فَتَوَلَّىٰ عَنْهُمْ وَقَالَ يَا قَوْمِ لَقَدْ أَبْلَغْتُكُمْ رِسَالَاتِ رَبِّي وَنَصَحْتُ لَكُمْ ۖ فَكَيْفَ آسَىٰ عَلَىٰ قَوْمٍ كَافِرِينَ

Maka ia berpaling dari mereka dan berkata, “Wahai kaumku, sungguh aku telah menyampaikan kepada kalian risalah-risalah Tuhanku dan aku telah menasihati kalian; maka bagaimana aku bersedih atas kaum yang kufur?”

Terjemahan bertahap (2 jeda)
  1. فَتَوَلَّىٰ عَنْهُمْ وَقَالَ يَا قَوْمِ لَقَدْ أَبْلَغْتُكُمْ رِسَالَاتِ رَبِّي وَنَصَحْتُ لَكُمْfa-tawallaa anhum wa-qaala yaa qawmi la-qad ablaghtukum risaalaati rabbii wa-nasahtu lakummaka ia berpaling dari mereka dan berkata, wahai kaumku, sungguh aku telah menyampaikan kepada kalian risalah-risalah Tuhanku dan aku telah menasihati kalian
  2. فَكَيْفَ آسَىٰ عَلَىٰ قَوْمٍ كَافِرِينَfa-kayfa aasaa alaa qawmin kaafiriinamaka bagaimana aku bersedih atas kaum yang kufur
Catatan pilihan kata (ringkas)

(akar w-l-y, q-w-l, q-w-m, b-l-gh, r-s-l, r-b-b, n-s-h, k-y-f, a-s-w, k-f-r): tawallaa diterjemahkan 'berpaling' (akar w-l-y); ablaghtukum diterjemahkan 'aku telah menyampaikan' (akar b-l-gh BLG); nasahtu diterjemahkan 'aku menasihati' (akar n-s-h); aasaa diterjemahkan 'bersedih' (akar '-s-w). gloss '(Ketika Syuaib yakin azab akan menimpa kaum kafir,)' dibuang.

Aplikasi

Kata penutup Syuʻaib menetapkan batas emosional yang sehat: 'bagaimana aku bersedih atas kaum yang kafir?', setelah benar-benar menyampaikan dan menasihati dengan tulus, ia tidak memikul kesedihan berkepanjangan atas penolakan mereka. Konkretnya: setelah benar-benar melakukan bagian sendiri secara tulus (menyampaikan, menasihati, memberi kesempatan) dalam membantu orang lain, melepaskan rasa bersalah/sedih berkepanjangan atas penolakan mereka adalah batas emosional yang sehat, kepedulian tidak harus berubah menjadi beban yang menggerogoti diri sendiri tanpa akhir.