, q-w-m, '-b-d, a-l-h, gh-y-r, j-y-a, b-y-n, r-b-b, w-f-y, k-y-l, w-z-n, b-kh-s, n-w-s, sh-y-a, f-s-d, a-r-d, b-'-d, s-l-h, kh-y-r, k-w-n, a-m-n): u'buduu diterjemahkan 'sembahlah' (akar '-b-d); ilaah diterjemahkan 'tuhan' (dijaga harfiah); bayyinah diterjemahkan 'bukti nyata' (akar b-y-n); awfuu l-kayl wa l-miizaan diterjemahkan 'sempurnakan takaran dan timbangan' (akar w-f-y + akar w-z-n putaran 125); tabkhasuu diterjemahkan 'mengurangi (hak)' (akar b-kh-s). gloss '(yang disembah)/(pula)' dibuang.
Aplikasi
Pesan Syuʻaib kepada Madyan punya penekanan spesifik berbeda dari nabi-nabi sebelumnya: kejujuran ekonomi, 'sempurnakanlah takaran dan timbangan, janganlah mengurangi hak-hak manusia'. Konkretnya: setiap komunitas punya kecenderungan pelanggaran khasnya sendiri (di sini: kecurangan dalam transaksi ekonomi), mengenali pola pelanggaran spesifik yang paling relevan dengan konteks sendiri (bukan hanya prinsip umum) membantu fokus perbaikan pada area yang benar-benar dibutuhkan, bukan generalisasi kosong.