قَالَ أَلْقُوا ۖ فَلَمَّا أَلْقَوْا سَحَرُوا أَعْيُنَ النَّاسِ وَاسْتَرْهَبُوهُمْ وَجَاءُوا بِسِحْرٍ عَظِيمٍ
Ia berkata, “Lemparkanlah!” Maka ketika mereka melemparkan, mereka menyihir mata orang banyak dan menjadikan mereka takut, dan mereka mendatangkan sihir yang agung.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- قَالَ أَلْقُواqaala alquuia berkata, lemparkanlah
- فَلَمَّا أَلْقَوْا سَحَرُوا أَعْيُنَ النَّاسِ وَاسْتَرْهَبُوهُمْ وَجَاءُوا بِسِحْرٍ عَظِيمٍfa-lammaa alqaw saharuu a'yuna n-naasi wa-starhabuuhum wa-jaa'uu bi-sihrin 'azhiiminmaka ketika mereka melemparkan, mereka menyihir mata orang banyak dan menjadikan mereka takut, dan mereka mendatangkan sihir yang agung
Terjemahan per kata (11 kata)
- قَالَqaalaberkata
- أَلْقُواalquulemparkanlah kalian
- فَلَمَّاfa-lammaamaka ketika
- أَلْقَوْاalqawmereka melemparkan
- سَحَرُواsaharuumereka menyihir
- أَعْيُنَa'yunamata
- النَّاسِn-naasimanusia
- وَاسْتَرْهَبُوهُمْwa-starhabuuhumdan mereka menakuti mereka
- وَجَاءُواwa-jaa'uudan mereka datang
- بِسِحْرٍbi-sihrindengan sihir
- عَظِيمٍ'azhiiminyang besar
Inti bacaan
Pertunjukan penyihir digambarkan sebagai kombinasi 'menyihir mata orang banyak' dan 'menjadikan mereka takut', dominasi visual dan intimidasi psikologis dipakai bersamaan sebagai taktik persuasi, terpisah dari substansi kebenaran. Konkretnya: pertunjukan yang mengesankan dan menakut-nakuti (baik lewat kekuatan, kekayaan, atau gaya) tidak otomatis membuktikan kebenaran substansi di baliknya, kesan visual yang kuat perlu dipisahkan secara sadar dari penilaian tentang apakah sesuatu itu benar-benar valid.
Tafsiran
Musa membiarkan para penyihir melempar lebih dahulu: kepercayaan diri yang berlandaskan wahyu, bukan kesombongan; sihir mereka tampak besar di mata orang banyak, namun akan segera terbukti fana.
Renungan dan Hikmah
- Allah merekam Musa menyuruh mereka melemparkan lebih dahulu. Ia mempersilakan. Yang yakin pada sumbernya tidak keberatan memberi giliran pertama kepada lawan.
- Allah menyebut mereka menyihir mata orang banyak. Bukan mengubah benda. Yang dikerjakan pada penglihatan, dan kenyataannya tidak tersentuh.
- Allah menyebut mereka mendatangkan sihir yang agung. Kehebatannya diakui. Yang kemudian gugur bukan sesuatu yang lemah, dan pengakuan itu membuat kekalahannya berarti.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
azhiim diterjemahkan 'agung' (indefinit, tanpa Maha; swap sadar-kolokasi per nomina corpus); per kelas morfologi; pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi zhm: azhiim diterjemahkan 'agung' seragam (takrif 'Sang Agung'); a'zham diterjemahkan 'lebih agung'; verba azhzhama pemakaian diteruskan. Pembeda: kabiir='besar' (k-b-r, kelak, al-Kabiir sebutan sendiri), majiid='luhur', kariim='mulia', aziiz='digdaya'. Objek negatif (azab/dosa) memakai kata sama, skala, konteks yang bekerja. azhiim = besar-agung (magnitude); jangkar konkret keluarga: azhm/'izhaam = TULANG (kerangka, yang besar-menopang). KBBI agung indra-1: 'besar; mulia; luhur'.