فَتَوَلَّىٰ عَنْهُمْ وَقَالَ يَا قَوْمِ لَقَدْ أَبْلَغْتُكُمْ رِسَالَاتِ رَبِّي وَنَصَحْتُ لَكُمْ ۖ فَكَيْفَ آسَىٰ عَلَىٰ قَوْمٍ كَافِرِينَ
Maka ia berpaling dari mereka dan berkata, “Wahai kaumku, sungguh aku telah menyampaikan kepada kalian risalah-risalah Tuhanku dan aku telah menasihati kalian; maka bagaimana aku bersedih atas kaum yang kufur?”
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- فَتَوَلَّىٰ عَنْهُمْ وَقَالَ يَا قَوْمِ لَقَدْ أَبْلَغْتُكُمْ رِسَالَاتِ رَبِّي وَنَصَحْتُ لَكُمْfa-tawallaa 'anhum wa-qaala yaa qawmi la-qad ablaghtukum risaalaati rabbii wa-nashahtu lakummaka ia berpaling dari mereka dan berkata, wahai kaumku, sungguh aku telah menyampaikan kepada kalian risalah-risalah Tuhanku dan aku telah menasihati kalian
- فَكَيْفَ آسَىٰ عَلَىٰ قَوْمٍ كَافِرِينَfa-kayfa aasaa 'alaa qawmin kaafiriinamaka bagaimana aku bersedih atas kaum yang kufur
Terjemahan per kata (16 kata)
- فَتَوَلَّىٰfa-tawallaalalu ia berpaling
- عَنْهُمْ'anhumdari mereka
- وَقَالَwa-qaaladan berkata
- يَاyaawahai
- قَوْمِqawmikaumku
- لَقَدْla-qadsungguh
- أَبْلَغْتُكُمْablaghtukumaku menyampaikan kepada kalian
- رِسَالَاتِrisaalaatirisalah
- رَبِّيrabbiiTuhanku
- وَنَصَحْتُwa-nashahtudan aku menasihati
- لَكُمْlakumkepada kalian
- فَكَيْفَfa-kayfamaka bagaimana
- آسَىٰaasaaaku bersedih
- عَلَىٰ'alaaatas
- قَوْمٍqawminkaum
- كَافِرِينَkaafiriinaorang-orang kafir
Inti bacaan
Kata penutup Syuʻaib menetapkan batas emosional yang sehat: 'bagaimana aku bersedih atas kaum yang kafir?', setelah benar-benar menyampaikan dan menasihati dengan tulus, ia tidak memikul kesedihan berkepanjangan atas penolakan mereka. Konkretnya: setelah benar-benar melakukan bagian sendiri secara tulus (menyampaikan, menasihati, memberi kesempatan) dalam membantu orang lain, melepaskan rasa bersalah/sedih berkepanjangan atas penolakan mereka adalah batas emosional yang sehat, kepedulian tidak harus berubah menjadi beban yang menggerogoti diri sendiri tanpa akhir.
Penjelasan pilihan kata
'kafir'→'kufur' (kaafiriina, konsisten disiplin). Formula persis paralel penutup Saleh (7:79), penutup kisah Syuaib.
Tafsiran
Penutup kisah Syuaib menggemakan penutup kisah Saleh (7:79) kata demi kata dalam struktur, pola retorika yang menyatukan kelima kisah rasul: sudah menyampaikan, sudah menasihati, tak ada lagi yang bisa disesali.
Renungan dan Hikmah
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar w-l-y, q-w-l, q-w-m, b-l-gh, r-s-l, r-b-b, n-s-h, k-y-f, a-s-w, k-f-r): tawallaa diterjemahkan 'berpaling' (akar w-l-y); ablaghtukum diterjemahkan 'aku telah menyampaikan' (akar b-l-gh BLG); nasahtu diterjemahkan 'aku menasihati' (akar n-s-h); aasaa diterjemahkan 'bersedih' (akar '-s-w). gloss '(Ketika Syuaib yakin azab akan menimpa kaum kafir,)' dibuang.