فَأَخَذَتْهُمُ الرَّجْفَةُ فَأَصْبَحُوا فِي دَارِهِمْ جَاثِمِينَ

Maka gempa menimpa mereka, sehingga mereka bergelimpangan di tempat tinggal mereka.

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. فَأَخَذَتْهُمُ الرَّجْفَةُ فَأَصْبَحُوا فِي دَارِهِمْ جَاثِمِينَfa-akhadzat-humu r-rajfatu fa-ashbahuu fii daarihim jaatsimiinamaka gempa menimpa mereka, sehingga mereka bergelimpangan di tempat tinggal mereka

Terjemahan per kata (6 kata)

  1. فَأَخَذَتْهُمُfa-akhadzat-humumaka menimpa mereka
  2. الرَّجْفَةُr-rajfatugempa
  3. فَأَصْبَحُواfa-ashbahuumaka jadilah mereka
  4. فِيfiidalam
  5. دَارِهِمْdaarihimnegeri mereka
  6. جَاثِمِينَjaatsimiinamati bergelimpangan

Inti bacaan

Konsekuensi yang sama persis (gempa, bergelimpangan di tempat tinggal) menimpa kaum Syuʻaib seperti kaum Thamud sebelumnya (7:78), meski pelanggaran spesifik mereka berbeda (kecurangan ekonomi vs. kekejaman terhadap hewan), mekanisme konsekuensinya identik. Konkretnya: benang merah yang menyebabkan kehancuran bukan jenis pelanggaran spesifiknya, melainkan pola penolakan keras kepala terhadap peringatan tulus yang sudah berulang kali disampaikan, jenis kesalahan bisa berbeda-beda, tapi akar penyebab konsekuensi berat biasanya sama: penolakan terus-menerus terhadap koreksi.

Penjelasan pilihan kata

Arab identik persis dg 7:78 (formula gempa yg sama diulang utk Madyan), terjemahan disamakan.

Tafsiran

Azab bagi Madyan mengulang pola persis kaum Tsamud (7:78): gempa yang membinasakan mereka di tempat tinggal sendiri.

Renungan dan Hikmah

  • Kalimat penutup ini sama persis dengan yang dipakai untuk kaum Tsamud. Allah mengulang susunan yang sama tanpa mengubahnya. Dua kaum dengan pelanggaran berbeda ditutup dengan kalimat yang identik, dan keidentikan itu bagian dari yang hendak disampaikan.
  • Tempat kejadiannya disebut di tempat tinggal mereka sendiri. Bukan di medan atau di perjalanan. Yang paling dianggap aman oleh siapa pun justru tempat yang disebutkan di sini.
  • Seluruh akhir kisah itu ditulis Allah dalam satu kalimat pendek. Tidak ada gambaran yang diperpanjang. Sesudah percakapan yang panjang dan berulang, penutupnya sengaja dibuat tanpa tambahan apa pun.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar a-kh-dz, r-j-f, s-b-h, d-w-r, j-ts-m): rajfah diterjemahkan 'gempa' (akar r-j-f); jaathimiin diterjemahkan 'bergelimpangan' (akar j-ts-m). gloss '(dahsyat)/(mayat-mayat yang)/(reruntuhan)' dibuang (identik 7:78).