أَفَأَمِنَ أَهْلُ الْقُرَىٰ أَنْ يَأْتِيَهُمْ بَأْسُنَا بَيَاتًا وَهُمْ نَائِمُونَ

Maka apakah penduduk negeri-negeri merasa aman dari azab Kami yang datang kepada mereka di malam hari ketika mereka sedang tidur?

Terjemahan bertahap (1 jeda)
  1. أَفَأَمِنَ أَهْلُ الْقُرَىٰ أَنْ يَأْتِيَهُمْ بَأْسُنَا بَيَاتًا وَهُمْ نَائِمُونَa-fa-amina ahlu l-quraa an ya'tiyahum ba'sunaa bayaatan wa-hum naa'imuunamaka apakah penduduk negeri-negeri merasa aman dari azab Kami yang datang kepada mereka di malam hari ketika mereka sedang tidur
Catatan pilihan kata (ringkas)

(akar a-m-n, a-h-l, q-r-y, a-t-y, b-a-s, b-y-t, n-w-m): amina diterjemahkan 'merasa aman' (akar '-m-n); ba's diterjemahkan 'azab'; bayaatan diterjemahkan 'malam hari'; naa'imuun diterjemahkan 'tidur'. Selaras.

Aplikasi

Peringatan spesifik: azab bisa datang 'di malam hari ketika mereka sedang tidur', momen paling rentan dan tidak waspada (tidur) dipilih sebagai kemungkinan waktu konsekuensi tiba. Konkretnya: kewaspadaan dan integritas tidak seharusnya menurun hanya karena merasa berada dalam momen paling aman dan santai, justru momen-momen paling nyaman dan lengah itulah yang perlu tetap dijaga kesadarannya, bukan dianggap otomatis bebas dari konsekuensi.