أَوَلَمْ يَهْدِ لِلَّذِينَ يَرِثُونَ الْأَرْضَ مِنْ بَعْدِ أَهْلِهَا أَنْ لَوْ نَشَاءُ أَصَبْنَاهُمْ بِذُنُوبِهِمْ ۚ وَنَطْبَعُ عَلَىٰ قُلُوبِهِمْ فَهُمْ لَا يَسْمَعُونَ
Ataukah belum juga jelas bagi orang-orang yang mewarisi bumi setelah penduduknya, bahwa seandainya Kami menghendaki, Kami benar-benar akan menimpa mereka karena dosa-dosa mereka? Dan Kami akan mengunci hati mereka, sehingga mereka tidak mendengar.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- أَوَلَمْ يَهْدِ لِلَّذِينَ يَرِثُونَ الْأَرْضَ مِنْ بَعْدِ أَهْلِهَا أَنْ لَوْ نَشَاءُ أَصَبْنَاهُمْ بِذُنُوبِهِمْa-wa-lam yahdi li-lladziina yaritsuuna l-arda min ba'di ahlihaa an law nashaa'u asabnaahum bi-dzunuubihimataukah belum juga jelas bagi orang-orang yang mewarisi bumi setelah penduduknya, bahwa seandainya Kami menghendaki, Kami benar-benar akan menimpa mereka karena dosa-dosa mereka
- وَنَطْبَعُ عَلَىٰ قُلُوبِهِمْ فَهُمْ لَا يَسْمَعُونَwa-natba'u alaa quluubihim fa-hum laa yasma'uunadan Kami akan mengunci hati mereka, sehingga mereka tidak mendengar
Catatan pilihan kata (ringkas)
ayat verba/nomina smE-bSr non-sebutan: passthrough terjemahan lain (mendengar/melihat/pendengaran/penglihatan konsisten); pasangan belum-dibedah dipertahankan sementara. Konvensi smE/bSr: samii' diterjemahkan 'mendengar', basiir diterjemahkan 'melihat', verba melekat pada pelaku seragam Allah+manusia (probe 76:2, 11:24, 35:19); takrif diterjemahkan 'Yang Mendengar'/'Yang Melihat' (-amandemen: takrif-verba pakai 'Yang'); indefinit kecil tanpa Maha. Verba sami'a/absara + sam'/basar + basiirah/basaa'ir = passthrough (cabang mata-hati didokumentasi). ⚠ Kolisi 'melihat'⟷ra'aa = utang terbuka bedah r-'-y. Lih.. of dariir'; glos ilahi: 'He who sees all things, both what are apparent and what are occult, WITHOUT ANY ORGAN'; cabang-2: 'endowed with mental perception'.
Aplikasi
Kritik terhadap para pewaris tanah yang gagal menarik pelajaran dari kehancuran pendahulunya, hidup di atas 'reruntuhan pelajaran' tanpa benar-benar menyerapnya. Konkretnya: mewarisi posisi, tempat, atau sumber daya dari generasi/pihak sebelumnya yang gagal seharusnya disertai usaha aktif memahami mengapa pendahulunya gagal, bukan sekadar menempati posisi yang sama tanpa refleksi, kegagalan menarik pelajaran dari kesalahan yang jejaknya masih terlihat jelas adalah kelalaian yang bisa dihindari.