فَأَخَذَتْهُمُ الرَّجْفَةُ فَأَصْبَحُوا فِي دَارِهِمْ جَاثِمِينَ
Maka gempa menimpa mereka, sehingga mereka bergelimpangan di tempat tinggal mereka.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- فَأَخَذَتْهُمُ الرَّجْفَةُ فَأَصْبَحُوا فِي دَارِهِمْ جَاثِمِينَfa-akhadzatsumu r-rajfatu fa-asbahuu fii daarihim jaatsimiinamaka gempa menimpa mereka, sehingga mereka bergelimpangan di tempat tinggal mereka
Catatan pilihan kata (ringkas)
(akar a-kh-dz, r-j-f, s-b-h, d-w-r, j-ts-m): rajfah diterjemahkan 'gempa' (akar r-j-f); jaathimiin diterjemahkan 'bergelimpangan' (akar j-ts-m). gloss '(dahsyat)/(mayat-mayat yang)/(reruntuhan)' dibuang (identik 7:78).
Aplikasi
Konsekuensi yang sama persis (gempa, bergelimpangan di tempat tinggal) menimpa kaum Syuʻaib seperti kaum Thamud sebelumnya (7:78), meski pelanggaran spesifik mereka berbeda (kecurangan ekonomi vs. kekejaman terhadap hewan), mekanisme konsekuensinya identik. Konkretnya: benang merah yang menyebabkan kehancuran bukan jenis pelanggaran spesifiknya, melainkan pola penolakan keras kepala terhadap peringatan tulus yang sudah berulang kali disampaikan, jenis kesalahan bisa berbeda-beda, tapi akar penyebab konsekuensi berat biasanya sama: penolakan terus-menerus terhadap koreksi.