وَلَا تَقْعُدُوا بِكُلِّ صِرَاطٍ تُوعِدُونَ وَتَصُدُّونَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ مَنْ آمَنَ بِهِ وَتَبْغُونَهَا عِوَجًا ۚ وَاذْكُرُوا إِذْ كُنْتُمْ قَلِيلًا فَكَثَّرَكُمْ ۖ وَانْظُرُوا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُفْسِدِينَ
“Dan janganlah kalian duduk di setiap jalan, mengancam dan menghalangi dari jalan Allah orang yang beriman kepada-Nya, dan menginginkan jalan itu menjadi bengkok. Dan ingatlah ketika kalian dahulu sedikit, lalu Dia memperbanyak kalian. Dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berbuat kerusakan.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- وَلَا تَقْعُدُوا بِكُلِّ صِرَاطٍ تُوعِدُونَ وَتَصُدُّونَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ مَنْ آمَنَ بِهِ وَتَبْغُونَهَا عِوَجًاwa-laa taq'uduu bi-kulli shiraathin tuu'iduuna wa-tashudduuna 'an sabiili llaahi man aamana bihi wa-tabghuunahaa 'iwajandan janganlah kalian duduk di setiap jalan, mengancam dan menghalangi dari jalan Allah orang yang beriman kepada-Nya, dan menginginkan jalan itu menjadi bengkok
- وَاذْكُرُوا إِذْ كُنْتُمْ قَلِيلًا فَكَثَّرَكُمْwa-dzkuruu idz kuntum qaliilan fa-katstsarakumdan ingatlah ketika kalian dahulu sedikit, lalu Dia memperbanyak kalian
- وَانْظُرُوا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُفْسِدِينَwa-nzhuruu kayfa kaana 'aaqibatu l-mufsidiinadan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berbuat kerusakan
Terjemahan per kata (24 kata)
- وَلَاwa-laadan janganlah
- تَقْعُدُواtaq'uduukalian duduk
- بِكُلِّbi-kullipada segala
- صِرَاطٍshiraathinjalan
- تُوعِدُونَtuu'iduunakalian janjikan
- وَتَصُدُّونَwa-tashudduunadan kalian menghalangi
- عَنْ'andari
- سَبِيلِsabiilijalan
- اللَّهِllaahiAllah
- مَنْmanorang yang
- آمَنَaamanaberiman
- بِهِbihikepada-Nya
- وَتَبْغُونَهَاwa-tabghuunahaadan kalian menghendakinya
- عِوَجًا'iwajankebengkokan
- وَاذْكُرُواwa-dzkuruudan ingatlah kalian
- إِذْidzketika
- كُنْتُمْkuntumkalian adalah
- قَلِيلًاqaliilansedikit
- فَكَثَّرَكُمْfa-katstsarakummaka Dia memperbanyak kalian
- وَانْظُرُواwa-nzhuruudan perhatikanlah kalian
- كَيْفَkayfabagaimana
- كَانَkaanaadalah
- عَاقِبَةُ'aaqibatukesudahan
- الْمُفْسِدِينَl-mufsidiinaorang-orang yang berbuat kerusakan
Inti bacaan
Kritik terhadap yang 'duduk di setiap jalan, menakut-nakuti dan menghalangi' orang lain dari kebaikan disertai pengingat ironis: 'ingatlah ketika kalian dahulu sedikit, lalu Dia memperbanyak kalian', kekuatan/jumlah yang bertambah (sebuah anugerah) justru dipakai untuk menindas, bukan memberkati orang lain. Konkretnya: pertumbuhan kekuatan/pengaruh/sumber daya seseorang seharusnya dipakai untuk membuka jalan bagi orang lain, bukan menghalangi atau mengintimidasi mereka, menyalahgunakan keunggulan yang sebenarnya adalah anugerah untuk menindas pihak lain adalah pembalikan tujuan yang seharusnya.
Penjelasan pilihan kata
'menakut-nakuti'→'mengancam' (tuu'iduuna root w'd bentuk keempat, acuan 22:72 'diancamkan' utk makna ancaman). 'akhir'→'kesudahan' (aaqibatu l-mufsidiina, harmonisasi persis acuan 27:14, frasa identik). Membuka kutip fresh Syuaib (lanjutan makna dr 7:85, dibuka baru krn batas rangkaian), berlanjut ke 7:87.
Tafsiran
Syuaib memperluas seruannya dari sekadar larangan curang dalam takaran menjadi larangan menghalangi orang lain dari jalan Allah: kejahatan struktural, bukan sekadar pelanggaran individual.
Renungan dan Hikmah
- Larangannya berbunyi 'janganlah kalian duduk di setiap jalan'. Perbuatannya digambarkan sebagai duduk, bukan sebagai menyerang. Menghalangi memang tak menuntut tenaga; ia cuma menuntut penempatan diri. Merusak jalan orang lain jauh lebih murah daripada membuka satu jalan, dan itulah sebabnya ia lebih sering terjadi.
- Mereka disebut 'menginginkan jalan itu menjadi bengkok', yaitu jalan Allah yang baru disebut. Bukan cuma menghentikan orang yang lewat, melainkan mengubah jalannya sendiri. Ada bentuk penolakan yang tidak puas hanya dengan tidak ikut; ia baru tenang kalau yang benar sudah kelihatan berbeda dari yang sebenarnya.
- Syuaib bergerak dari melarang curang dalam takaran ke melarang menghalangi jalan Allah, dan memperlakukan keduanya sebagai satu perkara. Kecurangan kecil dalam timbangan dan penutupan jalan bagi orang banyak ternyata satu watak yang sama, yang membesar begitu diberi kesempatan yang lebih luas.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar q-'-d, k-l-l, s-r-t, w-'-d, s-d-d, s-b-l, a-l-h, a-m-n, b-gh-y, '-w-j, dz-k-r, k-w-n, q-l-l, k-ts-r, n-zh-r, k-y-f, '-q-b, f-s-d): taq'uduu diterjemahkan 'duduk (menghadang)' (akar q-'-d); tuu'iduun diterjemahkan 'menakut-nakuti (mengancam)' (akar w-'-d); tasudduun diterjemahkan 'menghalangi' (akar s-d-d); tabghuunahaa iwajan diterjemahkan 'menginginkannya bengkok' (akar b-gh-y + akar '-w-j). Selaras.