رَبِّ مُوسَىٰ وَهَارُونَ

Tuhan Musa dan Harun.”

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. رَبِّ مُوسَىٰ وَهَارُونَrabbi muusaa wa-haaruunaTuhan Musa dan Harun

Terjemahan per kata (3 kata)

  1. رَبِّrabbiTuhan
  2. مُوسَىٰmuusaaMusa
  3. وَهَارُونَwa-haaruunadan Harun

Inti bacaan

Kejelasan penuh identitas yang mereka imani, 'Tuhan Musa dan Harun', bukan keyakinan kabur atau umum, melainkan spesifik dan langsung terhubung pada sumber yang baru saja mereka saksikan buktinya. Konkretnya: keyakinan yang paling kokoh biasanya spesifik dan terhubung langsung pada pengalaman/bukti nyata yang baru dialami, bukan sekadar konsep umum yang samar, kejelasan dan spesifisitas keyakinan mencerminkan kedalaman genuine pemahaman, bukan sekadar ikut-ikutan.

Penjelasan pilihan kata

Apositif dr 7:121, penutup kutip para penyihir.

Tafsiran

Penegasan eksplisit: Tuhan seisi alam yang mereka imani sama dengan Tuhan yang disembah Musa dan Harun, bukan tuhan abstrak baru, melainkan identifikasi langsung dengan seruan kedua rasul itu.

Renungan dan Hikmah

  • Allah merekam para penyihir menyebut Tuhan Musa dan Harun. Bukan sekadar Tuhan. Penyebutan yang menunjuk pihak tertentu itu memutus kemungkinan Firaun mengaku sebagai yang dimaksud.
  • Allah membiarkan ayat ini berisi tiga kata saja, menyambung ayat sebelumnya. Pendeknya disengaja. Keputusan yang mengubah seluruh hidup mereka muat dalam satu potongan kalimat.
  • Allah menempatkan kalimat ini persis sesudah mereka dijatuhkan bersujud. Tubuh lebih dahulu, keterangan menyusul. Yang mereka lihat langsung menggerakkan sebelum sempat dirumuskan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar r-b-b): rabb muusaa wa haaruun diterjemahkan 'Tuhan Musa dan Harun'. gloss '(yaitu)' dibuang.