تِلْكَ الْقُرَىٰ نَقُصُّ عَلَيْكَ مِنْ أَنْبَائِهَا ۚ وَلَقَدْ جَاءَتْهُمْ رُسُلُهُمْ بِالْبَيِّنَاتِ فَمَا كَانُوا لِيُؤْمِنُوا بِمَا كَذَّبُوا مِنْ قَبْلُ ۚ كَذَٰلِكَ يَطْبَعُ اللَّهُ عَلَىٰ قُلُوبِ الْكَافِرِينَ
Itulah negeri-negeri yang Kami kisahkan kepadamu sebagian beritanya. Dan sungguh rasul-rasul mereka telah datang kepada mereka dengan keterangan-keterangan yang nyata, tetapi mereka tidak mau beriman pada apa yang telah mereka dustakan sebelumnya. Demikianlah Allah mengunci hati orang-orang yang kufur.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- تِلْكَ الْقُرَىٰ نَقُصُّ عَلَيْكَ مِنْ أَنْبَائِهَاtilka l-quraa naqussu alayka min anbaa'ihaaitulah negeri-negeri yang Kami kisahkan kepadamu sebagian beritanya
- وَلَقَدْ جَاءَتْهُمْ رُسُلُهُمْ بِالْبَيِّنَاتِ فَمَا كَانُوا لِيُؤْمِنُوا بِمَا كَذَّبُوا مِنْ قَبْلُwa-la-qad jaa'atsum rusuluhum bi-l-bayyinaati fa-maa kaanuu li-yu'minuu bimaa kadzdzabuu min qabludan sungguh rasul-rasul mereka telah datang kepada mereka dengan keterangan-keterangan yang nyata, tetapi mereka tidak mau beriman pada apa yang telah mereka dustakan sebelumnya
- كَذَٰلِكَ يَطْبَعُ اللَّهُ عَلَىٰ قُلُوبِ الْكَافِرِينَka-dzaalika yatba'u llaahu alaa quluubi l-kaafiriinademikianlah Allah mengunci hati orang-orang yang kufur
Catatan pilihan kata (ringkas)
(akar q-r-y, q-s-s, n-b-a, j-y-a, r-s-l, b-y-n, k-w-n, a-m-n, k-dz-b, q-b-l, t-b-', a-l-h, q-l-b, k-f-r): naqussu diterjemahkan 'mengisahkan' (akar q-s-s); bayyinaat diterjemahkan 'keterangan-keterangan yang nyata' (akar b-y-n, bukan 'mukjizat'); yatba'u diterjemahkan 'mengunci' (akar t-b-'); quluub diterjemahkan 'hati' (akar q-l-b). gloss '(yang telah Kami binasakan)/(Nabi Muhammad)' dibuang.
Aplikasi
Pola penolakan yang sudah mengakar ('apa yang telah mereka dustakan sebelumnya') membuat bukti tambahan sekalipun tidak lagi menembus, penolakan awal menciptakan lintasan yang sulit diubah oleh bukti berikutnya. Konkretnya: penolakan pertama terhadap sebuah kebenaran cenderung membentuk pola yang membuat penerimaan berikutnya semakin sulit, bahkan dengan bukti tambahan yang lebih kuat, kesadaran akan efek 'pintu pertama yang ditutup' ini penting baik saat mengevaluasi keteguhan pendirian sendiri maupun saat memahami mengapa orang lain sulit berubah pikiran.