الَّذِينَ كَذَّبُوا شُعَيْبًا كَأَنْ لَمْ يَغْنَوْا فِيهَا ۚ الَّذِينَ كَذَّبُوا شُعَيْبًا كَانُوا هُمُ الْخَاسِرِينَ
Orang-orang yang mendustakan Syuaib seakan-akan belum pernah tinggal di sana. Orang-orang yang mendustakan Syuaib, merekalah orang-orang yang rugi.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- الَّذِينَ كَذَّبُوا شُعَيْبًا كَأَنْ لَمْ يَغْنَوْا فِيهَاalladziina kadzdzabuu syu'ayban ka-an lam yaghnaw fiihaaorang-orang yang mendustakan Syuaib seakan-akan belum pernah tinggal di sana
- الَّذِينَ كَذَّبُوا شُعَيْبًا كَانُوا هُمُ الْخَاسِرِينَalladziina kadzdzabuu syu'ayban kaanuu humu l-khaasiriinaorang-orang yang mendustakan Syuaib, merekalah orang-orang yang rugi
Terjemahan per kata (13 kata)
- الَّذِينَalladziinaorang-orang yang
- كَذَّبُواkadzdzabuumendustakan
- شُعَيْبًاsyu'aybanSyuaib
- كَأَنْka-anseakan-akan
- لَمْlamtidak
- يَغْنَوْاyaghnawmereka berdiam
- فِيهَاfiihaadi sana
- الَّذِينَalladziinaorang-orang yang
- كَذَّبُواkadzdzabuumendustakan
- شُعَيْبًاsyu'aybanSyuaib
- كَانُواkaanuumereka adalah
- هُمُhumumerekalah
- الْخَاسِرِينَl-khaasiriinaorang-orang yang rugi
Inti bacaan
'Seakan-akan belum pernah tinggal di negeri itu', jejak keberadaan mereka lenyap sepenuhnya, menandakan bahwa kemakmuran yang dibangun di atas fondasi yang salah tidak meninggalkan warisan yang bertahan. Konkretnya: pencapaian atau kemakmuran yang dibangun tanpa integritas dasar cenderung tidak meninggalkan jejak yang bertahan lama, investasi dalam fondasi yang benar (bukan hanya hasil yang tampak sukses sesaat) menentukan apakah sesuatu yang dibangun akan benar-benar bertahan atau lenyap tanpa bekas.
Tafsiran
Pengulangan retoris 'orang-orang yang mendustakan Syuaib' dua kali menegaskan: kebinasaan mereka total, dan justru merekalah (bukan Syuaib dan pengikutnya), yang benar-benar merugi, membalik tuduhan 7:90.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebut mereka seakan belum pernah tinggal di negeri itu. Jejaknya habis. Yang dibangun bertahun-tahun bisa hilang tanpa meninggalkan tanda bahwa ia pernah ada.
- Allah mengulang orang-orang yang mendustakan Syuaib dua kali dalam satu ayat, dengan ujung yang berbeda. Pengulangan itu disengaja. Ancaman mereka di ayat sebelumnya dijawab dengan susunan yang persis mencerminkannya.
- Allah menutup dengan menyebut merekalah yang rugi. Ancaman mereka sebelumnya berbunyi bahwa yang mengikuti Syuaib akan merugi. Kata yang sama dikembalikan kepada yang mengucapkannya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
Ayat verba/nomina gny non-sebutan: pemakaian diteruskan terjemahan lain (laa yughnii 'tidak berguna/bermanfaat' dkk., konsisten; sub-putusan verba terdokumentasi di belum diputuskan); pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi gny: ghaniyy diterjemahkan 'berkecukupan' (SATU terjemahan Allah+manusia; takrif diterjemahkan 'Sang Berkecukupan'); ghaniyy an diterjemahkan 'tidak memerlukan' (cabang preposisional); verba/istaghnaa/mughnuun pemakaian diteruskan (terjemahan lain konsisten; sub-putusan di belum diputuskan). Antonim internal: faqiir (35:15, 47:38, 3:181), fqr belum dibedah, 'fakir/miskin' interim. 'cukup' polos = wilayah k-f-y ('Cukuplah Allah' 27 ayat), beda bentuk dgn 'berkecukupan', didokumentasi. al-Ghaniyy (glos ilahi) = 'The Self-sufficient; aghnaa an = idiom 'mencukupi/menghindarkan dari' (laa yughnii = 'tidak berguna/menolong').