ثُمَّ بَعَثْنَا مِنْ بَعْدِهِمْ مُوسَىٰ بِآيَاتِنَا إِلَىٰ فِرْعَوْنَ وَمَلَئِهِ فَظَلَمُوا بِهَا ۖ فَانْظُرْ كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُفْسِدِينَ

Kemudian Kami utus setelah mereka Musa dengan tanda-tanda Kami kepada Firaun dan para pemukanya, lalu mereka menzaliminya. Maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berbuat kerusakan.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. ثُمَّ بَعَثْنَا مِنْ بَعْدِهِمْ مُوسَىٰ بِآيَاتِنَا إِلَىٰ فِرْعَوْنَ وَمَلَئِهِ فَظَلَمُوا بِهَاtsumma ba'atsnaa min ba'dihim muusaa bi-aayaatinaa ilaa fir'awna wa-mala'ihi fa-zhalamuu bihaakemudian Kami utus setelah mereka Musa dengan tanda-tanda Kami kepada Firaun dan para pemukanya, lalu mereka menzaliminya
  2. فَانْظُرْ كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُفْسِدِينَfa-nzhur kayfa kaana 'aaqibatu l-mufsidiinamaka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berbuat kerusakan

Terjemahan per kata (16 kata)

  1. ثُمَّtsummakemudian
  2. بَعَثْنَاba'atsnaaKami mengutus
  3. مِنْmindari
  4. بَعْدِهِمْba'dihimsesudah mereka
  5. مُوسَىٰmuusaaMusa
  6. بِآيَاتِنَاbi-aayaatinaapada tanda-tanda Kami
  7. إِلَىٰilaakepada
  8. فِرْعَوْنَfir'awnaFiraun
  9. وَمَلَئِهِwa-mala'ihidan para pemukanya
  10. فَظَلَمُواfa-zhalamuumaka mereka menzalimi
  11. بِهَاbihaapadanya
  12. فَانْظُرْfa-nzhurmaka perhatikanlah
  13. كَيْفَkayfabagaimana
  14. كَانَkaanaadalah
  15. عَاقِبَةُ'aaqibatukesudahan
  16. الْمُفْسِدِينَl-mufsidiinaorang-orang yang berbuat kerusakan

Inti bacaan

Transisi ke kisah Musa dimulai dengan pola yang sama: tanda-tanda dibawa kepada Firʻaun dan pemuka-pemuka kaumnya, lalu 'mereka mengingkarinya', kekuasaan tertinggi pun tidak otomatis lebih terbuka menerima kebenaran dibanding rakyat biasa. Konkretnya: posisi kekuasaan tertinggi tidak memberi kekebalan terhadap pola penolakan yang sama terhadap kebenaran yang sudah terlihat di berbagai kisah sebelumnya, kekuasaan besar justru bisa memperkuat resistensi terhadap perubahan karena lebih banyak kepentingan yang dipertaruhkan.

Tafsiran

Kisah keenam dalam pericope besar ini: Musa diutus kepada penguasa (bukan sekadar satu kaum), memperluas skala konfrontasi tauhid dari suku ke kerajaan.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut Musa diutus setelah mereka, yaitu sesudah rangkaian rasul sebelumnya. Bagian dari deret. Kisahnya bukan awal, melainkan lanjutan dari pola yang sama.
  • Kata yang dipakai mereka menzaliminya, yaitu menzalimi tanda-tanda itu. Sasarannya buktinya. Yang ditolak bukan orangnya, melainkan keterangan yang ia bawa.
  • Allah menutup dengan menyuruh memperhatikan kesudahan mereka. Yang diminta menengok ujungnya. Ajakannya berupa pemeriksaan, bukan penerimaan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

akar a-y (aayah), 353 ayat / 382 kemunculan, SATU lema, tak ada dasar morfologis utk memecahnya. tambahan terjemahan lain '(kebesaran)/(kekuasaan)' dibuang, TIDAK ADA di teks Arab.