فَوَقَعَ الْحَقُّ وَبَطَلَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ
Maka tegaklah kebenaran, dan sia-sialah apa yang mereka kerjakan.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- فَوَقَعَ الْحَقُّ وَبَطَلَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَfa-waqa'a l-haqqu wa-bathala maa kaanuu ya'maluunamaka tegaklah kebenaran, dan sia-sialah apa yang mereka kerjakan
Terjemahan per kata (6 kata)
- فَوَقَعَfa-waqa'amaka jatuhlah
- الْحَقُّl-haqqukebenaran
- وَبَطَلَwa-bathaladan batallah
- مَاmaaapa yang
- كَانُواkaanuumereka selalu
- يَعْمَلُونَya'maluunamereka kerjakan
Inti bacaan
Resolusi singkat dan tegas: 'tegaklah kebenaran, dan sia-sialah apa yang mereka kerjakan', begitu kebenaran benar-benar berdiri, kerumitan kepalsuan yang tadinya mengesankan runtuh seketika. Konkretnya: usaha besar dan rumit yang dibangun di atas ketidakjujuran bisa runtuh dalam sekejap begitu kebenaran benar-benar terungkap, investasi besar dalam mempertahankan sesuatu yang tidak jujur pada akhirnya rapuh, betapa pun mengesankan tampilannya sebelum terbongkar.
Tafsiran
Ayat ringkas namun tegas: kebenaran tidak butuh pembelaan panjang di hadapan kepalsuan; ia hanya perlu tegak, dan kepalsuan runtuh dengan sendirinya.
Renungan dan Hikmah
- Allah memakai kata tegak untuk kebenaran. Bukan menang. Yang dilakukannya cuma berdiri, dan itu sudah cukup.
- Yang lain disebut sia-sia, bukan dikalahkan. Runtuh sendiri. Tak ada pertarungan yang digambarkan di kalimat itu.
- Allah menutup peristiwa besar dengan satu kalimat pendek. Sesudah rangkaian panjang persiapan. Yang lama disiapkan selesai dalam sebaris.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar w-q-', h-q-q, b-t-l, k-w-n, '-m-l): waqa'a l-haqq diterjemahkan 'tegaklah kebenaran' (akar w-q-' + akar h-q-q); batala diterjemahkan 'sia-sia/batal' (akar b-t-l).