وَلَا تَقْعُدُوا بِكُلِّ صِرَاطٍ تُوعِدُونَ وَتَصُدُّونَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ مَنْ آمَنَ بِهِ وَتَبْغُونَهَا عِوَجًا ۚ وَاذْكُرُوا إِذْ كُنْتُمْ قَلِيلًا فَكَثَّرَكُمْ ۖ وَانْظُرُوا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُفْسِدِينَ

“Dan janganlah kalian duduk di setiap jalan, mengancam dan menghalangi dari jalan Allah orang yang beriman kepada-Nya, dan menginginkan jalan itu menjadi bengkok. Dan ingatlah ketika kalian dahulu sedikit, lalu Dia memperbanyak kalian. Dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berbuat kerusakan.

Terjemahan bertahap (3 jeda)
  1. وَلَا تَقْعُدُوا بِكُلِّ صِرَاطٍ تُوعِدُونَ وَتَصُدُّونَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ مَنْ آمَنَ بِهِ وَتَبْغُونَهَا عِوَجًاwa-laa taq'uduu bi-kulli siraatin tuu'iduuna wa-tasudduuna an sabiili llaahi man aamana bihi wa-tabghuunahaa iwajandan janganlah kalian duduk di setiap jalan, mengancam dan menghalangi dari jalan Allah orang yang beriman kepada-Nya, dan menginginkan jalan itu menjadi bengkok
  2. وَاذْكُرُوا إِذْ كُنْتُمْ قَلِيلًا فَكَثَّرَكُمْwa-dzkuruu idz kuntum qaliilan fa-katstsarakumdan ingatlah ketika kalian dahulu sedikit, lalu Dia memperbanyak kalian
  3. وَانْظُرُوا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُفْسِدِينَwa-nzhuruu kayfa kaana aaqibatu l-mufsidiinadan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berbuat kerusakan
Catatan pilihan kata (ringkas)

(akar q-'-d, k-l-l, s-r-t, w-'-d, s-d-d, s-b-l, a-l-h, a-m-n, b-gh-y, '-w-j, dz-k-r, k-w-n, q-l-l, k-ts-r, n-zh-r, k-y-f, '-q-b, f-s-d): taq'uduu diterjemahkan 'duduk (menghadang)' (akar q-'-d); tuu'iduun diterjemahkan 'menakut-nakuti (mengancam)' (akar w-'-d); tasudduun diterjemahkan 'menghalangi' (akar s-d-d); tabghuunahaa iwajan diterjemahkan 'menginginkannya bengkok' (akar b-gh-y + akar '-w-j). Selaras.

Aplikasi

Kritik terhadap yang 'duduk di setiap jalan, menakut-nakuti dan menghalangi' orang lain dari kebaikan disertai pengingat ironis: 'ingatlah ketika kalian dahulu sedikit, lalu Dia memperbanyak kalian', kekuatan/jumlah yang bertambah (sebuah anugerah) justru dipakai untuk menindas, bukan memberkati orang lain. Konkretnya: pertumbuhan kekuatan/pengaruh/sumber daya seseorang seharusnya dipakai untuk membuka jalan bagi orang lain, bukan menghalangi atau mengintimidasi mereka, menyalahgunakan keunggulan yang sebenarnya adalah anugerah untuk menindas pihak lain adalah pembalikan tujuan yang seharusnya.