أَوَلَمْ يَهْدِ لِلَّذِينَ يَرِثُونَ الْأَرْضَ مِنْ بَعْدِ أَهْلِهَا أَنْ لَوْ نَشَاءُ أَصَبْنَاهُمْ بِذُنُوبِهِمْ ۚ وَنَطْبَعُ عَلَىٰ قُلُوبِهِمْ فَهُمْ لَا يَسْمَعُونَ

Ataukah belum juga jelas bagi orang-orang yang mewarisi bumi setelah penduduknya, bahwa seandainya Kami menghendaki, Kami benar-benar akan menimpa mereka karena dosa-dosa mereka? Dan Kami akan mengunci hati mereka, sehingga mereka tidak mendengar.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. أَوَلَمْ يَهْدِ لِلَّذِينَ يَرِثُونَ الْأَرْضَ مِنْ بَعْدِ أَهْلِهَا أَنْ لَوْ نَشَاءُ أَصَبْنَاهُمْ بِذُنُوبِهِمْa-wa-lam yahdi li-lladziina yaritsuuna l-ardha min ba'di ahlihaa an law nasyaa'u ashabnaahum bi-dzunuubihimataukah belum juga jelas bagi orang-orang yang mewarisi bumi setelah penduduknya, bahwa seandainya Kami menghendaki, Kami benar-benar akan menimpa mereka karena dosa-dosa mereka
  2. وَنَطْبَعُ عَلَىٰ قُلُوبِهِمْ فَهُمْ لَا يَسْمَعُونَwa-nathba'u 'alaa quluubihim fa-hum laa yasma'uunadan Kami akan mengunci hati mereka, sehingga mereka tidak mendengar

Terjemahan per kata (19 kata)

  1. أَوَلَمْa-wa-lamdan tidakkah
  2. يَهْدِyahdimemberi petunjuk
  3. لِلَّذِينَli-lladziinabagi orang-orang yang
  4. يَرِثُونَyaritsuunamereka mewarisi
  5. الْأَرْضَl-ardhabumi
  6. مِنْmindari
  7. بَعْدِba'disesudah
  8. أَهْلِهَاahlihaapenduduknya
  9. أَنْanbahwa
  10. لَوْlawsekiranya
  11. نَشَاءُnasyaa'uKami kehendaki
  12. أَصَبْنَاهُمْashabnaahumKami menimpakan kepada mereka
  13. بِذُنُوبِهِمْbi-dzunuubihimkarena dosa-dosa mereka
  14. وَنَطْبَعُwa-nathba'udan Kami mengunci
  15. عَلَىٰ'alaaatas
  16. قُلُوبِهِمْquluubihimhati mereka
  17. فَهُمْfa-hummaka mereka
  18. لَاlaatidak
  19. يَسْمَعُونَyasma'uunamendengar

Inti bacaan

Kritik terhadap para pewaris tanah yang gagal menarik pelajaran dari kehancuran pendahulunya, hidup di atas 'reruntuhan pelajaran' tanpa benar-benar menyerapnya. Konkretnya: mewarisi posisi, tempat, atau sumber daya dari generasi/pihak sebelumnya yang gagal seharusnya disertai usaha aktif memahami mengapa pendahulunya gagal, bukan sekadar menempati posisi yang sama tanpa refleksi, kegagalan menarik pelajaran dari kesalahan yang jejaknya masih terlihat jelas adalah kelalaian yang bisa dihindari.

Tafsiran

Penutup pericope besar ini (7:59-100): pewaris bumi hari ini pun tak kebal dari pola yang sama, dosa dapat mengunci hati sehingga peringatan sejarah pun tak lagi terdengar.

Renungan dan Hikmah

  • Ayat ini menutup seluruh pericope tujuh-kisah (Nuh, Hud, Saleh, Lut, Syuaib, plus prinsip umum 7:94-100) dengan peringatan kepada pembaca/pewaris masa kini; pola kebinasaan bukan sejarah tertutup, melainkan kemungkinan yang terus terbuka.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

ayat verba/nomina smE-bSr non-sebutan: pemakaian diteruskan terjemahan lain (mendengar/melihat/pendengaran/penglihatan konsisten); pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi smE/bSr: samii' diterjemahkan 'mendengar', basiir diterjemahkan 'melihat', verba melekat pada pelaku seragam Allah+manusia (Bandingkan 76:2, 11:24, 35:19); takrif diterjemahkan 'Yang Mendengar'/'Yang Melihat' (: takrif-verba pakai 'Yang'); indefinit kecil tanpa Maha. Verba sami'a/absara + sam'/basar + basiirah/basaa'ir = pemakaian diteruskan (cabang mata-hati didokumentasi). Kolisi 'melihat'⟷ra'aa = utang terbuka bedah r-'-y.