قَالَ فِرْعَوْنُ آمَنْتُمْ بِهِ قَبْلَ أَنْ آذَنَ لَكُمْ ۖ إِنَّ هَٰذَا لَمَكْرٌ مَكَرْتُمُوهُ فِي الْمَدِينَةِ لِتُخْرِجُوا مِنْهَا أَهْلَهَا ۖ فَسَوْفَ تَعْلَمُونَ

Firaun berkata, “Kalian telah beriman kepadanya sebelum aku memberi izin kepada kalian! Sesungguhnya ini benar-benar tipu muslihat yang telah kalian rencanakan di kota ini untuk mengusir penduduknya. Kelak kalian akan mengetahui.

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. قَالَ فِرْعَوْنُ آمَنْتُمْ بِهِ قَبْلَ أَنْ آذَنَ لَكُمْqaala fir'awnu aamantum bihi qabla an aadzana lakumFiraun berkata, kalian telah beriman kepadanya sebelum aku memberi izin kepada kalian
  2. إِنَّ هَٰذَا لَمَكْرٌ مَكَرْتُمُوهُ فِي الْمَدِينَةِ لِتُخْرِجُوا مِنْهَا أَهْلَهَاinna haadzaa la-makrun makartumuuhu fi l-madiinati li-tukhrijuu minhaa ahlahaasesungguhnya ini benar-benar tipu muslihat yang telah kalian rencanakan di kota ini untuk mengusir penduduknya
  3. فَسَوْفَ تَعْلَمُونَfa-sawfa ta'lamuunakelak kalian akan mengetahui

Terjemahan per kata (19 kata)

  1. قَالَqaalaberkata
  2. فِرْعَوْنُfir'awnuFiraun
  3. آمَنْتُمْaamantumkalian beriman
  4. بِهِbihipadanya
  5. قَبْلَqablasebelum
  6. أَنْanbahwa
  7. آذَنَaadzanamemaklumkan
  8. لَكُمْlakumkepada kalian
  9. إِنَّinnasesungguhnya
  10. هَٰذَاhaadzaaini
  11. لَمَكْرٌla-makrunbenar-benar tipu daya
  12. مَكَرْتُمُوهُmakartumuuhukalian rencanakan
  13. فِيfidi
  14. الْمَدِينَةِl-madiinatikota
  15. لِتُخْرِجُواli-tukhrijuuagar kalian mengeluarkan
  16. مِنْهَاminhaadarinya
  17. أَهْلَهَاahlahaapenduduknya
  18. فَسَوْفَfa-sawfamaka kelak
  19. تَعْلَمُونَta'lamuunakalian mengetahui

Inti bacaan

Reaksi Fir'aun menolak menerima bahwa rakyatnya bisa punya keyakinan otentik dan independen, ia justru menuduhnya sebagai 'tipu muslihat yang direncanakan'. Konkretnya: penguasa/otoritas yang tidak bisa menerima bahwa orang di bawah kendalinya bisa memiliki keyakinan otentik dan independen (dan malah selalu mencari 'konspirasi' di baliknya) menunjukkan pola pikir yang tidak sehat dalam memegang kekuasaan, kecurigaan berlebihan terhadap perubahan pikiran orang lain sering mencerminkan ketidakamanan penguasa itu sendiri, bukan bukti nyata adanya plot.

Tafsiran

Firaun menuduh keimanan spontan penyihir sebagai konspirasi terencana: pembacaan ulang paksa atas peristiwa nyata demi mempertahankan kekuasaan, pola manipulasi naratif yang khas penguasa tirani.

Renungan dan Hikmah

  • Allah merekam keberatan Firaun: mereka beriman sebelum ia memberi izin. Bukan isi imannya. Yang paling mengusiknya bukan kebenaran yang mereka terima, melainkan bahwa mereka tidak bertanya lebih dahulu.
  • Ia menamai peristiwa itu tipu muslihat yang direncanakan di kota. Yang kalah menuduh yang menang bersekongkol. Kekuasaan yang terdesak menyusun cerita lebih cepat daripada menerima kenyataan.
  • Allah merekam penutupnya berupa ancaman: kelak kalian akan mengetahui. Tidak ada argumen sebelumnya. Yang tidak punya bantahan biasanya menutup pembicaraan dengan akibat, bukan dengan alasan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

kata-kata akar -l-m di ayat ini (mengetahui/ilmu/mengajarkan/lebih-mengetahui) mengikuti profil terjemahan lain yang sudah selaras;: kamu/-mu jamak diterjemahkan kalian (kelas morfologi corpus: murni-2MP). Konvensi lm: C1 aliim diterjemahkan 'berilmu', C2 aalamiin diterjemahkan 'seisi alam', C3 verba/nomina = pemakaian diteruskan terjemahan lain (selaras).