لَأُقَطِّعَنَّ أَيْدِيَكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ مِنْ خِلَافٍ ثُمَّ لَأُصَلِّبَنَّكُمْ أَجْمَعِينَ

Sungguh aku akan memotong tangan-tangan dan kaki-kaki kalian secara bersilangan, kemudian aku akan menyalibkan kalian semua.”

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. لَأُقَطِّعَنَّ أَيْدِيَكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ مِنْ خِلَافٍ ثُمَّ لَأُصَلِّبَنَّكُمْ أَجْمَعِينَla-uqaththi'anna aydiyakum wa-arjulakum min khilaafin tsumma la-ushallibannakum ajma'iinasungguh aku akan memotong tangan-tangan dan kaki-kaki kalian secara bersilangan, kemudian aku akan menyalibkan kalian semua

Terjemahan per kata (8 kata)

  1. لَأُقَطِّعَنَّla-uqaththi'annasungguh aku akan memotong
  2. أَيْدِيَكُمْaydiyakumtangan kalian
  3. وَأَرْجُلَكُمْwa-arjulakumdan kaki kalian
  4. مِنْmindari
  5. خِلَافٍkhilaafinberselang
  6. ثُمَّtsummakemudian
  7. لَأُصَلِّبَنَّكُمْla-ushallibannakumsungguh aku akan menyalib kalian
  8. أَجْمَعِينَajma'iinaseluruhnya

Inti bacaan

Ancaman kekerasan ekstrem (potong tangan-kaki bersilang, disalib) menjadi alat terakhir Fir'aun setelah persuasi gagal, kekuatan mentah dipakai menggantikan argumen begitu argumen tidak lagi mempan. Konkretnya: beralih ke ancaman dan kekerasan setelah persuasi gagal adalah tanda kehabisan cara yang sah, bukan tanda kekuatan sejati, pola ini (dari argumen ke ancaman) adalah sinyal peringatan tentang kualitas posisi yang sebenarnya lemah, bukan kuat.

Tafsiran

Ancaman Firaun mengulang kembali tuduhan 'tipu muslihat' dengan hukuman paling brutal: puncak kekejaman penguasa yang kehabisan argumen menghadapi keimanan yang tak tergoyahkan.

Renungan dan Hikmah

  • Allah merekam ancaman memotong tangan dan kaki secara bersilangan. Serinci itu. Yang tak punya bantahan menggantinya dengan rincian akibat.
  • Tahap keduanya menyalibkan mereka semua. Di depan orang banyak. Yang dituju bukan hukuman, melainkan tontonan yang menakuti yang lain.
  • Allah merekam ancaman ini ditujukan kepada penyihir yang baru saja bersujud. Beberapa ayat sebelumnya mereka menuntut upah. Jarak antara menawar bayaran dan diancam nyawa sependek itu.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

thumma la-usallibannakum diterjemahkan 'lalu aku bunuh di atas salib kalian semua', terjemahan ini menambah 'bunuh' yg TAK ADA di Arab (Arab hanya usallibannakum = 'menyalibkan'; terjemahan lain/dua terjemahan arus utama sama-sama cuma 'menyalib(kan)' tanpa menyebut 'bunuh' eksplisit, sebab penyaliban zaman itu MEMANG cara membunuh, bukan hukuman terpisah). 'bunuh' adalah tafsir-tambahan ( melarang tambahan tak-bertekstual), 'lalu aku salib kalian semua' sudah cukup & lebih setia teks.