ثُمَّ بَعَثْنَا مِنْ بَعْدِهِمْ مُوسَىٰ بِآيَاتِنَا إِلَىٰ فِرْعَوْنَ وَمَلَئِهِ فَظَلَمُوا بِهَا ۖ فَانْظُرْ كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُفْسِدِينَ
Kemudian Kami utus setelah mereka Musa dengan tanda-tanda Kami kepada Firaun dan para pemukanya, lalu mereka menzaliminya. Maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berbuat kerusakan.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- ثُمَّ بَعَثْنَا مِنْ بَعْدِهِمْ مُوسَىٰ بِآيَاتِنَا إِلَىٰ فِرْعَوْنَ وَمَلَئِهِ فَظَلَمُوا بِهَاtsumma ba'atsnaa min ba'dihim muusaa bi-aayaatinaa ilaa fir'awna wa-mala'ihi fa-zhalamuu bihaakemudian Kami utus setelah mereka Musa dengan tanda-tanda Kami kepada Firaun dan para pemukanya, lalu mereka menzaliminya
- فَانْظُرْ كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُفْسِدِينَfa-nzhur kayfa kaana aaqibatu l-mufsidiinamaka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berbuat kerusakan
Catatan pilihan kata (ringkas)
Akar akar a-y (aayah), 353 ayat / 382 kemunculan, SATU lema, tak ada dasar morfologis utk memecahnya. alaamah); 'verse of the Kur-án' cuma sense turunan KE-8, di-hedge Lane sendiri: ''. Bukti internal: satu kata menampung manusia (Isa 19:21), hewan (unta 7:73), benda (tongkat 7:106), bahasa & warna kulit (30:22), kisah (26:8), monumen (26:128), DAN satuan teks, hanya 'tanda' yang menampung semuanya. Keputusan Pak FD 16 Jul: 'tanda' TANPA pengecualian (diuji: 'tanda' tak mustahil bahkan di 2:252/10:1/24:1/41:3). tambahan terjemahan lain '(kebesaran)/(kekuasaan)' dibuang, TIDAK ADA di teks Arab. Lih. sebagian penerjemah: 'Then We raised up after them Moses with Our proofs to Pharaoh and his eminent ones, but they wronged them; then see thou how was the final outcome of the workers of corruption: '
Aplikasi
Transisi ke kisah Musa dimulai dengan pola yang sama: tanda-tanda dibawa kepada Firʻaun dan pemuka-pemuka kaumnya, lalu 'mereka mengingkarinya', kekuasaan tertinggi pun tidak otomatis lebih terbuka menerima kebenaran dibanding rakyat biasa. Konkretnya: posisi kekuasaan tertinggi tidak memberi kekebalan terhadap pola penolakan yang sama terhadap kebenaran yang sudah terlihat di berbagai kisah sebelumnya, kekuasaan besar justru bisa memperkuat resistensi terhadap perubahan karena lebih banyak kepentingan yang dipertaruhkan.