وَمَا أَرْسَلْنَا فِي قَرْيَةٍ مِنْ نَبِيٍّ إِلَّا أَخَذْنَا أَهْلَهَا بِالْبَأْسَاءِ وَالضَّرَّاءِ لَعَلَّهُمْ يَضَّرَّعُونَ

Dan tidaklah Kami mengutus seorang nabi di suatu negeri, melainkan Kami timpakan kepada penduduknya kesengsaraan dan penderitaan, agar mereka merendahkan diri.

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. وَمَا أَرْسَلْنَا فِي قَرْيَةٍ مِنْ نَبِيٍّ إِلَّا أَخَذْنَا أَهْلَهَا بِالْبَأْسَاءِ وَالضَّرَّاءِ لَعَلَّهُمْ يَضَّرَّعُونَwa-maa arsalnaa fii qaryatin min nabiyyin illaa akhadznaa ahlahaa bi-l-ba'saa'i wa-dh-dharraa'i la'allahum yadhdharra'uunadan tidaklah Kami mengutus seorang nabi di suatu negeri, melainkan Kami timpakan kepada penduduknya kesengsaraan dan penderitaan, agar mereka merendahkan diri

Terjemahan per kata (13 kata)

  1. وَمَاwa-maadan tidaklah
  2. أَرْسَلْنَاarsalnaaKami mengutus
  3. فِيfiidi
  4. قَرْيَةٍqaryatinnegeri
  5. مِنْmindari
  6. نَبِيٍّnabiyyinnabi
  7. إِلَّاillaakecuali
  8. أَخَذْنَاakhadznaaKami mengambil
  9. أَهْلَهَاahlahaapenduduknya
  10. بِالْبَأْسَاءِbi-l-ba'saa'idengan kesengsaraan
  11. وَالضَّرَّاءِwa-dh-dharraa'idan penderitaan
  12. لَعَلَّهُمْla'allahumagar mereka
  13. يَضَّرَّعُونَyadhdharra'uunamereka merendahkan diri

Inti bacaan

Pola berulang: kehadiran nabi/pesan di suatu negeri disertai kesengsaraan yang ditimpakan 'agar mereka merendahkan diri', kesulitan berfungsi sebagai pelunak hati yang menyertai momen kritis penerimaan kebenaran. Konkretnya: masa-masa sulit yang bertepatan dengan momen refleksi besar dalam hidup (perubahan besar, keputusan penting) bisa dimaknai sebagai bagian dari proses yang melunakkan kesombongan yang menghalangi penerimaan, bukan gangguan yang mengalihkan dari momen penting itu, melainkan bagian dari prosesnya.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini menyimpulkan pola umum dari kelima kisah rasul sebelumnya (7:59-93).

Tafsiran

Setelah lima kisah rasul yang berpola sama, ayat ini menyatakan prinsip umum: setiap utusan diikuti ujian kesulitan bagi kaumnya, dimaksudkan agar mereka rendah hati dan kembali kepada Allah.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut tidak ada nabi diutus ke suatu negeri kecuali penduduknya ditimpa kesengsaraan. Keduanya datang bersama. Yang mengira kedatangan kebenaran selalu membawa kelapangan sedang membaca pola yang berbeda dari yang disebutkan di sini.
  • Tujuan yang disebut agar mereka merendahkan diri. Bukan agar mereka menderita. Yang dituju keadaan hati, dan kesulitan disebut sebagai jalannya, bukan sebagai maksudnya.
  • Ayat ini datang sesudah lima kisah yang polanya sama. Allah baru menyebut prinsipnya di sini. Sesuatu yang lebih dahulu ditunjukkan lima kali lalu dinamai terasa berbeda dari sesuatu yang dinamai lebih dahulu lalu dicontohkan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar r-s-l, q-r-y, n-b-a, a-kh-dz, a-h-l, b-a-s, d-r-r, d-r-'): ba'saa'/darraa' diterjemahkan 'kesengsaraan/penderitaan'; yaddarra'uun diterjemahkan 'merendahkan diri' (akar d-r-'; sepola 6:42). gloss '(lalu penduduknya mendustakan nabi itu,)/(tunduk dengan)' dibuang.