قَالَ إِنْ كُنْتَ جِئْتَ بِآيَةٍ فَأْتِ بِهَا إِنْ كُنْتَ مِنَ الصَّادِقِينَ
Ia berkata, “Jika benar engkau membawa suatu tanda, tunjukkanlah, kalau engkau termasuk orang-orang yang benar.”
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- قَالَ إِنْ كُنْتَ جِئْتَ بِآيَةٍ فَأْتِ بِهَا إِنْ كُنْتَ مِنَ الصَّادِقِينَqaala in kunta ji'ta bi-aayatin fa-ti bihaa in kunta mina sh-shaadiqiinaia berkata, jika benar engkau membawa suatu tanda, tunjukkanlah, kalau engkau termasuk orang-orang yang benar
Terjemahan per kata (11 kata)
- قَالَqaalaberkata
- إِنْinjika
- كُنْتَkuntaengkau adalah
- جِئْتَji'taengkau datang
- بِآيَةٍbi-aayatindengan tanda
- فَأْتِfa-timaka datangkanlah
- بِهَاbihaadengannya
- إِنْinjika
- كُنْتَkuntaengkau adalah
- مِنَminadari
- الصَّادِقِينَsh-shaadiqiinaorang-orang yang benar
Inti bacaan
Tantangan Firʻaun 'jika benar engkau membawa suatu tanda, tunjukkanlah' terdengar adil di permukaan, namun (seperti akan terlihat di ayat-ayat berikutnya) datang dari pihak yang sudah bertekad menolak apa pun buktinya. Konkretnya: permintaan bukti yang terdengar fair di permukaan tidak selalu datang dengan niat genuinely terbuka untuk berubah pikiran, mengenali perbedaan antara permintaan bukti yang tulus dan yang hanya berfungsi sebagai formalitas sebelum penolakan yang sudah diputuskan membantu mengelola ekspektasi saat menghadapi tantangan serupa.
Tafsiran
Firaun menuntut bukti konkret, sama seperti tuntutan berulang kaum-kaum sebelumnya kepada para rasul dalam pericope ini (7:70, 7:77).
Renungan dan Hikmah
- Allah merekam Firaun menuntut tanda dengan syarat: jika benar engkau membawanya. Bentuknya menantang. Yang diminta bukti, dan pemintanya sudah menyiapkan keraguan lebih dahulu.
- Tambahan di ujung: kalau engkau termasuk orang-orang yang benar. Kesangsian dinyatakan sekalian. Permintaan yang membawa syarat semacam itu sudah memuat jawabannya sendiri.
- Allah menyusulkan pemenuhannya di ayat berikutnya, tanpa jeda. Tantangan dijawab. Permintaan yang diajukan untuk mempermalukan justru dipenuhi apa adanya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
akar a-y (aayah) diterjemahkan 'tanda'. Ayat ini termasuk 55 yang SENGAJA ditunda di rollout pertama karena terjemahan lain memakai 'bukti/mukjizat/keterangan', kata yang bisa menerjemahkan bayyinah/sultaan, bukan aayah. Diselesaikan setelah pemilahan per-LEMA (bukan akar: akar byn mencakup bayyinah/bayna/mubiin yang beda-beda) dan pembacaan teks per-ayat. Padanan pesaing (bayyinah/sultaan) SENGAJA dipertahankan, hanya aayah yang diganti. '