وَقَالَ مُوسَىٰ يَا فِرْعَوْنُ إِنِّي رَسُولٌ مِنْ رَبِّ الْعَالَمِينَ
Musa berkata, “Wahai Firaun, sesungguhnya aku adalah rasul dari Tuhan seisi alam.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- وَقَالَ مُوسَىٰ يَا فِرْعَوْنُ إِنِّي رَسُولٌ مِنْ رَبِّ الْعَالَمِينَwa-qaala muusaa yaa fir'awnu innii rasuulun min rabbi l-aalamiinadan Musa berkata, wahai Firaun, sesungguhnya aku adalah rasul dari Tuhan seisi alam
Aplikasi
Musa membuka dengan pernyataan langsung dan sederhana di hadapan penguasa terkuat pada masanya: 'aku adalah seorang utusan dari Tuhan seisi alam', tidak ada tanda gentar meski menghadapi kekuasaan tertinggi di dunia saat itu. Konkretnya: menyampaikan kebenaran kepada figur berkuasa tidak memerlukan basa-basi berlebihan atau rasa minder, kejelasan dan keteguhan dalam menyatakan posisi diri, bahkan di hadapan otoritas terbesar sekalipun, adalah sikap yang dicontohkan di sini.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
aalamiin diterjemahkan 'seisi alam' (terjemahan lain: semesta/seluruh alam, diseragamkan); perubahan lain hanya /lem catatan kaki bila ada; sebutan pasangan belum-dibedah dipertahankan sementara. Konvensi lm-C2: aalamiin diterjemahkan 'seisi alam' (73 ayat, SATU rendering; KBBI seisi = 'seluruh penghuni'; 'alam' = loanword aalam). Probe 26:165/15:70/29:10 (aalamiin=orang); definisi internal 26:23-24; tambalan '(pada masa itu)' 6 ayat faddala dibuang. ⚠ naas diterjemahkan 'manusia', khalq diterjemahkan 'makhluk', ummah diterjemahkan 'umat', wilayah lain, tak dilebur. Lih. C2.