قَالَ الْمَلَأُ الَّذِينَ اسْتَكْبَرُوا مِنْ قَوْمِهِ لَنُخْرِجَنَّكَ يَا شُعَيْبُ وَالَّذِينَ آمَنُوا مَعَكَ مِنْ قَرْيَتِنَا أَوْ لَتَعُودُنَّ فِي مِلَّتِنَا ۚ قَالَ أَوَلَوْ كُنَّا كَارِهِينَ

Para pemuka yang menyombongkan diri dari kaumnya berkata, “Wahai Syuaib, sungguh kami akan mengusirmu dan orang-orang yang beriman bersamamu dari negeri kami, kecuali kalian benar-benar kembali kepada millah kami.” Ia berkata, “Apakah meskipun kami membencinya?

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. قَالَ الْمَلَأُ الَّذِينَ اسْتَكْبَرُوا مِنْ قَوْمِهِ لَنُخْرِجَنَّكَ يَا شُعَيْبُ وَالَّذِينَ آمَنُوا مَعَكَ مِنْ قَرْيَتِنَا أَوْ لَتَعُودُنَّ فِي مِلَّتِنَاqaala l-mala'u lladziina stakbaruu min qawmihi la-nukhrijannaka yaa syu'aybu wa-lladziina aamanuu ma'aka min qaryatinaa aw la-ta'uudunna fii millatinaapara pemuka yang menyombongkan diri dari kaumnya berkata, sungguh kami akan mengusirmu, wahai Syuaib, dan orang-orang yang beriman bersamamu, dari negeri kami, kecuali kalian benar-benar kembali kepada millah kami
  2. قَالَ أَوَلَوْ كُنَّا كَارِهِينَqaala a-wa-law kunnaa kaarihiinaia berkata, apakah meskipun kami membencinya

Terjemahan per kata (22 kata)

  1. قَالَqaalaberkata
  2. الْمَلَأُl-mala'upara pemuka
  3. الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
  4. اسْتَكْبَرُواstakbaruumereka menyombongkan diri
  5. مِنْmindari
  6. قَوْمِهِqawmihikaumnya
  7. لَنُخْرِجَنَّكَla-nukhrijannakasungguh kami akan mengusirmu
  8. يَاyaawahai
  9. شُعَيْبُsyu'aybuSyuaib
  10. وَالَّذِينَwa-lladziinadan orang-orang yang
  11. آمَنُواaamanuuberiman
  12. مَعَكَma'akabersamamu
  13. مِنْmindari
  14. قَرْيَتِنَاqaryatinaanegeri kami
  15. أَوْawatau
  16. لَتَعُودُنَّla-ta'uudunnasungguh kalian akan kembali
  17. فِيfiikepada
  18. مِلَّتِنَاmillatinaaagama kami
  19. قَالَqaalaberkata
  20. أَوَلَوْa-wa-lawapakah walaupun
  21. كُنَّاkunnaakami adalah
  22. كَارِهِينَkaarihiinadengan terpaksa

Inti bacaan

Ancaman pengusiran kecuali kembali ke 'millah kami' dijawab dengan pertanyaan tajam Syuʻaib: 'Apakah (kami kembali padanya) meskipun kami membenci(-nya)?', menolak berpura-pura menerima sesuatu yang tulus-tulus ditolak hanya demi menghindari tekanan. Konkretnya: berpura-pura setuju atau kembali pada sesuatu yang benar-benar tidak diyakini demi menghindari tekanan sosial adalah kompromi yang tidak sehat, pertanyaan retoris ini mengajarkan bahwa keberatan tulus tidak seharusnya dikorbankan hanya demi menghindari konflik sesaat.

Tafsiran

Ancaman pengusiran dijawab dengan pertanyaan retoris tajam: kembali kepada millah yang mereka benci sendiri bukanlah pilihan, sekalipun nyawa dan tempat tinggal dipertaruhkan.

Renungan dan Hikmah

  • Allah merekam mereka mengancam mengusir, kecuali kalian kembali kepada millah kami. Ada syarat yang ditawarkan. Tekanan itu bukan menutup pintu, melainkan membuka satu pintu yang salah.
  • Ancaman itu mencakup orang-orang yang beriman bersamanya. Bukan Syuaib sendiri. Tekanan diperluas ke orang lain supaya yang diseru merasa menanggung nasib mereka.
  • Allah merekam jawabannya: apakah meski kami membencinya. Bentuknya pertanyaan. Yang ditolak bukan syaratnya, melainkan bahwa kembali bisa dipaksakan pada orang yang tak menginginkannya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

terjemahan lain menerjemahkan millah sbg 'agama', menyamakannya dgn diin. terjemahan ini memisahkan keduanya utk menjaga presisi: 'millah' (kredo/jalan) ≠ 'pertanggungjawaban' (diin). Rollout millah (15 ayat akar m-l-l). Mempertahankan 'millah' menegakkan distingsi leksikal dari diin (Prinsip #1 konsistensi). PASS: berbasis terjemahan lain edisi terkini dgn 'agama'(millah) diterjemahkan 'millah'. Entri millah memang tipis krn م ada setelah qaaf, justru itu alasan kata serapan 'millah' dipertahankan. Diverifikasi corpus Leeds (root mll = 15 ayat millah, terpisah dari verba yumill 'mendiktekan' di 2:282). Konvensi terjemahan ini: millah DIPERTAHANKAN sbg kata Arab (kata serapan, spt 'salat'), DIBEDAKAN dari diin='pertanggungjawaban'. Millah = jalan/kredo keyakinan-praktik yg diikuti; diin = relasi/sistem pertanggungjawaban.