وَنَزَعَ يَدَهُ فَإِذَا هِيَ بَيْضَاءُ لِلنَّاظِرِينَ
Dan ia menarik tangannya, tiba-tiba ia menjadi putih bagi orang-orang yang melihat.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- وَنَزَعَ يَدَهُ فَإِذَا هِيَ بَيْضَاءُ لِلنَّاظِرِينَwa-naza'a yadahu fa-idzaa hiya baydhaa'u li-n-naazhiriinadan ia menarik tangannya, tiba-tiba ia menjadi putih bagi orang-orang yang melihat
Terjemahan per kata (6 kata)
- وَنَزَعَwa-naza'adan ia mengeluarkan
- يَدَهُyadahutangannya
- فَإِذَاfa-idzaamaka seketika itu
- هِيَhiyaia
- بَيْضَاءُbaydhaa'uputih
- لِلنَّاظِرِينَli-n-naazhiriinabagi orang-orang yang memandang
Inti bacaan
Tanda kedua (tangan yang bercahaya) diberikan tanpa diminta ulang, melengkapi bukti pertama dengan bukti tambahan yang independen dan sama kuatnya. Konkretnya: memberikan lebih dari satu bukti independen (bukan mengandalkan satu demonstrasi saja) memperkuat keyakinan yang disampaikan, redundansi bukti yang saling menguatkan adalah praktik yang baik saat berusaha meyakinkan sesuatu yang penting dan kontroversial.
Tafsiran
Mukjizat kedua: tangan yang bercahaya putih, dua bukti nyata sebagaimana yang dituntut Firaun di 7:106.
Renungan dan Hikmah
- Allah memberi tanda kedua tanpa diminta ulang. Satu saja sudah cukup untuk membuktikan. Yang kedua diberikan juga.
- Perubahannya terjadi di tubuh sendiri, bukan pada benda luar. Tangannya sendiri. Yang dibawa ke mana-mana.
- Yang menyaksikan disebut Allah secara khusus: bagi orang-orang yang melihat. Bukan penglihatan satu orang. Banyak mata ikut melihat.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar n-z-', y-d-y, b-y-d, n-zh-r): naza'a diterjemahkan 'menarik' (akar n-z-'); baydaa' diterjemahkan 'putih'; naazhiriin diterjemahkan 'orang-orang yang melihat' (akar n-zh-r). gloss '(tangan itu)/(bercahaya)/(-nya)' dibuang.